4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Malah debat sendiri


__ADS_3

"Apa kamu sudah tidak sabar untuk menikah?" tanya Papa Sean.


"Belum pa?" jawab Arsen


"Lantas, kenapa sikap kamu seperti ayam yang ingin kawin?" tanya papa Sean lagi


"Maksudnya apa pa? memangnya papa tau ayam yang ingin kawin?" tanya balik Arsen


"Taulah ya seperti kamu," jawab papa Sean yang membuat semua tertawa.


"Mampus," gumam Arthur.


Arsen sungguh kesal dengan papa Sean, bisa-bisanya mempermalukan dirinya di depan A4 dan Airin.


"Arsen nggak kebelet nikah kok pa," sahut Arsen


"Nggak kebelet nikah tapi tidur berdua, maksudnya apa coba," timpal Mama Arini.


Arsen menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil terkekeh, "Kan cuma tidur saja ma, nggak ngapa-ngapain," kata Arsen


"Ngapa-ngapain juga nggak tau," ucap Papa Sean.


"Lagian dulu bukannya papa juga sama seperti Arsen, tidur dengan Tante Amira," sahut Arsen dengan menatap papa Sean, Arsen sengaja membuka kartu as papanya supaya papanya tidak menyuruhnya untuk menikah karena dia tau Airin belum siap untuk menikah, begitu pula dengan Arsen, masih banyak yang harus digapai.


"What! tidur dengan mama aku?" tanya Arthur kaget.


"Jangan salah paham Arthur. Om Sean, mama kamu dan Om Daffa memang berteman baik seperti kalian ini, jadi tidur bersama itu hal yang biasa." Papa Sean mencoba menjelaskan supaya tidak ada salah paham.


"Jadi Arsen dan Airin tidur bersama juga biasa kan pa," sahut Arsen dengan tertawa.


"Ya nggak kamu kan memang menjalin kasih dengan Airin sedangkan papa kan enggak," protes Papa Sean.


"Tapi kan papa dulu mencintai Tante Amira." Arsen seolah terus mengejar papanya sehingga membuat papa Sean kesal.


"Diam Arsen! kamu mau papa pecat!" ancam papa Sean, "Papa jelaskan, papa, Tante Amira dan om Daffa itu teman baik dari kecil, kami saling menyayangi dari kecil sama seperti kalian jadi meskipun di antara kami ada rasa bukan bearti kamu melakukan hal-hal yang nggak pantas seperti kamu," jelas papa Sean.


Arsen manggut-manggut mendengar penjelasan papanya.


"Jadi Arsen, jika kamu ingin tidur bersama Airin ajak aku sebagai orang ketiga, kita kan teman baik daripada orang ketiganya setan," sahut Aaron dengan tertawa.


"Enak saja." Arsen pun kesal dengan Aaron.


Airin semakin bingung dengan arah pembicaraan yang tidak jelas ini, dia bertanya-tanya maksud dari mereka semua di kumpulkan itu apa.


"Maaf Om dan Tante, jadi maksud kami dikumpulkan di sini itu apa?" tanya Airin.


"Menikahkan kalian," jawab Mama Airin.


"Eh Tante jangan dulu, saya masih ingin menggapai cita-cita saya Tante," sahut Airin.


"Kalau ingin menggapai cita-cita kenapa mau tidur dengan Arsen," ucap mama Arini

__ADS_1


Airin di skakmat mama Arini, memang benar apa yang dikatakan mama Arini, kalau masih ingin menggapai cita-cita kenapa mau diajak tidur Arsen.


"Dia memaksa saya Tante, seperti semalam saja saat saya ganti baju Arsen tiba-tiba mengerjai saya," seloroh Airin.


Semua mata tertuju pada Arsen, pelaku utama sudah tertangkap sekarang.


"Kamu seperti papa kamu Arsen, suka memaksa mama dengan ancaman yang membuat mama tidak bisa berkutik," kata Mama Arini.


"Tapi kamu juga menikmatinya kan sayang," sahut papa Sean


"Ya iyalah kan enak," timpal Mama Arini


"La iya kan sama-sama enak kenapa jadi masalah," ucap papa Sean.


Seperti biasa mereka berdua debat sendiri, hingga membuat Arsen, Airin dan A4 lainnya menggelengkan kepala.


"Kenapa jadi mereka yang debat?" tanya Arcelo


"Dari jaman Majapahit sampai sekarang, sudah biasa hal yang seperti itu, jadi jangan kaget," jawab Arsen.


