
Setelah 4 jam perjalan Winda pun sampai di kota S, Winda segera menghubungi Aira untuk memberi tau keberadaannya.
"Aku kirim pesan aja deh," gerutu Winda.
💌Mba Aira aku udah sampai di kota S, aku harus kemana lagi dan naik apa?
"Aku laper, sisa uang ku cukup untuk beli apa ya?" batin Winda memasuk kan ponselnya dan mengeluar kan dompetnya yang di lihat hanya selembar uang 20 ribu.
"20 ribu cukup untuk apa ya, coba ke warung aja deh beli roti sama air mineral. Mungkin cukup," batin Winda.
Winda berjalan ke kios di samping tempat travel dan membeli 2 roti dan satu botol air mineral. Setelah mendapat apa yang di carinya, Winda kembali duduk di kursi yang tersedia di depan tempat travel.
"Sambil nunggu aku makan dulu aja, laper ya nak," gerutu Winda mengusap pelan perutnya yang mulai buncit.
Sementara Aira yang memang sudah menunggu kabar dari Winda. Begitu menerima pesan dari Winda, Aira segera membalas pesan dari Winda dan siap-siap untuk pergi menjemput Winda.
💌Tunggu aja di situ nanti aku jemput, kalau lapar makan aja dulu nanti biar aku yang bayar.
Setelah mengirim pesan, Aira segera mengambil tasnya dan pamit pada bu Siska.
"Bu aku pergi dulu ya, mau jemput Winda," teriak Aira bergegas pergi.
Baru sampai teras rumah, ternyata Juan baru sampai rumah dan memarkir kan mobilnya di garasi.
"Aira mau kemana tuh," gerutu Juan dalam mobil.
Belum turun dari mobil, Aira udah naik ke dalam mobil.
"Kamu mau kemana sayang, kok buru-buru banget," tanya Juan.
"Jangan turun dulu, kita jemput Winda dulu. Dia udah sampai dan nunggu di tempat pemberhentian travel, tadi aku suruh dia makan dulu," ucap Aira memasang safety belt dan Juan menghidup kan kembali mesin mobilnya lalu melaju kan kembali mobilnya di jalanan untuk menjemput Winda.
10 menit perjalanan, Juan dan Aira sampai di tempat travel.
"Yang mana orangnya sayang," tanya Juan.
"Aku telpon dulu biar tau dia dimana," ucap Aira mengeluar kan ponsel dalam tasnya.
📱"Halo Winda, aku udah di tempat travelnya. Kamu dimana?" tanya Aira.
📱"Sebentar ya mba, aku lagi di toilet," jawab Winda.
📱"Iya, aku tunggu di parkiran ya," ucap Aira mengakhiri obrolan dan memati kan ponselnya.
__ADS_1
"Dia lagi dimana sayang?" tanya Juan.
"Lagi di toilet," jawab Aira singkat.
Aira menunggu di depan mobil sambil mundar mandir karna Winda memang agak lama di toiletnya, tak lama Winda pun datang menghampiri Aira dengan membawa 2 tas besar di tangannya.
"Maaf mba Aira ya? Aku Winda mba," ucap Winda mengulur kan tangannya untuk berjabat tangan dengan Aira.
"Maaf mba lama di toiletnya, tadi aku mual," sambung Winda.
"Iya ga apa-apa, aku Aira dan ini suami ku namanya Juan," ucap Aira membalas uluran tangan dari Winda.
"Juan," ucap Juan berjabatan tangan dengan Winda.
"Hamil ga sih? Kok kaya ga hamil ya, umurnya kayanya masih muda banget," batin Aira bengong melihat tubuh Winda yang memang tidak seperti orang hamil.
Winda sengaja memakai baju over size agar tidak terlihat hamil.
"Ayo masuk ke dalam mobil, kamu pasti cape. Eh udah makannya belum? Biar aku bayar dulu makanannya," ucap Aira dan Juan membantu membawa kan tas Winda dan memasukkannya ke dalam mobil.
