4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Dipeluk wanita lain.


__ADS_3

Setelah mengobrol papa Shane mengajak Mama Amira untuk ronde kedua.


"Kan sudah mas," kata Mama Amira


"Tadi kan panjat tebing sayang, turun tebingnya belum," sahut papa Shane dengan tertawa.


"Dasar," kata Mama Amira kesal dengan suaminya yang ada-ada saja.


Meskipun begitu mama Amira tetap melayani suaminya.


************


Tiga hari kemudian, para Mahasiswa dan Mahasiswi akan melihat pertunjukan yang mereka tunggu-tunggu yaitu pertunjukan A4.


Bahkan pihak kampus mengundang orang tua mereka untuk menghadiri perayaan ulang tahun kampus yang ke lima belas.


"Aku kok deg deg an ya," kata Airin


"Kenapa sayang?" tanya Arsen


"Kan mama dan papa kalian lihat, gimana kalau kalian nyanyi sendiri saja," jawab Airin


"Mau aku hukum atau aku upgrade hukumannya sekarang? kita itu sudah berlatih dengan keras," maki Arsen.


"Iya iya," kata Airin pasrah.


Febri dan Arcelo kini juga latihan ulang sebelum nanti mereka tampil.


Karena tidak ingin diganggu mereka latihan sendiri di kelas yang kosong.


Saat latihan mereka nampak serius dan ini membuat Febri senang, karena dia bisa berdua dengan Arcelo.


"Kita break sebentar ya," kata Arcelo lalu minum air dalam kemasan yang dibawanya.

__ADS_1


"Mau minum?" Arcelo menawari Febri untuk minum.


Febri nampak terdiam, "Nggak mau bekas mulutku ya," kata Arcelo lagi.


"Eh mau kok, tapi nanti pasti ada bekas mulutku," sahut Febri.


Arcelo hanya tersenyum, wanita di depannya memang polos tapi sangat agresif.


"Arcelo, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Febri


"Boleh, silahkan," jawab Arcelo


"Apa kamu nggak pernah gitu mencintai seseorang?" tanya Febri.


"Belum pernah, kalau sekedar suka iya. Aku tu simpel kalau suka wanita. Aku dekati, aku ajak kencan, sudah. Aku nggak mau bertele-tele seperti Arsen dan Airin," jawab Arcelo.


"OOO gitu, tapi kalau ada wanita yang cinta padamu gimana?" tanya Febri lagi


"Aku bilang padanya aku belum ingin menjalin kasih dengan wanita, aku malas berdrama karena menurutku pacaran itu ribet, cewek kalau chat nggak dibalas itu pasti marah, nggak diperhatikan marah, saat ulang tahun kita nggak ngucapin selamat ultah juga marah, iya kan? mangkanya aku bilang ribet, entah mengapa wanita itu suka marah, padahal marah itu nggak ada yang jual," jawab Arcelo dengan tertawa.


"Arcelo," panggil Febri


"Ya," sahut Arcelo


"Nggak jadi, ayo kita latihan lagi," kata Febri.


Yang ditunggu tunggu telah tiba, A4 kini tampil terlebih dahulu dengan Aaron yang membawa gitar, A4 kini bak boyband sungguhan, mereka hampir sama dengan boyband asal Taiwan F4 dan juga boyband asal Irlandia westlife.


Setelah mereka menyanyikan lagu pertama mereka menyanyikan lagu weslife yang berjudul l lay my love on you tepuk tangan riuh saat mereka menyanyikan lagu ini, lagu yang masih sangat populer meski kini boyband aslinya sudah tua.


Pentas yang digelar sungguh meriah, tak hanya A4 banyak mahasiswa lain yang ikut meramaikan.


Beberapa jam berlalu kini petinggi kampus meminta pidato penutup dari Papa Sean selalu pemilik saham tertinggi B.A university selain papa Sean, papa Daffa juga diminta untuk memberi motivasi dan semangat pada mahasiswa.

__ADS_1


Waktu terus berlalu dan kini acara sudah selesai, mama dan papa A4 pamit untuk undur diri terlebih dahulu sedangkan A4 pergi ke club Arthur untuk makan dan nongkrong.


"Kamu mau makan apa sayang?" tanya Arsen


"Apa saja," jawab Airin


"Bagaimana kalau makan aku saja," seloroh Arsen dengan tertawa


"Boleh, tapi kamu harus mati dulu," sahut Airin yang membuat semua tertawa


Hari hari sudah berlalu, ujian semester akan datang dan Airin belajar dengan bersungguh-sungguh karena dia ingin mengejar nilai baik supaya mendapatkan beasiswa penuh. Hal ini membuatnya sedikit mengabaikan Arsen selain belajar giat Airin juga meminta bimbingan dosennya yang kebetulan dosen tersebut masih muda, tentu hal ini membuat Arsen marah.


"Kamu pasti ingin berduaan dengan dosen itu kan?" Kata Arsen dengan marah.


"Mengertilah Arsen, aku hanya meminta bimbingannya saja," sahut Airin


"Terserahlah," timpal Arsen lalu meninggalkan Airin


Arsen sungguh kesal dengan sikap Airin, dia merasa kalau Airin tidak mencintanya lagi.


Arcelo, Arthur dan Aaron yang melihatnya saling mengangkat bahu mereka.


"Sejak dulu beginilah cinta, penderitaannya tidak pernah berakhir," ucap Arthur dengan tertawa


"Mangkanya jangan jatuh cinta kalau nggak kamu menderita," sahut Arcelo dengan tertawa lalu mereka menyusul Arsen.


Airin yang merasa bersalah juga menyusul Arsen.


A3 mencoba menghibur teman mereka, "Sudahlah Arsen, jangan dipikirkan kan bagus kalau Airin rajin belajar," hibur Aaron


"Bagus apanya, aku diabaikan," sahut Arsen.


"Sabar bro," timpal Arcelo dah Arthur barengan.

__ADS_1


Saat asik mengobrol, tiba-tiba ada wanita yang datang lalu memeluk Arsen. Airin yang kebetulan di sana juga melihat kekasihnya dipeluk oleh wanita lain.


"Arsen aku kangen,"


__ADS_2