Waktu Yang Salah

Waktu Yang Salah
Bab 89.


__ADS_3

Hari-hari Aira jalani bersama 2 orang anaknya, Zaky melengkapi rasa bahagianya. Zaky ada di setiap doa Aira dan Aira menganggap Zaky adalah pembawa keberuntungan untuknya.


Pesanan Aira sakin hari semakin banyak, kini pegawainya bertambah 2 orang. Sedang kan Winda sakin hari semakin jarang memberi kabar atau pun bertanya kabar tentang Zaky.


Aira tidak pernah mempermasalah kan hal itu dan mencoba mengerti akan kesibukan Winda di kota T.


Saat Aira membuka aplikasi di ponselnya, ia teringat dengan grup yang dulu sempat terbentuk dan Aira meninggal kan semua sosial medianya sejak bertemu dengan Winda sampai Zaky berumur 16 bulan. Aira kembali masuk di grup sekolahnya dan menemu kan yang selama ini ia cari.


"Ini Vino kapan masuk grupnya," gerutu Aira melihat anggota yang ada di grup whatsapp.


"Kamu kemana aja Vin? lama sudah aku memendam rasa ini, apa kamu masih sama seperti dulu saat ku mengenal mu?" batin Aira melihat foto profil Vino yang ada di grup whatsapp.


...***...


"Hari ini lumayan banyak pesanan, aku harus tetap semangat demi Zaky dan Putra," gerutu Aira.


Setelah sarapan, Aira memeriksa alamat tujuan dan membuat kan bon penagihan untuk di berikan pada pelanggan.


"Mba Sri bahan makanan ada yang kurang ga?" tanya Aira.


"Ini bu, kalau untuk pesanan 6 pesanan banyak yang kurangnya bu. Ayam sama sayuran ga akan cukup," ucap mba Sri.


Aira mencatat segala kebutuhan catering yang akan di beli dan meminta pak Deri untuk membeli kan semua yang Aira tulis dan memberi kan kertas daftar belanjaannya pada pak Deri dan sejumlah uang untuk berbelanja di pasar.


2 jam berlalu pak Deri datang dengan membawa belanjaan yang di butuh kan oleh Aira untuk pesanan catering nya, pak Deri langsung membawa semua belanjaan ke dalam ruangan yang biasa di pakai untuk memasak dan menyiap kan catering.


"Semua sudah di dalam bu dan ayamnya langsung di bersih kan sama mba Lastri," ucap pak Deri sekedar laporan pada Aira.


"Iya pak terima kasih. Oh iya pak, tolong antar pesanan yang sudah beres ya pak. Ini bon dan alamatnya," ucap Aira memberi kan selembar kertas nota pada pak Deri.


Pak Deri langsung melaksanakan tugas yang di beri kan oleh Aira, nasi kotak dengan pesanan 500 box sudah di kemas dengan rapih dan siap di antar pada pelanggan.


"Alhamdulillah, terima kasih Tuhan atas rezeki yang sudah engkau beri kan pada ku," batin Aira.


Di sela kesibukannya mengurus catering, teman-teman semasa sekolah Aira sering mengajak Aira video call grup karna Aira jarang muncul di grup teman-temannya berinisiatif mengajak video call grup dengan Aira.

__ADS_1


Ternyata ada Vino di video call grup membuat Aira salah tingkah, Aira menghenti kan kegiatannya yang sedang membuat laporan harian catering.


๐Ÿ“ฑ"Hai Aira, apa kabar?" tanya Vino.


๐Ÿ“ฑ"Aku baik, kamu kemana aja. Ngilang tanpa jejak kaya di telan bumi aja," jawab Aira dengan sedikit candaan.


๐Ÿ“ฑ"Iya tuh Vin, ada yang nyariin kamu tuh," ucap Dinda menggoda Aira.


๐Ÿ“ฑ"Ada yang mau CLBK nih, cinta lama belum kelar, hahahaha," ucap Indra.


Aira hanya diam memandang wajah tampan Vino yang masih sama saat terakhir Aira bertemu dengannya, obrolan pun terus berlangsung semua hal di bahas dalam video call grup yang berisi kan 8 orang.