Juan masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi sementara Aira dan Winda duduk di kursi belakang.
"Tadi aku udah beli roti mba tapi keluar lagi," ucap Winda.
"Kamu lapar ga? Lagi pengen makan apa? Biar sekalian kita beli di jalan," ucap Aira.
"Maaf Winda, boleh aku mengusap perut mu. Aku hanya ingin memasti kan kamu hamil apa ga, soalnya ga kelihatan hamilnya," pinta Aira.
"Boleh mba," ucap Aira.
"Maaf ya," ucap Aira menempel kan satu tangannya di perut Winda.
"Udah percaya mba?" tanya Winda.
"Aku sengaja memakai baju over size biar ga keliatan hamil biar mama ga curiga juga," sambung Winda.
"Oh gitu, aku kira tadi kamu bohong kalau kamu ham makanya aku mau memastikan. Maaf ya," ucap Aira.
"Iya ga apa-apa mba," ucap Winda.
Sesampainya di rumah, Aira mengajak Winda untuk masuk dalam rumah dan berkenalan dengan semua penghuni rumahnya.
"Ayo masuk Win, nanti aku kenal kan kamu dengan semua orang yang menghuni rumah ini," ucap Aira membuka kan pintu agar Winda bisa masuk ke dalam rumah sedang kan Juan membawa kan tas yang di bawa Winda.
__ADS_1
"Tasnya langsung aku bawa masuk ke dalam kamar aja ya," ucap Juan langsung menyimpan 2 tas besar di kamar Winda.
"Iya sayang," jawab Aira singkat.
"Di sini yang tinggalnya banyakan, selain aku dan suami k. Ada anak ku, ibu ku dan 4 pegawai ku," ucap Aira.
"Silah kan duduk, aku ambil kan minum dulu ya. Sekalian aku panggil kan anak dan ibu ku biar bisa kenalan sama kamu," sambung Aira melangkah pergi menuju kamar Putra.
Tok tok tok
"Nak, boleh mama masuk?" tanya Aira dari balik pintu kamar Putra.
"Iya ma, pintunya ga di kunci kok," ucap Putra.
"Mama masuk ya," ucap Aira membuka pintu kamar Putra dan masuk ke dalam kamar.
"Sayang, di luar ada tante Winda. Putra temui ya, biar bisa kenalan sama Putra," ucap Aira.
"Tante Winda siapa ma?" tanya Putra.
"Emm, tante Winda yang akan memberi Putra adik bayi tapi sekarang masih di dalam perut adik bayinya," ucap Aira mencoba menjelas kan secara perlahan.
"Sudah datang orangnya nak?" tanya bu Siska.
"Udah bu, ada di ruang tamu," jawab Aira.
Aira pun keluar dari kamar Putra di ikuti oleh bu Siska dan Putra yang langsung ke ruang tamu sedang kan Aira langsung ke dapur untuk membuat kan minum untuk Winda.
"Hai tante," sapa Putra mencium punggung tangan Winda dan Winda mencium punggung tangan bu Siska.
"Hai, ganteng. Nama mu siapa?" tanya Winda.
"Nama ku Putra, nama tante siapa!" jawab Putra kembali bertanya.
"Nama tante Winda," jawab Winda.
"Kenal kan nama ibu Siska, ibu nenek dari Putra orang tua dari Aira," ucap bu Siska memperkenal kan diri pada Winda.
Aira pun datang dengan secangkir teh manis dan kue kering.
"Maaf udah merepotkan mba Aira," ucap Winda sungkan.
"Ga apa-apa, aku ga repot kok. Oh iya tadi bukannya kamu laper ya? Makan sama ayam goreng mau ga?" ucap Aira menawar kan makanan.
__ADS_1
"Apa aja mba, yang penting bisa isi perut," ucap Winda.
"Sebentar ya aku siap kan makan buat kamu," ucap Aira lalu pergi ke dapur lagi.