
Airin dan Arsen nampak malu-malu meong, karena Airin sudah mengantuk dia pun merebahkan diri di kasur Arsen, begitu pula dengan Arsen yang ikut merebahkan diri, niatnya sambil nunggu hujan reda tapi malah mereka berdua ketiduran sampai pagi.
Perlahan mata Airin terbuka, dia menyusuri setiap sudut ruangan yang nampak tidak seperti kamarnya.
"Sejak kapan kamar aku jadi luas seperti ini," gumam Airin dengan mengingat ingat kembali apa yang terjadi semalam.
Setelah ingat Airin membolakan matanya, dia baru sadar kalau dia ketiduran di kamar Arsen dan belum pulang. Saat hendak beranjak dia merasakan berat di bagian perutnya, dan betapa kagetnya dia melihat tangan Arsen melingkar sempurna di sana.
"Tidakkkkkk, Arseeeeen, apa yang kamu lakukan," teriak Airin dengan keras. Dia melihat pakaian yang ada di tubuhnya kemudian Airin menghela nafas karena bajunya masih utuh.
Arsen yang terganggu dengan teriakan Airin mencoba membuka matanya.
"Sayang jam berapa? hujannya pasti sudah reda," tanya Arsen dengan menguap.
"Ini sudah pagi Arsen, lihatlah cahaya matahari sudah mulai masuk menerobos tirai," jawab Airin dengan menunjuk tirai kamar Arsen.
"Astaga kita ketiduran sayang," sahut Arsen.
Di bawah, A4 datang untuk mengajak Arsen joging memang begitulah kebiasaan A4 saat hari minggu joging bersama sambil menyegarkan mata, apalagi Arcelo dan Arthur sangat suka melihat Tante-tante senam karena body mereka aduhai.
"Di taman pasti banyak Tante Tante yang senam, body nya lo membuat jiwaku meronta," kata Arthur
__ADS_1
"Nanti dapat Tante-tante tau rasa," sahut Aaron.
"Ih kaya kamu nggak aja, kamu kan juga suka dengan wanita yang lebih tua dari kamu," timpal Arthur dengan tertawa.
Aaron yang mendengar kata Arthur pun ikut tertawa, "Itu bukan Tante Tante tapi Kakak kakak, benar kan Arcelo," kata Aaron
"Iya," sahut Arcelo dengan tertawa.
Kini mereka sudah sampai di depan pintu kamar Arsen, seperti biasa Arsen memang jarang mengunci pintu kamarnya, sudah kesepakatan A4, karena mereka selalu bersama jadi kamar Arsen juga kamar A4, ini berlaku juga untuk Arcelo, Arthur dan juga Aaron.
Arthur masuk lebih dulu, dan betapa kagetnya dia.
"OMG, Arsen Airin! kalian ngapain?" tanya Arthur dengan berteriak.
"Kalian, tidur bersama?" kata Aaron dengan raut wajah yang berubah.
"Arsen! kamu boleh tidur berdua di kapal tapi jangan di rumah, ada mama dan papa kamu," teriak Arcelo
Mama Arini yang kebetulan lewat jadi kaget, dia mengira Arsen mengantar Airin pulang tapi ternyata mereka malah tidur berdua dalam satu kamar.
"Ada apa Arcelo, Aaron?" tanya mama Arini
__ADS_1
"Arcelo dan Aaron saling pandang, sehingga Arini memaksa masuk.
"Arseeeeeeeen, kamu itu masih bocil sayang! kenapa sudah tidur berdua dengan wanita," teriak mama Arini.
Entah apa yang dirasakan Airin saat ini terciduk tidur berdua oleh mama Arsen dan juga A4, berbeda dengannya yang gugup, pucat, malu dan takut sedangkan Arsen malah terkekeh.
"Parah kalian, tidur berdua nggak ajak-ajak. Kan aku bisa jadi orang ketiga," seloroh Aaron untuk mencairkan suasana yang membuat semua mata tertuju padanya.
Aaron tau kalau Airin sangat takut, terlihat dia selalu menunduk untuk itu Aaron mencoba mencairkan suasana yang tegang dengan bercanda.
"Enak aja, mana boleh bertiga. Dia hanya milik aku," sahut Arsen.
"Maaf ma, semalam Arsen ketiduran. Hujannya lama redanya," imbuh Arsen kemudian.
Papa Sean yang baru keluar dari kamar kaget melihat Aaron, Arcelo dan istrinya berkumpul di depan pintu kamar Arsen.
"Ada apa ini?" tanya papa Arsen.
Aaron dan Arcelo saling pandang, kemudian papa Sean memaksa masuk.
Dia sungguh kaget melihat Anaknya di ranjang berdua dengan Airin.
__ADS_1
"Bersihkan diri kalian setelah ini ikut papa ke ruang kerja," titah papa Sean, "Dan untuk A4, kalian juga, Om ingin bicara," imbuh papa Sean lalu keluar kamar yang diikuti mama Arini.