Karna memang berlangsung lama, Aira memilih menyimpan ponselnya dan kembali mengerjakan laporan yang tadi di tunda.


Saat video call masih berlangsung, Aira menerima chat dari Vino.


๐Ÿ’ŒSibuk amat bu, lagi ngapain tuh.


Aira hanya membaca tanpa mau membalasnya, lalu menatap wajah Vino yang tersenyum melihatnya seolah memberi kode pada Aira.


Sesekali Aira ikut dalam obrolan lalu kembali pada laporannya lagi.


"Bu pesanan ibu Airin udah selesai, mau di cek dulu atau langsung kirim aja?" tanya mba Sri.


"Sebentar mba, saya cek dulu ya," jawab Aira berdiri dari tempat duduknya.


๐Ÿ“ฑ"Sebentar ya, aku tinggal dulu," ucap Aira.


๐Ÿ“ฑ"Mau kemana Aira?" tanya Dinda.


Belum sempat menjawab Aira sudah pergi dengan membiarkan ponselnya tetap menyala.


๐Ÿ’ŒJangan lama-lama perginya, nanti aku rindu wkwkwk.


Aira mengecek pesanan yang sudah mau di antar oleh pak Deri. Aira membawa nota penagihan untuk di beri kan pada pelanggan.

__ADS_1


"Pak ini alamat dan bon nya ya pak, hati-hati di jalannya ya pak. Tetap ingat tetap ada anak dan istri yang menunggu di rmh," ucap Aira mengingat kan dengan sedikit gurauan.


"Siap bu," ucap pak Deri dengan sedikit senyuman malu-malu.


Aira kembali duduk dan bergabung lagi di video call grup, Aira hanya membaca pesan masuk dari Vino.


๐Ÿ“ฑ"Dari mana aja Aira, kok lama sih," tanya Dinda mewakili pertanyaan yang hendak di lontar kan oleh Vino.


๐Ÿ“ฑ"Habis ngecek barang yang akan di kirim, begini lah kerjaan ku tiap hari," jawab Aira.


"Mama kakak mau makan," ucap Putra.


"Iya sayang," ucap Aira berdiri dari tempat duduknya dan langsung menuju dapur dengan membawa ponselnya.


Aira menyiap kan makan untuk Putra dan susu untuk Zaky, Aira memati kan video call dengan teman-temannya dan menemani Putra makan dan Zaky minum susu.


Ponsel Aira mendapat notifikasi pesan masuk, ternyata itu dari Vino.


๐Ÿ’ŒKok kabur sih... ๐Ÿค”


๐Ÿ’ŒLagi sibuk ngurus anak-anak.


"Aku kangen kamu Vin, kenapa kamu baru datang sekarang di saat aku sudah berkeluarga dan kamu pun sama. Mungkin kita memang di takdir kan untuk sekedar mengagumi tanpa bisa memiliki satu sama lain, biar cinta ini ku simpan hanya untuk ku kenang," batin Aira.


Chatting terus berlanjut, pendekatan terus laku kan oleh Vino tanpa Aira menolaknya. Sebelum Juan pulang kerja, Aira menghapus chat dari teman-temannya termasuk Vino.


"Kok aku takut ketauan sama Juan ya, padahal kan aku cuma chatting aja sama teman bukan pacar," batin Aira.


Saat malam tiba, Aira sengaja memati kan ponselnya dan menyimpannya di meja rias.


"Oh iya sayang, besok aku ada tugas ke luar kota selama 2 hari. Maaf ya aku ga bisa bantuin catering kamu," ucap Juan sebelum tidur.


"Loh kok dadakan sih," ucap Aira.


"Aku juga baru di kasih tau tadi siang, ini tugas ku sayang jadi aku ga bisa nolak perintah atasan ku," ucap Juan memberi kan pengertian agar Aira tidak marah.

__ADS_1


"Ya udah kalau itu memang tugas kamu, aku bisa apa," ucap Aira.


__ADS_2