4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Ujian


__ADS_3

Arcelo menatap punggung Febri yang menjauh,


"Tu anak apa menghindari aku ya," kata Arcelo lalu ikut pergi juga.


Dia menyusul temannya yang mungkin kini ada di kelas.


"Guys," sapa Arcelo dengan wajah yang ditekuk


"Kamu kenapa? muka bermuram durja seperti itu," tanya Arsen


"Nggak apa-apa," jawab Arcelo


Arcelo menatap satu persatu temannya, nampak Arthur juga lagi tidak baik sekarang.


"Kamu kenapa Arthur?" tanya Arcelo


"Dia lagi marahan ma Arsen," jawab Aaron


"Kenapa?" tanya Arcelo


"Kenapa lagi kalau nggak masalah wanita," jawab Aaron


"Astaga, kenapa lagi sih guys kemarin Aaron sama Arsen sekarang Arthur ma Arsen, ingat kesepakatan kita guys, kita itu saudara. Dari kecil tumbuh bersama," ucap Arcelo


Arthur menunduk lalu menatap Arsen, begitu pula dengan Arsen.


"Meskipun kamu nggak suka Raisa tapi jangan kasar," kata Arthur


"Tapi Raisa itu menjengkelkan, dia juga di luar batasannya," sahut Arsen


"Lebih baik kamu tembak tu Raisa dan bilang kalau kamu suka," timpal Aaron


"Dia sukanya sama si ketua geng bukan aku," ucap Arthur melemas


"Cinta memang memusingkan," kata Arcelo


"Betul," sahut Arthur


"Memusingkan bagi yang cintanya ditolak, tapi begitu indah bagi yang cintanya tidak bertepuk sebelah tangan," timpal Arsen dengan tertawa.


A3 melemparkan tatapan mautnya pada Arsen, gemas sekali pada ketua geng mereka.

__ADS_1


Sebenarnya Arthur sangat menyukai Raisa, cuma peraturannya dulu tidak boleh ada cinta sesama anggota geng membuat Arthur menyimpan perasaan pada Raisa untuk dirinya sendiri dan sampai saat ini Arthur masih menyukai Raisa, sama seperti Arcelo yang melakukan kencan untuk menghiburnya saja bukan karena cinta.


Di sisi lain Raisa menemui Airin, dia mengajak Airin makan bersama di kantin.


"Apa tujuan kamu mengajak aku makan?" tanya Arini


"Aku ingin kita berteman," jawab Raisa


"Aku tau Arsen sangat menyayangi kamu, tidak bisakah kamu meninggalkan dia untuk aku," imbuh Raisa


"Jangan gila Raisa, sampai kapan pun aku nggak akan meninggalkan Arsen," sahut Airin lalu pergi meninggalkan Raisa.


Raisa menatap punggung Airin yang telah berlalu, dia sungguh kesal sekali dengan Airin.


Raisa kini merupakan anggota B.A university, dia memutuskan untuk kuliah di B.A karena ingin mendekati A4 terutama Arsen.


Ujian semester akan dilaksanakan dua hari lagi, tentu hal ini membuat Airin belajar lebih giat, "Semangat Airin semangat, demi beasiswa penuh." Airin menyemangati dirinya sendiri.


Saat asik belajar datangnya A4, yang tentu hal ini membuat konsentrasi Airin hilang.


"Kalian kenapa harus kesini sih!" gerutu Airin


"Iya ni, nggak hanya hidungnya saja yang masuk ke dalam, otaknya juga sama," ejek Arthur


"Iya iya maaf," sahut Airin.


Aaron yang tadi membeli makanan pergi ke dapur untuk menatap makannya di piring.


"Ni makannya," kata Aaron lalu meletakkan makanan yang tadi dibelinya.


"Makasih ya A4," ucap Airin


"Peluk," seloroh Aaron


Dan benar saja Airin langsung memeluk Aaron dan ini membuat Arsen kesal.


"Kamu tu apa-apaan sih, ngapain peluk-peluk Aaron bikin orang panas saja," omel Arsen yang membuat Airin tertawa.


"Maaf Arsen sayang," sahut Airin.


Kini A4 mulai serius dengan buku yang mereka bawa masing-masing, Arsen yang ingin mengajari Airin secara privat memilih menyendiri di kamar.

__ADS_1


"Yuk ke kamar sayang," ajak Arsen


"Woy Arsen, ujiannya bukan ujian berkembang biak jadi ngapain kamu ngajak dia ke kamar," protes Arthur


"Biar lebih fokus kalau ada kalian pikiran aku kemana-mana," sahut Arsen dengan tertawa.


"Dasar!" umpat Arcelo.


Kini Arsen dan Airin sudah pindah di kamar, dan Airin melanjutkan belajarnya.


Airin disuruh Arsen untuk mengerjakan soal-soal ujian, "Ini kamu kerjakan, setiap ada yang salah kamu akan kamu hukum," kata Arsen yang membuat Airin menatapnya kesal.


"Sudah jangan menatap aku dengan tatapan yang seperti itu, ini tu demi kamu juga Lo supaya bisa mendapatkan nilai baik," ucap Arsen.


Kini Airin disuruh mengerjakan soal ujian dan dalam waktu satu jam dia harus sudah selesai, di saat Airin mengerjakan tugasnya Arsen juga belajar, dia juga ingin mendapatkan nilai yang baik supaya papanya memberikan hadiah pada Arsen.


Kali ini jika Arsen mendapatkan nilai baik, dia akan mendapatkan paket liburan ke Hawai, dan rencannya Arsen ingin mengajak Airin.


Satu jam telah berlalu, kini Arsen mengecek jawaban Airin.


"Bagus Airin dari lima puluh soal ujian, kamu cuma salah dua, itu artinya kami harus dihukum dua kali," kata Arsen.


"Kenapa harus dihukum," protes Airin


Cup


Bibir Arsen kini sudah mengecup bibir Airin, kini Airin dan Arsen saling menikmati pautan mereka.


"Mana ada hukuman seperti itu," protes Airin


"Kamu ini selalu protes, diam dan menurut napa," sahut Arsen.


"Hukuman kamu masih kurang satu lagi," imbuh Arsen.


Airin hanya bisa menerima apapun yang Arsen inginkan.


Ujian pun sudah datang, para mahasiswa B.A university melakukan ujian semester mereka.


Sesuai ujian, Febri langsung berlari ke halaman kampus, nampak seorang lelaki tengah menjemputnya dan kebetulan sekali Arcelo melihatnya.


"Siapa tu cowok, ngapain menjemput Febri,"

__ADS_1


__ADS_2