Waktu Yang Salah

Waktu Yang Salah
Bab 66


__ADS_3

Hari raya pun tiba, Aira meraya kan di rumah ibunya. Setelah berkeliling silaturahmi pada para tetangga, Aira dan Juan pergi ke rumah orang tua Juan dan ibu Siska ikut serta.


"Kita ga bawa apa-apa ke rumah mertua mu nak?" tanya bu Siska.


"Aku udah ada bingkisan kok untuk ayah dan ibu," ucap Aira.


"Papa boleh ga aku minta angpau hari raya pada kakek dan nenek?" tanya Putra.


"Boleh kalau di kasih," ucap Juan.


"Sayang, kita sekalian ke rumah Alicya ya, udah lama juga aku ga ketemu sama dia," ucap Aira.


"Iya, ayo sayang. Nanti kita mampir ke rumahnya Alicya," ucap Juan.


"Oh iya kabar terakhir yang ku dengar Alicya sedang hamil, mungkin sekarang anaknya sudah besar ya," ucap Aira sedikit mengingat teman dekatnya dulu yang sekarang jadi sanak saudaranya.


"Aku kurang tau sayang, nanti kita tanya ibu ya," ucap Juan.


20 menit berlalu, akhirnya mereka sampai di kediaman ibu Ika dan pak Dedi.


Juan memarkir kan mobilnya dengan rapih di garasi rumah orang tuanya tepat di depan mobil milik ayahnya.


Aira dan yang lainnya keluar dari dalam mobil dan tak lupa bingkisan yang sudah di siap kan oleh Aira untuk ayah dan ibu mertuanya. Mereka pun masuk bersamaan ke dalam rumah bu Ika dan pak dedi.


Tok tok tok


Juan mengetuk pintu yang memang sudah terbuka sejak mereka datang.


"Ayah.. ibu aku datang nih," teriak Juan masuk ke dalam rumah yang terlihat sepi.


"Kakek.. nenek Putra juga datang untuk bertemu kakek dan nenek," teriak Putra.


"Ayo masuk bu, biar aku cari ayah dan ibu dulu," ucap Juan mempersilah kan ibu mertuanya masuk.


"Sayang kamu buat kan minum untuk ibu ya," ucap Juan.


"Kamu mau sekalian di buat kan ga?" tanya Aira menyimpan bingkisan yang ia bawa di atas meja ruang tamu.


"Boleh deh," ucap Juan langsung pergi ke kamar ayah dan ibunya untuk mencari keberadaan ayah dan ibunya sementara Aira langsung berjalan menuju dapur untuk membuat kan minuman.

__ADS_1


Tok tok tok


"Ayah.. ibu," panggil Juan membuka pintu kamar kedua orang tuanya.


"Iya nak, ibu di dalam. Masuk aja nak," ucap bu Ika, Juan pun masuk ke dalam kamar ayah dan ibunya.


"Bu, ayah kenapa?" tanya Juan cemas melihat ayahnya terbaring lemah di atas ranjang dan Juan duduk di sebelah pak Dedi yang terbaring.


"Ayah ga apa-apa nak, cuma pusing aja. Tadi tiba-tiba ayah kehilangan keseimbangan karna melihat orang terlalu banyak saat sholat ied," ucap pak Dedi.


"Aira dan Putra mana nak?" tanya bu Ika.


"Ada di luar, eh di ruang tamu maksud ku. Ada ibu juga di luar," ucap Juan.


"Ayah ibu minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin ya, maaf kan Juan belum bisa membahagia kan ayah dan ibu," sambung Juan mencium punggung tangan ayah dan ibunya meminta maaf dengan setulus hati.


"Iya nak, kita saling memaaf kan satu sama lain," ucap ibu Ika.


"Ayah mau di periksa ke dokter ga, biar aku bawa ke rumah sakit," ucap Juan menawar kan.


"Ga usah nak, istirahat sebentar pasti pulih lagi," ucap pak Dedi.


