4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Tidak ingin pacaran.


__ADS_3

"Ya itu, lagian nama juga sama," gerutu papa Sean yang membuat mama Arini tertawa.


"Beda dong sayang, aku Arini dia Airin," sahut Mama Arini.


"Sama saja, bikin lidah keseleo saja," timpal Papa Sean.


Arini mengelus punggung suaminya, kemudian mereka menunggu Arsen dan Airin di ruang kerja.


Saat masuk kamar Arsen, Airin membolakan matanya, dia takjub dengan kemewahan kamar Arsen.


Matanya terus berkeliling menjelajahi setiap sudut kamar Arsen, "Benar katanya kalau kamarnya lebih besar dari rumahku," batin Airin.


Kemudian Arsen mengajak Airin ke tempat tidurnya.


"Besar kan tempat tidurku, tidak seperti tempat tidurmu, sempit dan keras sekali kok bisa gitu kamu tidur di tempat tidur seperti itu," ejek Arsen yang hanya membuat Airin berdecak kesal.


"Ya sudah sana mandi dulu," usir Airin.


Arsen bukannya beranjak mandi dia malah mengungkung Airin di bawahnya. Seketika tubuh Airin memucat, dia takut kalau Arsen khilaf.


"Arsen jangan, kamu mau ngapain?" tanya Airin gugup


"Aku ingin menikmati waktu berdua denganmu," jawab Arsen.


Airin mencoba sekuat tenaga lari dari lingkungan Arsen namun sia-sia yang ada Arsen malam semakin menurunkan tubuhnya hingga jarak bibirnya dan bibir Arsen hanya beberapa senti saja.


"Aku mencintai kamu Airin, aku ingin selalu bersama kamu," kata Arsen yang membuat Airin kikuk.


"kamu menjauh dulu, aku kesulitan bernafas Arsen," kata Airin mencoba bernegosiasi dengan Arsen.


Arsen bukannya menjauh namun dia malah menyambar bibir Airin yang sedari tadi menggodanya.


Tubuh Airin benar-benar terkunci, dia tidak bisa berkutik sama sekali selain menikmati bibir Arsen yang menikmati bibirnya.


"Arsen brengsek," umpat Airin dalam hati.


Puas menikmati bibir Airin, Arsen pun melepas pautannya.


"Kamu beraninya mencium aku lagi dan lagi," maki Airin dengan nafas yang tersengal.


"Kamu kan sudah wanita aku jadi wajar kalau aku mencium kamu," sahut Arsen enteng


"Seeankanya saja kalau ngomong, sejak kapan aku jadi wanita kamu," ucap Airin.


"Suka nggak suka mau nggak mau pokoknya kamu sekarang wanita aku, awas saja kalau kamu selingkuh atau menghianati aku," ancam Arsen lalu dia masuk dalam kamar mandi.


Airin yang kesal memukul-mukul tempat tidur Arsen, bisa-bisanya Arsen memperlakukannya seperti itu. Ini sama halnya merampas hak asasinya, hak asasi untuk mencintai dan tertarik pada laki-laki.

__ADS_1


"OMG, kenapa nasib aku begini, lalu Aaron bagiamana, lelaki yang membuat hatiku bergetar," kata Airin


Beberapa saat kemudian, Arsen sudah selesai mandi, dia menuju lemarinya untuk mengambil handuk dan pakaiannya.


"Hey Airin, ini handuk kamu," kata Arsen lalu memberikan handuk pada Airin.


Airin yang masih kesal segera mengambil handuk dari tangan Arsen lalu masuk kamar mandinya.


Lagi-lagi Airin dibuat takjub oleh kemewahan kamar mandi Arsen.


"Astaga, kamar mandinya lebih besar dari kamar aku, dan lebih nyaman," gumam Airin.


Dia menyusuri kamar mandi Arsen yang besar tersebut, bukannya segera mandi Airin malah asik menjelajah kamar mandi Arsen.


Arsen yang selesai ganti baju dan berparas menunggu Airin sambil mencharge ponselnya yang tadi mati.


Tiga puluh menit berlalu namun Airin masih belum keluar sehingga Arsen nampak cemas.


Dia kemudian mengetuk pintu kamar mandi.


"Hey! Airin kamu masuk closet WC ya, lama sekali," kata Arsen dari luar.


Airin yang mendengarnya segera mandi, dia masuk ke dalam bathub, seumur-umur ini pertama kalinya Airin mandi di bathub.


