
Pak Dedi melaju kan mobilnya menuju rumah ibu Siska untuk menjemput ibu Siska.
Sesampainya di lapangan parkir dekat rumah bu Siska, ibu Ika pun turun dan pak Dedi memilih tinggal di mobil dan memutar balik kan mobilnya.
"Ibu jemput bu Siska dulu ya," ucap ibu Ika melangkah pergi ke gang menuju rumah ibu Siska.
"Jangan lama ya bu, biar cepat pergi ke kota S," ucap pak Dedi.
"Iya," ucap bu Siska singkat.
Keluar dari gang sudah terlihat rumah ibu Siska, rumah sederhana dengan cat warna biru dan di penuhi dengan tanaman kesayangan Aira.
Tok tok tok.
"Permisi, bu Siska," panggil bu Ika.
"Iya, sebentar," teriak bu Siska dari dalam rumah lalu membuka pintu.
"Eh bu Ika, mari masuk bu," ucap bu Siska mempersilahkan masuk pada bu Ika.
"Silahkan duduk bu," sambung bu Siska dan bu Ika pun duduk di kursi ruang tamu.
"Begini bu, saya kemari mau jemput bu Siska untuk pergi bersama ke kota S. Tadi Juan telpon saya katanya Aira masuk rumah sakit," ucap bu Ika.
"Oh gitu, kebetulan sekali ya. Saya sedang bingung mau ke sana pakai apa dan sama siapa," ucap Siska.
"Kalau begitu saya siap-siap dulu ya bu, tunggu sebentar ya bu," sambung bu Siska bangkit dari tempat duduknya dan pergi ke kamarnya untuk ganti baju dan menyiap kan beberapa pasang baju.
__ADS_1
Hanya butuh 5 menit bu Siska sudah siap dan keluar dari kamarnya dengan membawa tas berukuran sedang yang berisi baju.
"Saya sudah siap bu, ayo kita pergi sekarang," ucap bu Siska.
"Iya, suami saya sudah menunggu di depan," ucap bu Ika.
Ibu Ika dan bu Siska berjalan menuju parkiran mobil dan langsung naik ke dalam mobil.
"Sudah siap semua?" tanya pak Dedi.
"Sudah yah," ucap bu Ika.
"Maaf ya pak sudah merepot kan, sengaja jemput saya untuk pergi sama-sama ke rumah anak-anak kita," ucap bu Siska sungkan dengan kebaikan besannya.
"Iya bu tidak apa-apa, semuanya kan demi Aira. Pasti ibu juga khawatir dengan Aira kan, begitu pun dengan kami. Kami pun sama merasa khawatir dengan kondisi Aira," ucap pak Dedi sambil fokus melaju kan mobilnya di jalanan kota.
Perjalanan panjang menuju kota S di tempuh oleh 3 orang yang sudah mulai memasuki usia setengah abad. Pak dedi berusia 56 tahun dan bu Ika berusia 54 tahun, sementara bu Siska berusia 58 tahun.
Sementara Aira setelah selesai di periksa dan menjalani serangkaian pemeriksaan akhirnya Aira masuk ke ruang rawat inap.
Aira kehilangan banyak darah dan Hemoglobin (HB) juga rendah, transfusi darah pun di lakukan untuk mengganti darah yang hilang.
"Sayang, apa yang kamu rasa kan sekarang?" tanya Juan mengusap kepala Aira.
"Aku hanya lemas aja, pusing juga," jawab Aira.
"Oh iya Putra dimana sayang?" tanya Aira.
__ADS_1
"Putra di rumah, tadi aku titip ke mba Sri. Ibu dan ayah juga lagi di jalan menuju ke sini," jawab Juan.
"Maaf ya aku udah buat semua orang panik dan khawatir," ucap Aira dengan muka pucat dan tubuh lemas.
"Ga apa-apa sayang, yang penting kamu bisa sehat dan pulih seperti sedia kala. Aku ga tega melihat mu kesakitan kaya tadi dan terbaring lemas seperti ini," ucap Juan mencium kening Aira.
"Boleh aku minta tolong sayang, tolong ambil kan aku minum. Aku haus," ucap Aira.
Dengan sigap Juan mengambil kan segelas air minum dengan menggunakan sedotan agar Aira mudah untuk minum.
"Terima kasih ya udah temani aku di sini," ucap Aira.
"Iya sayang sama-sama. Sekarang kamu istirahat ya, biar cepat pulih lagi," ucap Juan.
Juan dengan setia menunggu di samping Aira sambil memainkan ponselnya.
Ponsel Juan berdering tanda panggilan masuk, Juan pun menggeser tombol hijau untuk memulai obrolan. Tak mau menganggu istirahat Aira, Juan pun memilih ngobrol di luar.
📱"Halo nak, kami sudah mau dekat ke kota S. Nanti kamu kirim alamat rumah sakitnya ya," ucap bu Ika.
📱"Iya bu, nanti aku kirim lewat chat WhatsApp ya bu," ucap Juan.
📱"Gimana kondisi Aira sekarang nak?" tanya bu Ika.
📱"Aira udah masuk ruang rawat inap bu, Aira kehilangan banyak darah dan HB nya sangat rendah makanya Aira transfusi darah," ucap Juan menjelas kan.
📱"Ya sudah, tunggu kami ya. Jangan lupa langsung di kirim nama rumah sakitnya dan alamat sama nama ruangannya sekalian biar ibu langsung cari ruangannya," ucap ibu Ika.
__ADS_1
📱"Iya bu, setelah ini aku langsung kirim, hati-hati di jalannya ya bu," ucap Juan.
📱"Iya," ucap bu Ika mengakhiri telponnya.