
"Pagi sayang," sapa Juan mencium kening Aira.
"Pagi, tolong dong bangunin si kakak sama si ade sayang," ucap Aira.
"Oke," ucap Juan langsung pergi ke kamar Putra untuk membangun kan anak sulungnya.
Tok tok tok .
Juan membuka pintu kamar Putra dan masuk ke dalam kamar Putra, saat masuk ternyata Putra masih tertidur pulas.
"Kakak bangun sayang, hari ini kan kakak mau ulang tahun sama adek," ucap Juan membelai lembut kepala Putra.
Putra membuka matanya perlahan, menatap wajah Juan lalu tersenyum bahagia.
"Iya pa, aku mau tiup lilin sama adek Zaky dan teman-teman," ucap Putra duduk di ranjangnya.
"Selamat ulang tahun ya sayang, semoga kamu bisa jadi contoh yang baik buat adek Zaky dan papa harap kamu bisa jadi insan yang berguna untuk semua orang di sekita mu. Sehat selalu, tambah pintar dan doa terbaik untuk mu nak," ucap Juan penuh doa untuk anak sulungnya.
"Amin, terima kasih papa udah mendoa kan aku," ucap Putra memeluk erat tubuh Juan.
"Udah ah bangun, kita sarapan. Mama udah bikin nasi goreng dengan ceplok telor mata sapi ke sukaan kakak," ucap Juan.
Putra ke kamar mandi cuci muka dan gosok gigi lalu keluar dari kamarnya untuk sarapan pagi, sedang kan Juan masuk ke dalam kamar Zaky dan ternyata Zaky sudah bangun dan masih di dalam box bayi sedang main mainan yang ada di dalam box tempat tidurnya.
"Eh anak papa udah bangun," ucap Juan langsung membuka tutup penghalang box tempat tidur Zaky.
"Pap,papa.." ucap Zaky dengan bahasa bayinya yang masih belum jelas.
"Kita sarapan dulu ya nak, mama udah nunggu kita di meja makan," ucap Juan menggendong Zaky lalu membawa Zaky ke kamar mandi dan mencuci muka Zaky,
Juan membawa Zaky keluar dari kamar yang dulu di isi oleh Winda, Aira sengaja membiasa kan Zaky tidur sendiri dengan memasang monitor pengawas di kamar Zaky.
__ADS_1
"Selamat pagi mama," ucap Juan membawa Zaky dalam gendongannya.
"Pagi sayang, kita sarapan dulu yuk. Duduk adek nya," ucap Aira.
"Kiss mama sama kakak dulu dong dek," ucap Juan mendekat kan Zaky di pipi Aira lalu mencium pipi Aira dan begitu pun dengan Putra.
...***...
Semua persiapan sudah selesai di siap kan, Putra dan Zaky sudah berpakaian rapih untuk menyambut teman-teman dari panti asuhan. Sementara Juan menjemput anak-anak panti dengan mengguna kan mobil yang biasa di pakai mengantar kan pesanan catering yang sengaja di lepas kursinya.
"Permisi bu, saya mau jemput anak-anak yang mau ikut ke acara ulang tahun anak saya tapi maaf mobilnya seperti ini," ucap Juan.
"Iya tidak apa-apa pak, yang penting selamat sampai tujuan," ucap ibu panti.
"Ayo anak-anak kita pergi ke acara ulang tahun anak om," ucap Juan membuka kan pintu mobil untuk anak-anak masuk ke dalam mobil.
Juan mengatur tempat duduk anak-anak agar semua bisa duduk di dalam mobil yang sudah di pasar karpet, sedang kan satu ibu panti ikut dalam rombongan dan yang lain menjaga anak yang tidak bisa ikut ke acara ulang tahun hari ini.
"Ayo nak, masuk. Bu masuk," ucap Aira mempersilahkan masuk pada anak-anak dan ibu panti.
Semua anak-anak panti masuk ke dalam rumah Aira dan duduk di tempat yang sudah di siap kan oleh Aira. Juan pergi lagi menjemput anak-anak di panti asuhan berikutnya.
Setelah semua berkumpul, acara pun di mulai. Putra dan Zaky bahagia dan anak-anak panti terlihat senang dengan acara ulang tahun ini.
"Syukur lah acara ulang tahunnya berjalan dengan lancar dan semua anak-anak terlihat bahagia, begitu pun dengan Putra dan Zaky," bisik Aira pada Juan.
"Iya sayang, tidak sia-sia kita mengeluar kan banyak uang kalau hasilnya bisa membuat semua anak-anak bahagia," ucap Juan.
"Saatnya potong kue, kita nyanyi lagi ya anak-anak agar kakak Putra dan adek Zaky mau memotong kue nya," ucap pembawa acara ulang tahun.
🎼Potong kue nya.. potong kue nya.. potong kue nya sekarang juga.. sekarang juga.. sekarang juga.🎶
__ADS_1
Juan membantu Putra memotong kue dan Aira membantu Zaky memotong kue, Putra menyuapi kue pada papa dan mama nya.
Acara pun selesai, sebelum pulang Aira di bantu Putra dan Juan membagi kan nasi kotak dan snack box serta bingkisan jajanan. Tak lupa Aira memberi kan amplop yang berisi sejumlah uang pada setiap anak yang datang hari ini.
"Terima kasih ya anak-anak sudah mendoakan kakak Putra dan adek Zaky, semoga semuanya berkah ya anak-anak," ucap Juan.
Ucapan amin serentak dari 80 orang anak-anak panti asuhan. Anak-anak dari panti asuhan pulang bergiliran dengan di antar pak Deri.
"Mama.. papa.. terima kasih ya. Ulang tahun kali ini aku di raya kan banyak teman, meski pun cuma dapat kado dari mama sama papa aku bersyukur untuk semuanya," ucap Putra.
"Iya sayang, yang penting kamu tetap bisa bersyukur dalam keadaan apa pun. Kado hanya simbol yang penting kamu bisa berbagi dengan sesama dengan orang yang lebih membutuh kan," ucap Aira.
"Permisi, paket," teriak kurir.
Aira keluar dari rumah untuk menemui kurir yang mengantar paket karna Aira tidak merasa memesan paket apa pun.
"Paket atas Aira yasmin," ucap kurir.
"Iya saya sendiri," ucap Aira menerima paket dari kurir.
"Udah di bayar ya mas?" tanya Aira.
"Sudah bu," jawab kurir lalu pergi dari halaman rumah Aira.
Aira membaca pengirim paket yang tertera di paket, ternyata paketnya dari Winda.
"Sayang, ini ada paket dari tante Winda," ucap Aira membawa paket besar untuk Zaky.
Aira membuka paket di depan Putra dan Zaky di bantu oleh Juan. Paket besar yang berisi mainan dan baju, Aira juga menemu kan sepucuk surat dari Winda yang di simpan di dalam paket.
..."Selamat ulang tahun kakak Putra dan Adek Zaky, semoga kalian sehat selalu, makin pinter, berbakti pada mama dan papa, banyak rezeki dan di kelilingi orang-orang yang selalu menyayangi kakak Putra dan adek Zaky. Amin."...
__ADS_1
Aira membaca kan isi surat dari Winda untuk Putra dan Zaky di depan semuanya.