Setelah selesai dia keluar dengan memakai bajunya yang tadi dipakainya.


"Iya, memangnya mau pakai baju apa? kan aku nggak bawa baju ganti," jawab Airin.


"Pakai bajuku ya." Arsen menawarkan bajunya.


"Nggak usah, ini saja," sahut Airin.


Setelah siap, mereka berdua pergi ke ruang kerja papa Sean.


"Pa, ma," panggil Arsen yang sudah berdiri di ambang pintu.


"Masuk," titah Papa Sean.


Papa Sean mengajak Arsen dan Airin bergabung dengannya dan mama Arini di sofa.


Arsen dan Airin duduk berhadapan dengan orang tau Arsen dan ini membuatnya sangat gugup.


Entah dia harus senang atau sedih karena kini dia masuk dalam kehidupan orang no satu di kampus B.A.


"Apa kalian saling jatuh cinta?" tanya Papa Arsen


"Pasti dong pa," jawab Arsen, " Iya kan Airin?" tanya Arsen dengan menoleh pada Airin.

__ADS_1


Airin serba bingung, dia harus bilang apa sekarang karena memang dia masih ragu dengan perasaannya, bagaimanapun juga Aaron masih ada di hatinya.


"Begini, papa tidak melarang cinta kalian namun jangan melampaui batas, ingat jaga nama baik papa di kampus, dan untuk kamu Arsen Minggu depan fix bantu papa di kantor," kata Papa Sean panjang kali lebar


"Siap pa, nggak mungkin Arsen melampaui batas pa, tapi kalau DP nggak papa kan pa" sahut Arsen


"DP apa maksud kamu?" tanya mama Arini


"Itu lo ma, cium dan lain-lain," jawab Arsen


"Gak papa DP asal jangan dibayar kontan," sahut papa Sean dengan menggelengkan kepala.


Airin sedari tadi diam kini mencoba membuka suaranya


"Sebenarnya saya belum ada niatan untuk pacaran om dan tante, karena saya masih ingin fokus dengan belajar, apalagi saya juga harus bekerja untuk membantu orang tua saya membayar biaya kuliah saya," kata Airin


"Kamu mandiri sekali Airin, seperti Tante saat muda dulu," puji Mama Arini.


"Lalu bagaimana dengan aku kalau kamu nggak mau pacaran, nggak nggak aku nggak setuju pokoknya kamu itu wanita aku, milik aku," sahut Arsen.


Airin mendengus kesal, sungguh susah berhubungan dengan tuan muda yang orang tuanya yang selalu mendukung.


"Arsen Arsen," kata papa Sean


"Maafkan Arsen Airin." Mama meminta maaf atas sikap Arsen.


"Nggak papa Tante," ucap Airin berbohong meski dalam hatinya apa-apa banget dengan sikap Arsen.


Suasana hening kini menyelimuti ruang kerja papa hingga kata papa mengejutkan Arsen.


'Oh iya Arsen untuk ulang tahun kamu, kami semua akan merayakannya di Vila papa, sudah lama sekali kita nggak kesana," kata papa Arsen


"Tapi kan pa, aku mau merayakannya bersama A4 lainnya, jadi papa dan geng papa nggak usah repot-repot merayakan ultah aku," sahut Arsen nggak setuju.


"Setuju nggak setuju kamu harus setuju karena papa dan om-om kamu sudah membahas rencana ini jauh jauh hari," timpal Papa


Aarrggg


Arsen mengusap rambutnya dengan kasar, pasti ultahnya hancur gara-gara ulah papa, mama dan geng mama papanya.


"Tapi Airin boleh ikut kan?" tanya Arsen


Papa Sean dan Mama Arini saling pandang, "Kalau itu tergantung Airin dia mau ikut apa nggak," sahut mama Arini.


Arsen nampak senang, karena orang tua mereka mengijinkan Airin untuk ikut.


Sebenarnya dia ingin merayakan ulang tahunnya bersama A4 dan Airin tapi kalau Airin ikut ke Vila Arsen senang-senang saja.

__ADS_1


Airin hanya diam, dia tidak bisa berkata-kata lagi, sungguh sikap Arsen membuat Airin kesal sekali bagaimana Arsen punya pikiran untuk mengajaknya ke pesta ulang tahun bersama orang tua serta teman-temannya.


__ADS_2