4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Arcelo


__ADS_3

Betapa kagetnya Arcelo saat dia keluar dari kamar mandi, Febri sudah ada di depannya.


"Feb, apa yang kamu lakukan?" tanya Arcelo dengan menelan salivanya.


Febri kini berdiri di depan Arcelo hanya menggunakan pakaian dalamnya saja, tentu jiwa kucing garong Arcelo meronta, ingin segera menerkam daging mentah di depannya apalagi daging di depannya masih fresh tentu sangat nikmat jika di makan.


Sama seperti Arsen, Arcelo juga merasakan nyut-nyut di bawah, "Aku ingin tidur dengan kamu Arcelo," jawab Febri lalu dia memeluk Arcelo.


Tentu Arcelo bisa merasakan dua bukit Febri yang nyaris hampir terekspos sempurna.


Arcelo yang merasa panas mengusap tengkuknya dengan tangan.


"Feb, jangan buat aku khilaf. Fine fine aku belum pernah sama sekali tidur dengan wanita, semua cerita aku itu hoax, kamu nggak perlu melakukan pembuktian cinta kamu," kata Arcelo lalu melerai pelukan Febri.


Arcelo memegang kedua pundak Febri dan menatapnya lekat. "Feb, please jangan gila," kata Arcelo yang membuat Febri menunduk.


Kemudian Arcelo pergi mengambil baju Febri yang berada di atas tempat tidur lalu dia kembali lagi ke tempat dimana Febri berdiri.


"Ini pakai baju kamu," kata Arcelo dengan menyodorkan pakaian Febri


Febri yang merasa malu segera mengambil bajunya dan masuk ke kamar mandi, dalam kamar mandi Febri menangis, dia seperti wanita murahan yang meminta seorang pria untuk menidurinya dan parahnya pria tersebut malah menolaknya.


Febri segera memakai pakaiannya dan keluar, lalu dia mengambil tasnya dan ingin pulang.


"Maafkan aku Arcelo, aku memang wanita rendah wanita murah, bagaimana bisa aku berfikir kamu mau meniduri wanita seperti aku. Aku janji nggak akan mengganggu kamu lagi," kata Febri lalu dia mengecup pipi Arcelo dan pergi.

__ADS_1


Arcelo membatu dengan apa yang diucapkan Febri serta kecupan kecil Febri. Sungguh dia tidak bermaksud untuk membuat Febri terluka.


Febri segera mengambil motornya dan berlalu, tadi mereka datang ke hotel dengan kendaraan masing-masing.


Arcelo yang malas pulang memutuskan untuk bermalam di hotel saat hendak tidur tak sengaja dia menindih ponsel Febri yang tertinggal.


Arcelo kepo dengan isi ponsel Febri, kebetulan juga Febri menggunakan pin/pola untuk mengunci ponselnya sehingga Arcelo bisa membukanya.


Dia tersenyum saat melihat fotonya sebagai wallpaper, "Dia sungguh menyukaiku," gumam Arcelo. Arcelo membuka galery dan ternyata banyak fotonya yang secara sembunyi-sembunyi Febri ambil.


Arcelo juga membaca sebuah catatan, Febri menulis isi hatinya.


Arcelo, nama pria yang sangat amat aku cinta


Aku tidak berani mengungkapkan cinta padanya karena Arcelo adalah bulan dan aku hanya seorang pungguk


Hingga suatu saat dia jadi pahlawan aku, sejak saat itu cintaku semakin kuat dan dalam


Cinta ini mendarah daging dalam jiwa dan tubuhku


aku sendiri tak kuasa melawan cinta yang sangat kuat ini, hingga dia mencium diriku saat itu


Jiwaku serasa terbang ke awan, aku ingin selalu merasakan sentuhan bibirnya lagi dan lagi


Bibir manis Arcelo membuat aku gila, hingga setiap detik dan menit otakku selalu memikirkannya

__ADS_1


Arcelo


Telah habis sudah cinta ini, tak tersisa lagi untuk mahkluk lainnya karena aku telah memberikannya semua untukmu


Aku sendiri juga tidak tau kenapa aku begitu mudah memberikan hatiku padamu


Ketampanan kamu tak kan habis meski aku menulisnya dalam berjuta lagu


Dan juga akan butuh panjang puisi untuk menyuratkan rasa cintaku padamu.


Arcelo


Tulisan Febri sudah putus, mungkin dia belum menulisnya lagi.


Arcelo nampak tersenyum


"Feb, aku minta maaf. Terima kasih atas cinta yang dalam untukku," gumam Arcelo lalu meletakkan ponsel Febri di nakas.


Entah mengapa Arcelo membuka ponsel Febri lagi dan menyimpan nomornya.


Apakah Arcelo tersentuh dengan cinta Febri padanya? atau hanya menyimpan nomor Febri siapa tau suatu saat dia butuh wanita yang bisa dicium? entahlah yang intinya saat ini Arcelo senyum-senyum sendiri seperti orang Gila.


Bahkan bayangan Febri yang hanya memakai pakaian dalam kini berkeliaran dipikiran Arcelo.


"OMG, bayangan indah itu selalu muncul,"

__ADS_1


__ADS_2