
"Good luck Arsen," ucap Aaron lalu dia melihat Airin sejenak, nampak raut wajah Aaron berubah.
Aaron membalikkan badannya kemudian tersenyum, meski sedikit asa rasa tidak nyaman namun Aaron cukup bahagia kerena Airin bisa mencintai Arsen sekarang.
"Arsen maafkan aku," kata Airin lagi
"Nggak, dari dulu kamu nggak pernah percaya padaku, aku tu kesal Airin dengan sikap kamu," sahut Arsen, padahal di hatinya dia tersenyum puas.
Memang Arcelo dan Arthur adalah pakar cinta terhebat sedunia karena sarannya akhirnya Airin kini yang memohon padanya.
"Nggak Arsen, aku janji nggak akan begitu lagi, maaf ya," ucap Airin yang semakin mengerutkan pelukannya.
Arsen nampak membolakan matanya, dia merasakan dua benjolan kenyang menempel di punggungnya.
"Ini apaan, kenapa tubuhku panas dingin seperti ini," batin Arsen.
Arsen pun membalikkan badannya, dia sedikit melirik dua benda yang mirip bukit kembar tersebut.
"OMG, seumur-umur baru kali ini aku merasakan bagian itu menempel di tubuhku," batin Arsen.
Melihat Arsen yang terdiam membuat Airin menepuknya.
"Arsen, kok malah bengong. Apa yang kamu pikirkan?" tanya Airin
"Ya udah aku memaafkan dirimu, tapi awas jika kamu mengulanginya lagi," jawab Arsen.
Airin nampak senang, dan lagi-lagi dia memeluk Arsen, lagi-lagi juga Arsen merasakan dua benda mirip bukit milik Airin.
Tak hanya peluk Airin juga menjinjit untuk mengecup pipi Arsen, dan itu membuat Arsen cengar cengir.
"Apaan cuma cium pipi," kata Arsen
"Kamu mau aku cium apa? tangan?" tanya Airin
"Bibir dong," jawab Arsen dengan tersenyum licik
"Nggak ah, malu dilihat banyak mahasiswa yang lain.
__ADS_1
"Mang minta maafnya nggak niat," sahut Arsen lalu membalikkan badannya, dia ingin beranjak dari tempatnya sekarang, kemudian Airin menarik tangan Arsen.
"Baiklah tapi jangan di sini," pinta Airin
"Dimana? toilet?" seloroh Arsen
"Mau ngapain di toilet, awas macem-macem!" seru Airin sambil mengangkat tinjunya
Arsen hanya tertawa, suka sekali menggoda wanita mungil di depannya.
"Taman belakang saja atau rooftop," ucap Airin
"Baiklah, taman belakang saja," sahut Arsen.
Kemudian Airin dan Arsen, pergi ke taman belakang, dilihat tidak ada orang, Arsen lalu mengunci Airin di dinding, dia melahap habis bibir Airin, dan memejamkan mata untuk menikmatinya.
Lama beradu, akhirnya Airin mendorong tubuh Arsen.
"Udah," katanya
Saat asik saling berciuman tiba-tiba ada tukang kebun lewat dan dia sungguh kaget.
"Astagfirullah, woy siapa itu," teriak tukang kebun
Airin segera mendorong Arsen, kemudian dia mengusap sisa saliva yang menempel di bibirnya.
"Ada apa?" tanya Arsen dengan menatap tukang kebun tersebut.
"Pagi-pagi udah berciuman di sini," maki tukang kebun tersebut yang belum tau siapa Arsen.
"Memangnya kenapa, ini cewek-cewek aku, kekasih aku, kenapa kamu yang sewot? kalau aku mencium cewek kamu baru deh kamu boleh sewot," sahut Arsen
"Eh nyolot ya, awas kamu, akan aku adukan ke pihak kampus," ancam tukang kebun tersebut.
"Adukan saja, palingan kamu yang dipecat," sahut Arsen lalu mengajak Airin pergi dari sana.
Tukang kebun hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, heran sekali dengan ucapan Arsen. Kenapa jadi dia yang dipecat kalau lapor bukannya mereka yang mendapatkan peringatan.
__ADS_1
Karena tidak ingin terjebak dalam pikirannya tukang kebun tersebut mengadukan semua kepada ayahnya terlebih dahulu.
Namun ayahnya hanya tersenyum dan memperingatkan kalau jangan ada masalah dengan A4 apalagi ketua geng mereka.
*********
Sepanjang lorong kampus Arsen dan Airin saling bergandengan tangan, dia sungguh rindu dengan Airin hingga saat Airin ada jam, Arsen ikut kelas Airin dan itu membuat semua teman Airin bersorak, banyak dari mereka yang patah hati, karena Arsen sangat menyayangi Airin.
"Aku iri sekali dengan Airin," kata salah satu yang berada di sana.
"Iya, beruntung sekali dia," sahut lainnya.
Dosen yang mengajar juga nggak fokus karena ada Arsen di kelasnya. Apalagi sikap Arsen yang lebay terhadap Airin.
Kali ini dosen memberi materi tentang sejarah yaitu kapal-kapal yang tenggelam salah satunya adalah Titanic.
"Siapa yang tahu kapal Titanic ?" tanya sang dosen
Semua mahasiswa tentu tau kapal titanic namun jarang yang tau kalau ada novel mirip kisah Titanic yang terbit jauh sebelum kapan ini tenggelam.
"Kira-kira ada yang tau, judul dan penulis novelnya?" tanya sang dosen lagi.
Arsen yang pernah membacanya pun tau, dia kemudian mengacungkan tangannya.
"Iya Arsen," kata Dosen
"Judulnya Futility, novel ini terbit empat belas tahun sebelum kapal titanic tenggelam, penulisnya adalah orang kebangsaan Amerika serikat yang bernama Morgan Robertson, nama kapal dalam novelnya adalah Titan, yang sama persis dengan Titanic," jawab Arsen yang membuat semua mahasiswa tercengang.
Dosen memberikan tepuk tangan untuk Arsen begitu pula dengan semua mahasiswa.
"Astaga Arsen tak hanya ganteng, kaya ternyata dia pintar juga," kata Mahasiswa.
Airin menatap kagum pada Arsen, dia tidak menyangka kalau Arsen memiliki pengetahuan yang luas.
"Aku semakin sayang padamu Arsen," gumam Airin yang bisa didengar oleh Arsen.
"Harus itu" sahut Arsen yang membuat Airin tersipu malu.
__ADS_1