
Begitu kalau orang memiliki perasaan yang kuat, bisa merasakan apa yang pasangannya rasakan.
Kini Arsen sudah sampai di rumah Airin, dia mengetuk pintu rumah Airin dan beberapa saat kemudian Airin membukakan pintu dia langsung saja memeluk Arsen.
"Arsen!" teriak Airin.
Karena tidak ingin terjadi kesalahpahaman lagi, Airin mengajak Arsen masuk.
Mereka duduk di sofa dan mengobrol, Arsen melihat wajah Airin yang nampak pucat.
"Kamu masih sakit?" tanya Arsen
"Ini udah turun," jawab Airin dengan mengecek dahinya sendiri.
"Kamu sudah sembuh?" tanya Airin gantian mengecek dahi Arsen.
"Sudah sayang, aku nggak ingin lama-lama sakit, seperti yang kamu bilang kemarin kalau sakit aku nggak bisa ke kampus dan nggak akan ketemu kamu," sahut Arsen.
Airin tersenyum, kemarin dia yang menyuruh Arsen untuk cepat sembuh sekarang malah dia yang sakit.
"Aaron pulang jam berapa?" tanya Arsen
Airin nampak memucat, dia tidak mau Arsen tau masalah semalam.
"Aku tidak melihat jam Arsen, aku siuman dia pulang," jawab Airin berbohong.
"Memangnya kamu kenapa? maksudnya kenapa bisa pingsan?" tanya Arsen
"Aku fobia petir," jawab Airin.
Arsen menatap Airin dengan lekat, nampak Arsen sedih melihat Airin.
"Kamu pasti takut ya sendirian," kata Arsen
"Nggak, aku sudah terbiasa sendiri tapi kalau ada petir aku bener-bener takut. Awalnya dulu aku nggak takut hingga aku menyaksikan nenek kakekku meninggal karena tersambar petir semenjak itu aku jadi fobia, jika ada petir rasanya keringat dingin keluar kejadian itu masuk dan menyeruak dalam pikiran aku," jelas Airin dengan menangis.
Arsen pun memeluk Airin, dia sungguh khawatir dengan kekasihnya tersebut.
"Kamu berangkatlah kuliah Arsen, bisa-bisa kamu telat lo, mungkin besok aku baru masuk," kata Airin
"Nggak, aku nggak kuliah. Aku kuliah online saja untuk hari ini. Aku akan meminta dosen supaya melakukan video call denganku menggunakan aplikasi video chat," jelas Arsen
Masih ada waktu dua jam untuk jam kuliah Arsen.
Arcelo, Arthur dan Aaron yang dapat informasi dari dosen kalau Arsen minta daring pun memutuskan minta daring juga, mereka ingin menyusul ketua geng mereka yang sekarang sedang ke rumah Airin.
"Ada ada saja mereka, kemarin Arsen sekrang di pesek," kata Arthur
"Itu namanya jodoh," sahut Arcelo
Aaron hanya tertawa, kemudian dia membaca bukunya lagi yang berjudul Rich dad poor dad buku karya Robert T Kiyosaki selalu menjadi andalan Aaron. Aaron suka sekali membaca buku ini, buku-buku tentang bisnis yang bisa membentuknya menjadi seorang pebisnis hebat.
__ADS_1
"Hey guys, mampir mini market ya," kata Aaron
"Mau apa?" tanya Arthur
"Ngerampok," jawab Aaron
Arcelo tertawa ngakak, lagian Arthur ada-ada saja namanya ke minimarket ya membeli sesuatu untuk apa bertanya.
Kini mereka berhenti sejenak di mini market, Aaron membeli VIT C dan susu murni untuk Airin. Dia juga membeli roti serta makanan yang banyak serta camilan-camilan tak lupa minumnya.
"Banyak banget sampe tujuh kresek," kata Arthur saat Aaron masuk kembali ke mobil
"Iya," sahut Aaron
"Kamu mau hajatan di rumah si pesek?" tanya Arthur
"Memangnya kamu nggak butuh makan? nggak butuh camilan saat daring nanti? memangnya nggak butuh minum?" Aaron menjawab pertanyaan Aaron dengan banyak pertanyaan balik.
Mendengar pertanyaan Aaron membuat Arcelo lagi-lagi tertawa.
