
A4 berkumpul di tempat biasa, Arsen yang sudah sangat kesal tidak sabar untuk mengeksekusi Wanda cs.
"Enaknya diapakan ni cewek, gara-gara dia Airin hampir keluar kampus," kata Arsen dengan kesal
"Keluarin aja daripada jadi racun di sini," ide Arcelo
"Is good idea brow, come on kita eksekusi. Aku mau nemuin dosen dulu, setelah keluar dari kampus jangan harap dapat kuliah di kampus manapun," kata Arsen kesal.
Arcelo, Artur dan Arsen pergi ke kantor, mereka meminta supaya Wanda cs di DO karena telah memfitnah Aaron dan juga Airin.
Ini memang bukan suatu alasan untuk bisa menDO Wanda, namun mengingat yang difitnah adalah anak orang nomor satu di B.A jadi mau nggak mau mereka menDO Wanda cs.
Wanda cs bercanda di taman kampus hingga suara A4 mengagetkannya.
"Kalian pulanglah dan jangan kembali lagi ke kampus ini, karena kalian telah aku DO," kata Arsen.
Semua Mahasiswa yang mendengar ribut-ribut segera melihat apa yang terjadi, apalagi A4 diikuti oleh petinggi kampus dan juga berapa dosen.
"Jangan harap kalian diterima di kampus manapun," sahut Arcelo,
"Itulah akibatnya jika mencari gara-gara dengan A4," timpal Arthur.
Mendengar kata-kata A4 membuat Wanda cs menangis mereka memohon dan berlutut supaya A4 tidak menDO mereka.
"A4 kami mohon maafkan kami, tolong jangan DO kami," ucap Wanda dengan menangis
"Enak saja, aku telah memfitnah Aaron dengan Airin, dan sekarang kamu meminta aku supaya memaafkan kamu, ngimpi!" sahut Arsen
"Kami masih berbaik hati hanya menDO kalian, seharusnya kalian itu digantung di pohon pepaya," timpal Arthur
__ADS_1
"Hey Arthur mana bisa pohon pepaya untuk menggantung orang," bisik Arcelo
"Nggak," kata Arthur dengan terkekeh.
"Kamu ini, kita ini lagi marah, kenapa kalian malah terkekeh," maki Arsen
Arsen yang kesal hanya bisa memijat pelipisnya, sedangkan Wanda terus memohon dan menangis pada A4 namun A4 tidak sedikit pun Iba pada Wanda cs.
Karena para mahasiswa telah berkumpul Arsen memberikan pengumuman pada semua mahasiswa.
"Beginilah nasib mahasiswa yang berani macam-macam dengan A4," teriak Arsen.
Semua mengangguk paham dengan perkataan Arsen, karena kembali lagi kuasa A4 memang luar biasa bahkan dosen tidak mampu menolong.
Airin yang mendengar keributan ikut bergabung dan betapa kagetnya dia melihat Wanda Cs menangis dengan berlutut di depan A4.
Airin segera mendatangi Arsen.
"Arsen kamu ngapain?" tanya Airin
"Aku ingin menDO mereka, karena mereka telah berani memfitnah kamu dan juga Aaron," jawab Arsen.
"Tidak adakah hukuman yang lain Arsen," kata Airin.
"Gantung," sahut Arsen
"Kamu ini sembarangan sekali Arsen, dia ini anak orang main gantung saja," timpal Airin.
"Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan dan hukuman seorang pembunuh adalah gantung," ucap Arsen.
__ADS_1
Airin malah debat dengan Arsen sehingga membuat Arcelo dan Arthur memijat pelipis mereka.
"Pasangan unik, aneh dan langka. Kita wajib melindunginya supaya tidak putus," kata Arcelo
"Betul," sahut Arthur.
Airin mencoba bernegosiasi dengan Arsen, meski Wanda cs telah menyakitinya tidak seharusnya dia di DO, kan kasian orang tua Wanda cs kalau sampai mereka keluar kampus dan tidak diterima di universitas manapun.
"Arsen apa kamu nggak kasian," kata Airin yang sudah lelah berdebat dengan Arsen.
Wanda cs memohon pada Airin untuk membantunya, Wanda cs juga meminta maaf pada Airin, bahkan mereka semua berlutut di depan Airin.
"Ampuni kami Airin?" pinta Wanda
"Aku sudah memaafkan kamu," jawab Airin
"Tolong bujuk Arsen, Airin." Wanda memohon pada Airin.
Para petinggi kampus yang lelah menunggu akhirnya mamastikan pada Arsen bagaimana jadi di DO apa tidak.
"DO sekarang, usir mereka," titah Arsen
Wanda CS berteriak meminta ampun, mereka bahkan histeris dan ini membuat Airin tidak tega.
"Arsen please maafkan mereka," ucap Airin
Arsen tidak menggubris kata dari kekasihnya hingga Airin yang kesal akhirnya membisikkan sesuatu di telinga Arsen.
"Baiklah akan aku lepas mereka,"
__ADS_1