4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Malam mingguan


__ADS_3

Papa Sean yang mendengar teriakan anaknya pun tersenyum karena sudah diduga anaknya akan protes.


"Sudah temui sana dulu Arsen, main panjat pinangnya nanti saja," kata Mama Arini yang sudah hampir polos.


"Akan aku potong lagi gajinya belum depan karena mengganggu aku main panjat pinang," sahut Papa Sean.


Mama Arini hanya menggelengkan kepala, nggak anak nggak asisten kalau membuatnya kesal pasti potong gaji ancamannya.


Papa Sean mengambil baju santainya, kemudian keluar untuk menemui Arsen anaknya.


"Kamu nggak sopan sekali sih Arsen, mengganggu papa dan mama saja," protes papa Sean


"Biarin, Arsen kesal sama papa, Arsen ini kerja apa dikerjai pa, kerja sebulan gajinya kok sepuluh juta. Kelihatannya pelit sekali ngasih gaji anak. Gaji aku itu sudah kecil Lo pa, tiga puluh juta paling tiga hari udah habis, la ini malah papa potong dua puluh juta." Arsen mencoba mengungkapkan ketidakadilan yang papa Sean buat.


"Flashback lagi, apa kamu berkerja dengan baik?" tanya Papa Sean.


"Iyalah, sangat baik malah," jawab Arsen


"Yakin?" tanya Papa Sean.


"Yakin lah pa," jawab Arsen


"Waktu kamu ada masalah dengan Airin dan Aaron masuk kerja apa nggak? saat kamu sibuk cari jam tangan, kamu kerja apa nggak? saat kamu galau kerjaan kamu beras apa nggak. Kamu itu minta hak penuh tapi kewajiban nggak ada yang beres," jelas papa Sean.


"Tapi kan pa, ya nggak harus potong gaji juga," sahut Arsen.


"Lalu apa? tambah gaji?" tanya Papa Sean


"Gitu malah baik pa," jawab Arsen dengan terkekeh.


"Dunia hancur Arsen kalau seperti kamu semua," sahut papa Sean.


"Ya udah nggak papa potong gaji tapi aku minta nggak papa kan pake uang papa buat kencan?" tanya Arsen


Papa Sean berdecak kesal, sama aja bohong, untuk apa potong gaji kalau ujung-ujungnya minta juga.


"Jangan, lagian boros sekali kencan bawa uang sepuluh juta kan udah cukup," protes papa Sean.


"Ajak Airin ke rumah hantu sana, ajak nonton terus makan di pinggir jalan atau kafe biasa kan sejuta cukup tuh Arsen," saran mama Arini.


"Trus traktirnya gimana ma?" tanya Arsen


Arsen menyamakan dengan dirinya, Arsen saat belanja terkadang habis uang puluhan juta bahkan sampai ratusan oleh sebab itu membawa uang sepuluh juta itu sedikit sekali untuk mentraktir Airin.


"Kamu mau traktir apa memangnya?" tanya mama Arini.


"Entahlah ma," jawab Arsen.


"Jangan bawa Airin ke rumah hantu Arsen, percuma. Wanita model Airin nggak akan takut hantu," saran Papa Sean dengan menatap mama Arini, dia ingat saat dirinya dulu mengajak mama Arini ke rumah hantu, bukannya takut malah hantunya bonyok semua yang akhirnya mereka berdua dikejar hantu di rumah hantu tersebut.


"Lalu takutnya dengan apa pa?" tanya Arsen

__ADS_1


"Ulat," jawab Papa Sean.


"Kalau ulat aku juga takut pa," sahut Arsen


"Astaga Arsen! entahlah," timpal papa Sean dengan memijat pelipisnya.


Mama Arini tetap mewanti-wanti anaknya supaya tidak boros dan mau nggak mau Arsen mencoba mengikuti pesan mamanya.


Di sisi lain Arcelo juga protes dengan papanya, dia juga melakukan hal yang sama dengan Arsen yaitu mengetuk kamar orang tuanya.


"Kamu apa sih Arcelo," protes Papa Nick


"Arcelo mau tanya kenapa papa potong gaji Arcelo banyak sekali?" tanya Arcelo


"Siapa suruh nurut Arsen, Arsen yang galau kamu sok sok an jadi pahlawan kesiangan," jawab papa Nick.