"Sumpah kamu menjengkelkan sekali," ucap Arcelo.
"Bukan Arthur kalau nggak menjengkelkan, entah dulu Tante Amira nyidam apa," sahut Aaron
"Nyidam anak monyet," timpal Arcelo
Mereka berdua tertawa ngakak, sedangkan Arthur yang kesal melemparkan tatapannya ke luar jendela.
"Gimana kalian udah dapat cewek lagi apa belum?" tanya Aaron
"Belum, kami ini lagi cari bule, yang hot," jawab Arthur
"Kita ke Bali yuk," ajak Arthur kemudian
"Ni bocah nggak baca berita kayaknya, sekarang kan marak omicron," sahut Arcelo
Arthur hanya terkekeh, tak lama kemudian kini mereka sampai di rumah Airin. Aaron dan Arcelo serta Arthur turun dari mobil, saat bersamaan warga yang semalam menggrebeknya berjalan melewati rumah Airin dan mereka bertatap muka.
"Pagi mas Aaron," sapa mereka bersamaan.
"Pagi pak," balas Aaron dengan tersenyum.
Arcelo dan Arthur heran, bagaimana bisa tetangga Airin mengenal Aaron.
"Kamu kok bisa kenal dengan bapak-bapak tadi?" tanya Arthur
"Kemarin kenalan," jawab Aaron lalu dia masuk ke dalam rumah Airin.
A3 melihat Arsen dan Airin bercanda di ruang tengah.
"Woyy nggak kuliah malah pacaran," teriak Arthur
__ADS_1
Arsen dan Airin menoleh dan betapa kagetnya dia Arcelo, Arthur serta Aaron berada di rumahnya.
"Kalian ngapain di sini?" tanya Arsen
"Melindungi kamu supaya nggak digrebek oleh warga," jawab Aaron ambigu yang membuat ketiga pria tampan ini bingung bin heran.
Aaron membuka kresek kresek yang dia bawa, dia memberikan Vit C dan susu pada Airin, dia juga mengeluarkan semau makanan.
"Minum Airin, kamu kan lagi sakit." kata Aaron
Arsen tentu cemburu, "Kamu apa-apaan sih Aaron," maki Arsen
"Aku hanya kasian melihatnya kemarin pingsan Arsen, kita kan sudah seperti saudara apalagi kita sudah janji dengan ibundanya," ungkap Aaron yang membuat Arsen terdiam dan membenarkan kata Aaron.
"Kamu sakit apa sek?" tanya Arthur yang membuat Airin kesal.
"Kena sindrom zombie, dan kamulah orang pertama yang akan aku gigit," jawab Airin.
"Mulai deh, tom and Jerry versi manusia," sahut Arcelo
Mereka semua pun tertawa hingga jam daring pun di mulai, nampak dosen memberikan materi pada A4, dan A4 sangat serius.
Airin yang tidak ingin mengganggu memainkan ponselnya, hingga tak dia sadari kini A4 sudah selesai daring.
Airin yang bercanda di grub jadi senyum-senyum sendiri dan ini membuat Arsen yang melihatnya nampak kesal.
"Kenapa dia cengar-cengir begitu," omel Arsen
"Mungkin lagi chat ma teman-temannya," sahut Aaron
"Teman cowok tu," goda Arthur.
Arsen yang cemburu segera menghampiri Airin dan langsung menciumnya. Airin meronta namun Arsen tidak menggubrisnya.
"Parah Arsen, tanpa aba-aba langsung lahap," kata Arthur
"Iya, caranya sadis juga kalau lagi kesal," sahut Arcelo
Aaron hanya diam tak berkomentar apa-apa, lalu dia melanjutkan baca bukunya lagi sambil ngemil.
Airin yang merasa kalau Arsen telah keterlaluan pun menangis dan ini membuat Arsen melepaskan Airin.
"Jangan menangis, maafkan aku,"
Halo kak, gimana kabarnya baik kan.
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya kak biar aku semangat dan biar Kakak semua bisa berkesempatan menangin give away nya.
Ni mau promo kak, novel aku yang berjudul Suami BuleKu, ni novel kedua aku. Ni ada juga assiten greseknya Chris dan Raka ditambah bos Me*sum David Bryan. Sambil nunggu up selanjutnya.
maksih kka yang mau mampir😘😘😘😘😘
__ADS_1