4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Mengantar Aaron


__ADS_3

"Kamu ini, mau aku cium?" ancam Arcelo


"Jangan dong Arcelo, memangnya aku wanita apaan main cium," sahut Airin dengan menutup mulutnya.


Arcelo hanya tertawa melihat tingkah Airin, menurutnya menggelikan sekali.


"Sudah jangan ditutupi, nggak doyan aku bibir kamu pasti pahit," ejek Arcelo


"Arcelooooo, kamu tu menyebalkan banget sih," teriak Airin yang membuat Arcelo kaget.


"Woy Airin, itu bibir apa sound sistem orang punya hajat, keras sekali. Amit-amit deh, dulu ibu kantin nyidam apa saat hamil kamu," omel Arcelo


"Bunda ya nyidam artis cantik, mangkanya anaknya cantik seperti aku," sahut Airin


Mendengar kata dari Airin membuat Arcelo berekspresi ingin muntah, "Uwek, wajah pas pasan dan hidung kurang bahan bilang cantik? OMG mata orang yang bilang cantik tu katarak," kata Arcelo yang membuat Airin marah.


"Arcelo kamu sendiri yang membuat aku marah," sahut Airin


Airin memukul mukul lengan Arcelo sehingga Arcelo protes, dia mengomeli Airin juga, karena tindakan Airin berbahaya mengingat posisi Arcelo sedang menyetir.


"Kamu ingin bertemu malaikat maut hari ini, hah!" maki Arcelo


Seketika Airin menghentikan tangannya, lalu dia membuang wajah ke luar jendela.


Tak berselang lama, Airin dan Arcelo sampai di rumah Aaron, Airin nampak gugup dia nggak siap bertemu dengan Aaron maupun Arsen.


"Arcelo aku nunggu di mobil ya," kata Airin.

__ADS_1


"Jangan macam-macam kamu Airin, mau aku cium?" ancam Arcelo


"Aku malu," sahut Airin dengan terkekeh.


"Nggak usah malu-malu, ayo!" timpal Arcelo lalu dia keluar mobil.


"Bismilah," ucap Airin lalu keluar mobil.


Aaron dan Arsen nampak sudah baikan, namun Aaron tetap pergi ke luar negeri.


Arcelo dan Airin mendekat di tempat Arsen dan Aaron berada.


"Halo Arsen, Aaron dan Arthur," sapa Airin


"Halo," sahut mereka bertiga bak paduan suara.


"Arcelo minggir," kata Arsen


Arcelo segera berdiri dan minggir, dia takut kalau Arsen cemburu buta.


Arcelo kini yang duduk bersebelahan dengan Aaron sedangkan Arsen duduk samping Airin.


"Kamu sudah baikan dengan Aaron?" tanya Airin


"Iya," jawab Arsen.


Flashback

__ADS_1


Arsen berbicara empat mata dengan Aaron, "Aaron kamu mau kemana?" tanya Arsen pura-pura tidak tau.


"Aku pergi untuk menjenguk Kak Keira, sekalian liburan di sana," jawab Aaron


"Bukan untuk menghindari aku kan?" tanya Arsen lagi


"Bukan, kamu sahabat aku kenapa aku ahrus menghindari kamu," jawab Aaron , "Oh ya bagaimana dengan Airin?" tanya Aaron sesudahnya.


"Dia baik, tapi katanya dia mau keluar kampus," jawab Arsen


Mendengar jawaban dari Arsen membuat Aaron berfikir, dia sedih jika Airin harus keluar kampus.


"Cegah dia Arsen, kamu pasti menyesal jika dia benar-benar keluar dari kampus," pesan Aaron.


"Iya Aaron aku akan mencegahnya, habis ini dia kesini, aku tadi menyuruh Arcelo menjemputnya," ucap Arsen.


"Bagus lah Arsen, semoga nggak ada salah paham lagi dengan kita," sahut Aaron


"Eh tapi bagaimana kamu bisa se emosi itu, padahal aku dan Airin cuma bercanda biasa, kami memang sering bercanda, bahkan jauh sebelum dia mengenal kamu dengan baik," kata Aaron


Akhirnya Arsen menceritakan semua, kalau waktu itu Wanda memperlihatkan video Airin dengan Aaron, dan itu membuat Arsen salah paham dan marah besar.


Aaron tersenyum


"Kamu memang gampang di kibuli Arsen," sahut Aaron.


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2