"Ya sudah ayah istirahat aja, aku ke depan dulu. Kasian ibu nunggu di ruang tamu," ucap Juan berdiri dari duduknya lalu pergi ke luar kamar ayah dan ibunya.


"Iya bu, sampai kan maaf ayah pada bu Siska dan Aira. Maaf ayah belum bisa menemui mereka," ucap pak Dedi.


"Iya yah, nanti ibu sampai kan. Ibu keluar dulu ya," ucap bu Ika berdiri dari duduknya lalu keluar dari kamar untuk menemui besan dan menantunya beserta cucu kesayangannya.


Bu Ika dan bu Siska berjabat tangan dan cipika cipiki, di ikuti Aira dan Putra. Saling memaafkan satu sama lain, lalu duduk kembali.


"Maaf ya bu, menunggu lama. Kata ayahnya Juan, maaf belum bisa menemui bu Siska dan Aira karena tadi selepas sholat ied ayah kehilangan keseimbangannya dan jatuh karna pusing melihat terlalu banyak orang," ucap bu Ika menjelas kan.


"Iya ga apa-apa bu, mungkin lain kali masih bisa bertemu lagi," ucap bu Siska.


"Oh iya bu, Alicya ada ga ya? Aku mau ke rumah tante Maya, siapa tau ada Alicya di rumah tante Maya," ucap Juan.


"Tadi sih ibu liat ada sama suaminya," ucap bu Ika.


"Sama anaknya ga?" tanya Aira.

__ADS_1


"Anak yang mana? Alicya belum punya anak," jawab bu Ika.


"Bukannya dulu dia hamil ya bu?" tanya Aira semakin penasaran.


"Bukan hamil tapi pendarahan, karna apanya juga ibu kurang tau. Ibu ga terlalu banyak bertanya sama tante Maya," ucap ibu Ika.


"Ya sudah aku ke rumah tante Maya dulu ya bu," ucap Juan.


"Aku tinggal sebentar ya bu, ga jauh dari sini kok," ucap Aira pada ibunya.


"Ayo nak, ikut ke rumah nenek Maya kita ketemu tante Alicya," ajak Aira.


Putra pun berdiri dari duduknya dan mengikuti kemana mama dan papanya pergi.


"Kita ga naik mobil pa?" tanya Putra.


"Ga nak, kita jalan kaki aja. Rumahnya dekat sini kok," jawab Juan.


Mereka pun berjalan bergandengan tangan sampai di depan rumah orang tua Alicya dan ternyata Alicya memang ada di rumah itu bersama suaminya.


"Hai, Al apa kabar?" tanya Aira segera memeluk Alicya.


"Aku baik, kamu sendiri apa kabar?" jawab Alicya kembali bertanya.


"Alhamdulillah aku baik," jawab Aira lalu berjabat tangan dengan suami Alicya.


"Ini Putra ya, udah gede aja kamu nak," ucap Alicya lalu Putra mencium punggung tangan Alicya.


"Iya ini Putra sekarang udah kelas 2 SD," ucap Aira.


"Aku ke dalam dulu, kalian ngobrol aja dulu di sini," ucap Juan melangkah pergi ke dalam rumah tantenya dengan mengajak Putra.


"Kamu tinggal dimana Ra, aku ga pernah liat kamu di sekitar sini," ucap Alicya.


"Udah lama aku pindah ke kota S, semenjak rujuk dengan Juan kita menetap di sana dan aku buka usaha catering. Kapan-kapan kamu mampir ke sana ya, nanti aku masakin makanan kesukaan kamu deh," ucap Aira.


"Iya nanti kapan-kapan aku mampir ke kota S, sekalian berlibur," ucap Alicya.


Aira dan Alicya terus berbincang-bincang sampai Juan datang kembali memanggil Aira untuk masuk.

__ADS_1


"Sayang, kok lama sih. Tante Maya udah nungguin kamu tuh, kalau udah ketemu susah banget di pisah kan. Heran," ucap Juan.


Aira dan Alicya masuk ke dalam rumah bergandengan tangan seperti dulu saat mereka pulang kerja, dan di ikuti oleh suami Alicya dari belakang.


__ADS_2