Debat mama Arini dan papa Sean semakin panas, ingin sekali A4 dan Airin keluar ruang kerja papa Sean.


"Ayo kita pergi," ajak Arsen


Saat hendak beranjak papa Sean dan mama Arini berteriak


"Tetap di tempat kalian!"


Dan beberapa waktu berlalu akhirnya debat papa Sean dan mama Arini selesai juga.


"Sudah pa, ma?" tanya Arsen


"Sudah," jawab mereka barengan.


"Begini Arsen dan Airin, kalian berdua tidak ingin menikah, benar?" tanya papa Sean


"Benar pa," jawab Arsen


"Tapi kalian ingin cepat-cepat kawin? benar?


tanya papa Arsen lagi.


"Benar pa," jawab Airin dan Arsen barengan.


"Eh, nggak Om saya nggak kebelet nikah kok om," imbuh Airin.


Papa Sean tertawa.


"Iya pa, nggak kok. Arsen tu hanya melakukan DP pa, sumpah! cuma cium bibir dan leher pa. Nggak lebih," ungkap Arsen


"Tangan gimana? diam atau bergerilya kesana kemari?" tanya Papa Sean.

__ADS_1


"Masih diam kok pa, belum berani bergerilya tapi entah berjalannya waktu kalau dia sudah tidak sabar bergerilya," jawab Arsen dengan terkekeh.


Airin yang kesal melemparkan tatapan mautnya pada Arsen, bisa-bisanya bilang seperti itu pada orang tuanya.


Mama Arini juga memijat pelipisnya, Arsen sungguh parah. Dia persis sekali dengan papanya.


"Kamu persis sekali dengan papa kamu Arsen," kata mama Arini.


"Ya kan anaknya ma, seperti peribahasa buah itu tak jauh dari pohonnya. Kalau Arsen mirip om Daffa itu baru mama heran," sahut Arsen.


Papa Sean mencoba mengerucutkan masalah ini, karena sedari tadi melebar kemana-mana.


"Ya sudah, kalau kalian tidak ingin menikah muda papa dan mama hargai tapi awas kalau kalian sampai tidur lagi," ancam papa Sean.


"Dan untuk kamu Airin, sebagai wanita jangan terlalu murah, mahal dikit ya, jangan mau kalau diajak Arsen macam-macam," pesan mama Arini


"Makasih Tante," sahut Airin.


"Ma, jangan ngasih pesan gitu dong ma, nanti jatah Arsen dicabut Airin," protes Arsen


"Jatah apa emang?" tanya Papa Sean


"Vitamin pa, mood booster," jawab Arsen dengan terkekeh.


"Astaga anak kamu sayang," kata Mama Arini


"Anak kamu juga," sahut papa Sean.


A4 sedari tadi melihat drama kecil keluarga Arsen lalu tujuan mereka dipanggil itu apa.


Benar seperti prediksi Arsen, papanya bertanya tentang Arsen selama di kampus, dan waktu di kapal pesiar.


Papa Sean juga mendapat kabar kalau di kapal Pesiar Airin menjadi asisten Arsen sebagai balasan uang praktek Airin.


A4 menjelaskan kalau itu hanya cerita hoax.


"Itu cerita hoax om, Arsen saat itu masih musuh Airin bagaimana mungkin Airin jadi asisten Arsen," jelas Arthur


"Benar om," imbuh Arcelo


Aaron terlihat terdiam, ditutupi seperti apa papa Sean tetap memiliki bukti.


"Begitu Aaron?" tanya papa Sean dengan menatap anak sahabatnya tersebut.


Aaron berfikir sejenak, kira-kira dia jawab apa.


"Aaron? kamu nggak akan bohong seperti Arthur dan Arcelo kan?" tanya papa Sean lagi.


"Begini om, kalau masalah uang Airin yang dibayar Arsen, saya kurang paham. Tapi setau saya selama di kapal pesiar Arsen selalu bersama kami mulai dari pagi, siang, sore dan malam," jawab Aaron.


Masalah susah mengerucut, intinya Arsen dan Airin sama-sama mencinta tapi mereka masih belum ingin menikah mengingat usia yang masih muda dan banyak yang harus digapai.

__ADS_1


"Papa mau tanya pada kalian, Plan ke depan kalian itu apa? maksudnya apa kalian ingin bersama selamanya dan pelaminan adalah akhir dari kisah kalian atau hubungan ini hanya sebatas main-main saja,"


__ADS_2