"Ya Allah pa, itu namanya setia kawan. Papa ini pernah muda nggak sih. papa juga nurut selalu dengan Om Sean, sok sok an jadi pahlawan kesiangan," sahut Arsen.


"Minta ditabok ni anak, kan papa Asisten om Sean Arcelo," timpal papa Nick


"Sama pa, kan Arcelo juga asisten Arsen papa," kata Arcelo yang membuat Papa Nick menggelengkan kepala.


Mama Vani yang keluar dari kamar tertawa keras, "Mantap Arcelo," katanya yang membuat papa Nick kesal


"Mama dan anak sama saja," ucapnya lalu pergi meninggalkan Mama Vani dan Arcelo.


Rencananya Arcelo, Aaron dan Arthur akan nongkrong bersama sedangkan Arsen tentu akan malam mingguan dengan Airin.


"Tin tin." Arsen membunyikan klakson mobilnya sebagai pertanda kalau dia sudah sampai.


Airin yang sudah siap dari tadi segera keluar, bunda Airin juga mengantar Airin ke depan.


"Mau kemana nih?" tanya Ibunda Airin.


"Mau jalan-jalan Bun, nggak apa-apa kan saya culik Airin sebentar," jawab Arsen


"Nggak apa-apa, ya sudah sana berangkat keburu malam," ucap ibunda Airin.


Sebelum berangkat tak lupa Airin mengecup punggung tangan ibundanya, begitu pula dengan Arsen yang ikut mencium punggung tangan ibunda Airin.


Sepanjang perjalan Arsen senyum-senyum sendiri, hingga membuat Airin heran.


"Kamu kenapa? tidak merencanakan yang buruk kan?" tanya Airin.


"Memangnya aku ini siapa kamu sehingga aku ingin merencanakan hal yang buruk," jawab Arsen


"Ya siapa tau kamu mau bawa aku ke hotel," sahut Airin


"Kamu ingin pergi ke hotel sayang?" tanya Arsen


"Ya nggak lah, mau ngapain ke hotel," jawab Airin

__ADS_1


"Ya siapa tau kamu mau in the Hoy di sana," sahut Arsen dengan tertawa.


"Enak di kamu dong," timpal Airin.


"Ya sama enaknya, si cewek juga menikmati," seloroh Arsen.


"Dampaknya Lo," ucap Airin.


"Nggak ada dampaknya jika menggunakan pengaman." Arsen menggoda Airin sehingga membuat Airin kesal.


Melihat kekasihnya kesal membuat Arsen tersenyum.


Arsen membawa Airin ke sebuah cafe, mereka makan berdua romantis di sana.


"Sayang kamu habis ini minta apa?" tanya Arsen


"Arsen, kenapa kamu berpikiran kalau aku ini akan minta apa-apa padamu, aku bisa berdua dengan kamu saja sudah bahagia banget," jawab Airin


Arsen menatap kekasihnya dengan lekat, sungguh dia tersentuh dengan ucapan Airin.


"Tapi aku ingin membelikan kamu sesuatu sayang," kata Arsen.


"Apa? adakah yang lebih berharga dari cintamu?" tanya Airin.


Mendengar pertanyaan Airin membuat Arsen berdiri lalu memeluk kekasih mungilnya tersebut.


"Inilah alasan aku mencintai kamu, kamu sungguh berbeda dengan lainnya," kata Arsen yang membuat Airin meleleh.


Seusai dari kafe, Arsen bertanya pada Airin akan pergi kemana.


"Taman saja," jawab Airin.


"Mau ngapain ke taman malam-malam?" tanya Arsen


"Ya jalan-jalan Arsen, memangnya mau kemana? nonton?" tanya Airin balik


"Ya sudah kita nonton saja, kamu suka film apa?" tanya Arsen.


"Terserah kamu, aku semua suka," jawab Airin


**********.


Kini mereka berdua melihat film yang mengandung bawang, mulai bawang merah, bawang putih tak lupa bawang Bombay beserta daun bawang.


"Film ini sedih sekali," kata Airin.


"Malah bagus dong, bahuku siap sedia untuk kamu bersandar saat sedih melihat filmnya," sahut Arsen


Setelah filmnya diputar Airin melihat filmnya dengan santai namun berbeda dengan Arsen yang terbawa suasana.


"Kamu nangis Arsen?"

__ADS_1


__ADS_2