
Setelah acara tiup lilin selesai, Arsen mengambil sepotong kue untuk orang tuanya, dia sangat berterima kasih pada mama dan papanya karena telah menyayangi dan merawatnya hingga dia tumbuh besar seperti saat ini.
"I love you mom dad, my first love is for yours," kata Arsen sambil memeluk dan mencium mama dan papanya.
Airin nampak tersenyum, meski sikapnya yang tempramental namun dia sangat menyayangi kedua orang tuannya.
Setelah semua diberi kue oleh Arsen kini saatnya mereka semua memberikan hadiahnya pada Arsen.
Ada yang memberinya mobil baru, jam tangan, sepatu, dan lain-lain.
Papa Sean dan mama Arini memberikan Arsen sebuah apartemen mewah karena menurutnya Arsen sudah dewasa siapa tahu kalau dia ingin tempat yang lebih privasi.
Melihat hadiah yang diterima Arsen adalah barang mewah, Airin malu dan dia tidak jadi memberikan hadiahnya pada Arsen.
"Kamu tidak memberiku hadiah Airin?" tanya Arsen
"Maaf Arsen hadiah untuk kamu ketinggalan di rumah," jawab Airin berbohong.
"Kamu ini, kekasih ulang tahun malah hadiahnya tertinggal di rumah," omel Arsen.
Mama Arini memberikan pengertian pada Arsen tidak boleh marah-marah toh Airin juga nggak sengaja meninggalkan hadiahnya.
"Maaf ya sayang," ucap Arsen menyesal
"Iya Arsen, maafkan aku juga," sahut Airin.
__ADS_1
Arsen pun memeluk Airin, acara berlanjut lagi kini adalah pesta kembang api, mereka membeli kembang api yang sangat banyak sehingga pesta kembang apinya sangat meriah.
Setelah selesai, mereka memutuskan untuk tidur
Waktu sudah menunjukan pukul tiga dini hari.
Papa Shane yang masih kepikiran dengan kata-kata papa Daffa pun tiba-tiba takut. Dia memeluk mama Amira dengan erat sehingga mama Amira menggeliat karena kesulitan bernafas, dia akhirnya membelakangi papa Shane dan itu membuat papa Shane semakin takut.
"Sayang hadap sini dong," pinta Shane namun karena sudah tidur mama Amira tidak menggubris kata-kata papa Shane.
A4 yang tidur bersama harus kaget karena tiba-tiba listrik padam.
"Mati aku, ini kenapa lagi sih!" gerutu papa Shane.
A4 yang merasa tidak nyaman dengan gelap memutuskan untuk keluar, mereka memanggil mama dan papa mereka namun tidak ada respon.
"Mereka mungkin sedang panjat pinang dan tebing," kata arcelo.
"Betul," sahut Arthur.
Mereka memutuskan untuk duduk di sofa depan, saat melihat sekitarnya tiba-tiba Arsen melihat seorang wanita dengan pakaian putih panjang berdiri dan ini membuat Arsen sedikit merinding.
"Guys, ada seorang wanita berdiri di sana," tunjuk Arsen.
Ternyata bayangan wanita itu belum hilang sehingga membuat A4 merinding semua.
__ADS_1
"Lebih baik kita berdoa biar hantunya pergi," kata Arsen
"Betul," sahut A4 lainnya.
"Arsen kamu yang memimpin doanya ya," kata Aaron
"Ok," sahut Arsen.
Mendengar Arsen berdoa membuat A4 lainnya tertawa, ketua geng mereka sungguh payah, bisa-bisanya dia malah membaca doa sebelum makan.
"Arsen Arsen jangan lawak di sini, yang ada hantunya bukannya pergi malah dia ikut nongkrong dengan kita, karena dikira kita lagi makan-makan," kata Arthur dengan memijat pelipisnya.
"Ya sudah kalian yang berdoa," sahut Arsen kesal, pasalnya dia sudah berdoa namun teman-temannya malah menertawakannya.
Kini Arthur yang memimpin doa,
"Berdoa dimulai," kata Arthur
"Bentar bentar, aku baca doa apa?" tanya Arthur bingung
"Doa mencari rejeki," sahut Arcelo kesal.
Saat asik debat mereka mendengar suara tawa wanita seolah hantu tersebut menertawakan mereka berempat
Kemudian mereka berempat kembali ke kamar karena sudah merasakan hawa-hawa tidak enak.
__ADS_1