4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Antar aku pulang


__ADS_3

"Kenapa nggak kamu saja yang antar aku pulang," ide Arsen.


"What! aku ngantar kamu pulang? nggak-nggak its bad ide," sahut Airin nggak setuju.


"Come on Airin, apa menurut kamu aku harus jalan kaki," kata Arsen dengan memelaskan dirinya berharap Airin kasian padanya.


Melihat wajah Arsen dengan ekspresi puppy eyes akhirnya Airin mau mengantar Arsen pulang.


"Baiklah tapi hanya di depan saja," ucap Airin


"Ok my love," sahut Arsen senang.


"My Love my love, seperti judul lagu saja," timpal Airin.


"Lagunya siapa?" tanya Arsen


"Lagu dari boyband Irlandia, lawas sih cuma aku suka banget karena mereka ganteng-ganteng banget saat muda," jawab Airin.


Arsen mencibirkan bibirnya, merasa tidak senang saat Airin memuji cowok lain meskipun itu seorang artis.


"Gantengan mana sama aku," sahut Arsen


"Gantengan mereka lah, wajah kamu memang wajah bule tapi bule yang mengesalkan gak ada daya tariknya sama sekali," ucap Airin yang membuat Arsen kesal.


"Brengsek," umpat Arsen, "Dari jutaan wanita yang aku temui hanya kamu yang bilang aku jelek dan juga mama saat lagi marah sama aku," ungkap Arsen.


Airin hanya tertawa, memang benar apa yang dikatakan mamanya kalau Arsen memang jelek.


Kemudian Airin memakai jaketnya tak lupa dia menyisir rambut lalu mengucirnya, dia juga memakai lipstik tipis, sehingga bibirnya terlihat menggoda.


Arsen nampak terpesona, ingin sekali dia mencium bibir Airin yang menggoda tersebut.


"Hey Airin jangan menggoda aku," ucap Arsen yang membuat Airin menatapnya dengan tatapan maut.


"Siapa juga yang menggoda kamu, aku tu siap-siap buat ngantar kamu pulang, biar nggak nyusahin di sini," kata Airin lalu mengambil kontak motornya.


Arsen tertawa, dia sungguh senang sekali membuat Airin kesal padanya.


Meraka berdua melangkahkan kaki keluar kamar kemudian pamit pada bunda.

__ADS_1


"Bun, Airin ngantar Arsen pulang dulu ya," pamit Airin


"Hati-hati ya," ucap bunda.


"Arsen juga ya Bun, pamit mau pulang dulu maaf sudah merepotkan bunda," kata Arsen.


"Sadar juga kalau merepotkan," gumam Airin yang masih bisa didengar oleh Arsen.


"Kamu ini menyebalkan sekali," gerutu Arsen


Bunda hanya menggelengkan kepala akan sikap anaknya.


Kini mereka berdua menuju motor butut milik Airin,


"Sini biar aku yang bonceng," kata Arsen


"Nggak nggak, nanti kamu jatuhkan aku lagi," sahut Airin.


"Gini-gini aku juga ahli naik kotor," timpal Arsen.


"Nggak, kalau nggak mau ya sudah pulang sendiri!" maki Airin.


"Ya sudah sana jalan kaki," omel Airin.


"Iya iya sayang, ayo antar aku pulang. kamu cantik deh," rayu Arsen.


Airin lalu naik motornya dan Arsen bonceng di belakang.


Sepanjang perjalan Arsen memeluk Airin dari belakang sehingga membuat Airin kesal.


"Arsen lepas nggak tangan kamu, kita lagi nggak syuting film romantis di atas motor jadi jangan aneh-aneh deh kamu," ucap Airin kesal dengan sikap Arsen.


"Aku takut jatuh sayang," sahut Arsen dari belakang dengan tertawa.


Arsen memang pintar memanfaatkan keadaan, dan Airin tidak bisa berbuat apa-apa selain membiarkan Arsen yang lebay.


"Awas saja kamu," batin Airin.


Tak selang berapa lama mereka sudah sampai di rumah Arsen dengan Arsen sebagai penunjuk jalannya.

__ADS_1


Airin sungguh tercengang dengan rumah Arsen, baru kali ini dia melihat rumah yang super duper mewah dan besar.


"Arsen ini rumah kamu?" tanya Airin.


"Iya, ayo masuk," jawab Arsen lalu mengajak Airin masuk.


Satpam sudah berdiri menunggu majikannya masuk,


"posko satpamnya lebih besar dari rumah aku," guman Airin.


Arsen hanya tertawa melihat Airin, bagi Arsen menggemaskan sekali wanita yang berada di depannya.


"Kamu masuk sendiri Arsen, aku mau pulang," kata Airin


"Lihatlah untuk sampai ke pintu masuk itu masih jauh banget, apa kamu nggak kasian sama aku," sahut Arsen dengan ekspresi yang memelas.


Lagi-lagi Airin tak tega, lalu dia menghidupkan motornya dan masuk ke dalam.


Airin sungguh takjub dengan keindahan dan kemewahan rumah Arsen.


"Ini rumah apa istana," batin Airin.


Kini mereka berdua sudah sampai di depan rumah Arsen, lebih tepatnya pas di depan pintu rumah Arsen, nampak berjejer mobil mewah.


"Aku balik ya," kata Airin


"Tunggu," teriak Arsen.


Mendengar Arsen ribut di luar mama Arini, Arcelo dan Artur keluar.


"Arsen," panggil mamanya


Airin dan Arsen menoleh, Airin nampak tidak enak dia malu sekali.


"Itu pasti mamanya Arsen," batin Airin.


"Kamu ngapain pulang sama si pesek ini Arsen?" tanya Arthur.


"Kelihatannya Arsen habis dari rumah Airin," jawab Arcelo.

__ADS_1


Mama Arini turun dan mendatangi Arsen dan Airin, "Jadi kamu yang namanya Airin?"


__ADS_2