4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Queen and King


__ADS_3

"Baiklah akan aku lepas mereka," kata Arsen


Wanda cs sungguh senang sekali, kemudian mereka memeluk Airin.


"Aku peringatkan kalian, Airin adalah kekasihku jadi jangan pernah ada yang menyakitinya kalau tidak ingin bernasib seperti mereka," ucap Arsen dengan menunjuk Wanda cs


Arsen yang masih kesal dengan Wanda cs menyuruhnya untuk segera pergi dari hadapannya begitu pula dengan mahasiswa yang lain.


"Hey pesek, kamu tu nggak asik banget," omel Artur


"Biarin! kan kasian dia kalau di DO dan nggak bisa sekolah lagi di universitas manapun," sahut Airin


"Tapi kan dia menyakiti kamu, kami melakukan ini demi kamu Lo," timpal Arcelo


"Iya tau, tapi kan nggak harus dengan mengeluarkannya dari kampus," kata Airin.


"Tapi tunggu memangnya apa yang kamu bisikkan pada Aaron sehingga dia mau melepaskan Wanda cs?" tanya Arthur


"Ada deh, kepo sekali!" sahut Arsen lalu menarik Airin, pergi menjauh dari Arthur dan Arcelo.


Arsen membawa Airin ke rooftop karena di sana hanya ada mereka berdua.


"Aku harap kamu menepati janji kamu sayang," kata Arsen


"Iya iya," sahut Airin.


Arsen senyum-senyum sendiri mendengar bisikan Airin tadi yang mana Airin berucap

__ADS_1


"Jika kamu melepaskan Wanda, aku akan menjadi kekasihmu untuk selamanya dan kamu boleh mencium aku sepuas kamu,"


Siapa yang tidak tergiur dengan kata-kata Airin dan kini Arsen ingin menagih janjinya.


Saat Arsen ingin mencium Airin, tiba-tiba Airin menutup bibir Arsen dengan tangannya.


"Tunggu dulu, aku harus siap-siap dulu Arsen," kata Airin.


Airin menarik nafas dalam untuk persediaan udara di dalam paru-parunya.


"Ah kelamaan," sahut Arsen lalu menyambar bibir Airin, dia melu*mat habis bibir kekasihnya tersebut.


Merasa pasokan oksigen dalam paru-paru menipis, Airin mendorong tubuh Arsen.


"Bentar, aku kehabisan nafas," ucap Airin


Arsen hanya terkekeh melihat tingkah wanitanya tersebut.


Beberapa hari sudah berlalu, Arsen dan Airin semakin dekat bahkan mereka mendapat julukan king and queen of B.A University.


"Airin mereka menjuluki kamu queen of B.A university," kata Febri


"Iya, aneh-aneh saja," sahut Airin


"Kamu ma Arsen itu romantis banget lo Rin, aku saja pengen diperlakukan seperti itu," timpal Febri.


"Entah berapa kali dia telah mencium bibirku, kalau suatu saat dia ternyata bukan jodohku, berdosalah aku," ucap Airin.

__ADS_1


"Pepet trus dong, biar jadi jodoh." Kata Febri dengan tertawa.


Airin dan Febri terus mengobrol dan Febri akhirnya bercerita pada Airin kalau dia telah pacaran.


"Rin, bagaimana kalau malam Minggu besok kita double date di pasar malam," ajak Febri.


"Aku nggak janji Feb, entah dia setuju apa nggak kita ajak kesana," kata Airin.


Sebenarnya Febri dan pacarnya baru seminggu jadian, untuk itu dia ingin mengajak Airin dan Arsen jalan-jalan khas rakyat jelata.


Pagi ini A4 berkumpul di tempat nongkrong mereka seperti biasa. Merasa sedih karena mereka kangen sekali dengan Aaron.


"Rindu juga dengan Aaron," kata Arthur


"Iya, rasanya A4 tak lengkap jika tidak ada dirinya," sahut Arcelo.


"Aku sungguh merindukannya," timpal Arsen.


"Eh kata Aaron saat itu kan kalau kita rindu padanya, kita disuruh nyebut namanya tiga, dan dia bilang akan datang," kata Arthur


"Ngaco, saat itu Aaron hanya cuma ingin bergurau saja mana mungkin dipanggil tiga hari langsung datang," sahut Arsen.


"Kemarin saat di Bandara debat ma Airin, dan menghina Airin dengan sebutan otak jongkok la malah sekarang dia yang percaya ucapan Aaron, parah kamu Arthur," ungkap Arcelo


Arthur hanya terkekeh, mungkin karena saking kangennya dengan Aaron.


Kemudian Arthur pun memejamkan matanya, dia kemudian memanggil Aaron sebanyak tiga kali.

__ADS_1


"Aaron, Aaron, Aaron," Panggil Artur dengan memejamkan matanya.


Dan saat Artur membuka matanya betapa kagetnya saat melihat ada yang duduk di depannya sambil tersenyum.


__ADS_2