
Aira terus menangis dengan apa yang dirasakannya percuma, diamnya Aira hanya menutupi rasa kesal dan sakit yang ia rasa kan.
"Sudah lah Juan, mungkin jodoh kita memang hanya sampai di sini. Kita memaksa kan takdir untuk tetap bisa bersama namun pada kenyataannya kita hanya bisa saling menyakiti satu sama lain, lebih baik kita pikir kan lagi baik-baik pernikahan seperti apa yang kita ingin kan," ucap Aira menangis terisak.
"Please Aira jangan seperti ini, aku ga mau jauh dari kamu. Pikir kan juga Putra, anak kita masih butuh kasih sayang dari ke dua orang tuanya bukan hanya mama atau papanya aja tapi ke duanya," ucap Juan terus membujuk Aira.
Tak terasa sejak tadi ponsel Juan berdering, tapi Juan menghiraukannya tanpa melihat siapa yang menghubunginya.
Sekali lagi ponsel Juan berdering, di lihatnya ternyata panggilan masuk dari ibu mertuanya.
Segera Juan menekan tombol hijau untuk memulai obrolan dengan ibu mertuanya.
📱"Halo nak, kamu masih di jalan atau udah di rumah?" tanya ibu Siska tanpa basi basi.
📱"Aku udah di rumah bu, ini lagi sama Aira juga," jawab Juan.
__ADS_1
📱"Boleh ibu bicara dengan Aira, ibu sudah kangen dengan Aira," ucap ibu.
"Ibu mau ngomong sama kamu," ucap Juan memberi kan ponsel miliknya pada Aira.
📱"Halo bu, apa kabar?" tanya Aira.
📱"Halo nak, ibu sehat nak. Eh kok suara kamu kaya yang habis nangis gitu, kamu kenapa nak. Ada masalah sama Juan," ucap ibu Siska.
📱"Aku ga apa-apa bu, cuma lagi pilek aja," ucap Aira beralasan.
📱"Kamu yakin cuma pilek aja, ga bohong kan? Ibu hanya khawatir sama kamu nak, sudah berhari-hari ibu telpon ke ponsel mu tapi ga pernah di jawab makanya ibu telpon Juan untuk bertanya kabar kamu," ucap ibu Siska.
📱"Kamu benar baik-baik aja kan sama Juan," sambung ibu Siska.
📱"Iya bu aku baik-baik aja di sini, Putra juga sehat lebih terjamin kebutuhannya dari pada aku yang kerja belum tentu terpenuhi semua kebutuhannya," ucap Aira dengan nada sindiran.
__ADS_1
📱"Syukur lah kalau kalian baik-baik aja di sana, ibu jadi lebih tenang dan lega hati. Kamu banyakin istirahat biar cepat sembuh, jangan lupa minum obat ya. Di cari lagi ponselnya, biar ibu lebih mudah menghubungi mu," ucap ibu Siska.
📱"Iya bu, maaf kan Aira ya bu. Aira udh bikin ibu khawatir," ucap Aira.
📱"Iya nak, yang penting ibu sudah tau kamu baik-baik aja itu udh lebih dari cukup untuk ibu," ucap ibu Siska.
📱"Ya sudah, kalau gitu kamu istirahat ya. Ibu tutup telponnya ya nak," sambung ibu mengakhiri telponnya dan Aira menekan tombol merah tanpa mau menjawab.
Aira segera memberi kan ponsel milik Juan tanpa mau melihat apa pun dari ponsel Juan karna itu akan lebih menyakitkan jika sampai Aira tau ada rahasia lain yang Juan simpan.
Juan mendengar semua percakapan antara Aira dan ibu mertuanya, tidak sedikit pun Aira memberi tau kan kalau mereka sedang bertengkar gara-gara hal sepele.
"Aira maaf kan aku ya, aku janji akan selalu membahagiakan mu. Apa yang harus aku lakukan agar kamu memaaf kan ku," ucap Juan.
"Sekarang aku tanya sama kamu, buat apa kamu telpon Nadia? cuma untuk memasti kan kalau itu benar perempuan yang terakhir menelpon ku atau kamu memang tidak percaya pada ku," ucap Aira sambil menghapus air mata di pipinya.
__ADS_1
"Aku percaya sama kamu Aira, aku hanya memasti kan itu saja," ucap Juan.
"Memastikan kalau aku selingkuh atau tidak, begitu kan maksud mu. Ingat Juan kalau aku memang berniat membalas perselingkuhan mu, aku tak akan mau kembali rujuk sama kamu. Aku pasti berusaha sekuat tenaga untuk bisa bercerai sama kamu, pikir itu baik-baik," ucap Aira.