Waktu Yang Salah

Waktu Yang Salah
Bab 43


__ADS_3

Setelah berjam-jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di kost Juan.


"Kita udah sampai?" tanya Aira.


"Ayo kita turun, ini tempat kost ku selama aku kerja di sini," ucap Juan.


"Nanti kita cari kontrakan yang lebih besar, kalau tabungan ku udah cukup kita beli rumah ya," sambung Juan.


Juan menurun kan barang bawaan Aira dari bagasi mobil dan membawanya ke dalam kamar kostnya.


"Maaf ya tempatnya sempit, kita di sini sampai akhir bulan. Setelah habis masa sewanya kita cari yang lebih luas ya," ucap Juan menyimpan barang bawaan Aira.


"Iya ga apa-apa, dimana pun aku tinggal asal kan kamu tetap ada dan setia pada ku. Itu udah cukup buat aku," ucap Aira.


Aira membaring kan Putra yang sejak tadi tertidur di pangkuannya, lalu Aira mulai berbenah kamar kost Juan agar nyaman di tempati.


"Di sini tidak ada yang kenal kita, kita mulai semua dari awal ya sayang," ucap Juan.


Aira hanya menjawab dengan senyuman manis di bibir tipisnya.


"Kalau aku mau masak gimana ini, kan belum ada peralatan apa-apa," ucap Aira.


"Nanti kita belanja keperluan rumah di supermarket di ujung jalan sana, sekalian kita jalan-jalan," ucap Juan.


"Terus selama ini kamu makan gimana?" tanya Aira.


"Aku beli ke warteg atau beli di kantin dekat kantor," jawab Juan.


"Terus air minumnya gimana?" tanya Aira.


Melihat di kamar kost Juan hanya ada kasur dan lemari baju aja, tidak ada benda lain selain itu.


"Ya aku beli air mineral yang di botol," jawab Juan.

__ADS_1


"Maaf kan aku ya, gara-gara keegoisan ku kamu jadi gini. Hidup ga keurus, makan seadanya dan semua serba seadanya," ucap Aira lirih.


"Ga apa-apa sayang, ini juga salah ku. Aku udah merasa kan akibat dari perbuatan ku, aku janji ga akan mengulanginya lagi," ucap Juan.


Juan memeluk tubuh Aira dengan erat dan Aira membalas pelukannya.


"Aku sayang sama kamu Aira, jangan pernah pergi dari ku," ucap Juan.


"Iya, aku juga sayang sama kamu," ucap Aira.


Juan melepas kan pelukannya dan mencium pipi Aira lalu melahap bibir Aira yang menggoda.


Mereka berciuman sampai terdengar Putra menangis saat bangun tidur.


Aira segera menggendong dan mendekap tubuh mungil Putra dan mencoba menenang kan tangisan Putra.


"Kok udah bangun sih nak, papa kan lagi kangen-kangenan sama mama mu," ucap Juan.


...***...


Sore hari.


Aira sudah siap untuk jalan-jalan dan belanja kebutuhan rumah yang belum ada.


Juan melajukan mobilnya di jalanan menuju supermarket.


"Kita belanja apa aja ini?" tanya Juan.


"Kita beli penanak nasi aja dulu, biar lauknya bisa beli dari luar. Kalau semua harus di beli nanti uangnya ga cukup sampai akhir bulan," jawab Aira.


"Uang yang pernah kamu kasih buat kebutuhan putra masih tetap sama kok jumlahnya, aku ga pernah pakai. Nanti kita bisa pakai untuk kebutuhan kita yang belum ada," sambung Aira.


"Kamu simpan aja untuk kebutuhan mu, kamu beli pakaian, skincare atau apa pun yang kamu mau. Untuk kebutuhan rumah biar aku yang pikir kan ya," ucap Juan.

__ADS_1


Juan dan Aira pun memilih barang untuk di beli dari mulai sabun, makanan, minuman dan tak lupa cemilan untuk Putra.


"Sayang, aku ke sana bentar ya cari sesuatu buat di mobil," ucap Juan


Aira hanya menjawab dengan mengangguk kan kepalanya.


Saat sedang memilih cemilan untuk Putra, Aira tidak sengaja menyenggol seseorang dan menjatuh kan barang bawaannya.


"Maaf saya tidak sengaja," ucap Aira


Tanpa melihat wajah orang tersebut, Aira bergegas membantu mengambil kan belanjaannya yang terjatuh.


"Iya ga apa-apa mba," ucap wanita itu.


Aira pun memberi kan barang belanjaannya, dan betapa terkejutnya ternyata Aira mengenal orang tersebut.


"Kamu Aira Yasmin kan teman SD ku dulu?" tanya Nadia.


"Iya aku Aira. Kamu Nadia bukan?" jawab Aira dan kembali bertanya untuk memastikan.


"Iya, aku Nadia. Udah lama banget ya kita ga ketemu, kamu apa kabar?" ucap Nadia.


"Kita berpisah sejak kita lulus SMP, kamu kan nerusin sekolah di luar kota jadi ga pernah ada kabar apa lagi ketemu. Kabar aku sehat, kamu sendiri apa kabar? Kangen juga ya," ucap Aira.


"Kabar aku baik. Kangen aku apa kangen yang lain nih?" tanya Nadia.


"Apaan sih, memangnya siapa yang aku kangenin," jawab Aira malu-malu padahal semua teman tau kalau Aira selalu menunggu seseorang yang entah dimana keberadaannya.


"Aku minta nomor ponsel mu ya, nanti kita lanjut curhat. Sekarang aku lagi buru-buru, udah di tunggu sama suami ku di parkiran," ucap Nadia.


Aira menulis kan nomor ponselnya di ponsel Nadia.


"Nanti aku chat kamu ya, aku duluan. Bye," ucap Nadia melangkah pergi menjauh dari Aira.

__ADS_1


__ADS_2