Waktu Yang Salah

Waktu Yang Salah
Bab 32


__ADS_3

Juan mencoba mengetuk pintu, berharap Aira berubah pikiran.


"Aira aku mohon kasih aku satu kesempatan lagi, aku mohon Aira. Aira tolong buka pintunya, Aira aku masih butuh kamu untuk menemani ku," ucap Juan terus menggedor-gedor pintu rumah Aira.


"Maksud kamu butuh untuk menyakiti karna kamu masih belum puas melihat hati ku hancur, gitu maksudnya," ucap Aira dari balik pintu.


"Udah lah sana kamu pulang, aku dan Putra ga butuh kamu lagi," sambung Aira.


"Aira aku mohon, beri aku satu kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya. Aku janji ga akan mengulangi kesalahan yang sama," ucap Juan memberi janji pada Aira.


Aira membuka pintu dan memberi satu pertanyaan pada Juan.


"Sekarang kalau di balik, aku yang selingkuh dan tidur dengan suami orang. Apa yang bakal kamu lakuin," tanya Aira.


Juan hanya terdiam memikir kan jawaban yang tepat dan pasti.

__ADS_1


"Aku yakin kamu tak akan melakukan semua itu, dan apa pun itu aku pasti memaaf kan kamu karna aku sayang sama kamu," jawab Juan.


"Kamu yakin sama aku, kalau aku balas perselingkuhan kamu gimana? Masih mau sama aku," tanya Aira.


"Ayo lah Aira jangan seperti itu, aku mohon," jawab Juan terus memohon pada Aira.


"Egois sekali kamu ya, giliran aku yang selingkuh jawaban mu kaya gitu tapi kamu yang selingkuh aku harus maafin kamu dan kembali pada mu," ucap Aira sinis.


"Sudah lah kamu pulang aja, jangan menurun kan harga diri mu di sini hanya karna wanita miskin, ga berpendidikan dan jelek kaya aku. Dari sebelum kenal sama kamu hanya hal ini yang aku takut kan," sambung Aira.


"Aku menyesal karna sudah menikah dengan laki-laki berpendidikan yang aku temani dari nol tapi setelah sukses dengan mudah berpaling dan terus-terusan menyakiti ku dengan cara seperti ini," jawab Aira.


"Seandainya kamu setia, aku bisa lebih setia dan sayang sama kamu Juan. Kamu tau, suami dari wanita mu itu memberi tau ku semua informasi selama kamu sering jalan dan berdua dengan istrinya," sambung Aira menahan tangis.


"Kalau memang suaminya sering jadi mata-mata kenapa dia ga langsung hajar aku?" tanya Juan.

__ADS_1


"Dia pun yang mengirim foto-foto bukti perselingkuhan kamu dengan wanita itu, satu lagi kamu tau pria itu sudah setia tapi tetap di balas dengan pengkhianatan dari istrinya. Pria itu pun sudah berjanji tak akan melepas kan wanita mu karna dia ingin membalas semuanya," jawab Aira menjelas kan.


"Terus kamu mau balas aku juga?" tanya Juan.


"Aku, buat apa aku balas kamu. Nanti juga kamu dapat karma sendiri, aku ga perlu cape-cape balas perbuatan kamu suatu saat nanti kamu akan tau akibatnya," jawab Aira.


Juan berpikir sejenak atas perkataan Aira barusan, apa kisah cintanya dengan Aira cukup sampai di sini saja.


"Tuhan, jika aku dan Aira berjodoh hanya cukup sampai di sini tapi biar kan aku tetap bisa melihatnya bahagia meski bukan dengan ku" batin Juan.


Akhirnya Juan pun menyerah dan memilih untuk pulang.


Sementara Aira menangisi kepergian Juan dengan luka di hatinya yang sudah cukup dalam.


"Maaf kan aku Juan, aku sayang sama kamu tapi aku ga bisa kembali pada mu. Sudah terlalu banyak luka yang kamu gores di hati ku, kalau kita memang masih berjodoh pasti akan ada jalan untuk kembali," batin Aira.

__ADS_1


Tanpa sadar Aira pun telah menyakiti diri sendiri hanya karna keegoisannya, kini Aira hanya bisa pasrah pada Tuhan dan jalan takdirnya.


__ADS_2