4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Memukul Reza


__ADS_3

"Jadi kamu Arsen ketua geng A4?" tanya Reza


"Iya," jawab Arsen


Reza nampak tersenyum, dia tak menyangka dia akan bertemu dengan Arsen, dimana-mana A4 menjadi buah bibir, karena kekayaan dan ketampanan mereka.


Di luar dugaan, ketika berjalan Airin malam bergandengan dengan Febri bukan Arsen dan ini membuat Arsen kesal.


"Sayang disini yang kekasih kamu itu dia atau aku, kenapa kamu malah bergandengan tangan dengannya bukannya dengan aku," protes Arsen


Airin dan Febri tertawa tak ketinggalan Reza, Febri akhirnya melepas gandengan tangannya, lalu mempersilahkan Arsen menggandeng Airin.


"Nah ini yang benar, ngedate ya seperti ini kalau tadi aku dan Reza nampak terlihat seperti bodyguard kalian," kata Arsen.


"Iya, iya Arsen maaf," sahut Airin.


Arsen memegang tangan Airin dengan erat, dia tidak ingin melepaskannya.


Hingga ada tukang es krim, dan Airin menginginkannya.


"Arsen kita beli es krim dulu ya," kata Airin


"Ok sayang," sahut Arsen


Febri dan Reza juga ikut beli, "Biar aku yang traktir ya," ucap Reza menawarkan diri untuk mentraktir Arsen dan juga Airin tentunya tak lupa dengan Febri.


"Nggak nggak," sahut Arsen yang tidak mau ditraktir Reza, namun saat hendak mengambil dompetnya Arsen baru sadar kalau dompetnya ketinggalan di mobil.


"Sayang, dompetku sepertinya ketinggalan di mobil," kata Arsen sambil mencari-cari dompetnya di saku.


"Ya sudah biar aku yang bayar," sahut Reza


"Boleh, tapi hutang," timpal Arsen.


Karena tak ingin dibayari terus oleh Reza, Arsen pun pamit pada Airin untuk mengambil dompetnya.


"Sayang, itu ada restoran lebih baik kalian pesan makanan dulu, aku akan mengambil dompet," kata Arsen.


"Baiklah, cepat kembali ya," sahut Airin


Sebelum pergi mengambil dompetnya Arsen mencium kening Airin yang membuat Febri menggelengkan kepala.


"Arsen, Arsen, mau ambil dompet saja kamu mencium Airin," gumam Febri.

__ADS_1


Reza pun ikut berlari mengejar Arsen karena dia juga ingin mengambil sesuatu di mobilnya.


"Arsen tunggu," teriak Reza


Arsen tidak menggubris teriakan Reza, hingga Reza bisa mengejar Arsen.


"Hey Arsen, kamu sejak kapan jadian sama Airin?" tanya Reza


"Entah, baru kok," jawab Arsen


"Sama dong," sahut Reza


Saat hendak menuju ke mobilnya, ada wanita yang memeluk Reza dan Arsen melihatnya.


"Sayang, kamu kok ada di sini?" tanya wanita tersebut.


"Iya, aku diajak teman aku kesini," jawab Reza berbohong.


"Aku ikut kamu ya?" tanya wanita itu


"Jangan, aku kini sedang bersama Arsen, ketua A4," jawab Reza


Wanita tersebut nampak membuka mulutnya, bagaimana bisa Arsen bisa pergi ke taman hiburan seperti ini.


"Masak sultan mau pergi ke tempat beginian Reza," kata Wanita itu tidak percaya.


Wanita tersebut membolakan matanya, "Astaga tampan sekali dia," ucap wanita tersebut namun Reza segera mengusirnya dan sebelum pergi wanita tersebut mengecup pipi Reza.


Arsen yang melihatnya tentu bertanya-tanya, perasaan Reza kekasih Febri tapi mengapa dia dicium wanita.


"Dia siapa?" tanya Arsen


Reza menoleh ke kanan dan ke kiri, kemudian dia berbisik pada Arsen.


"Iya, dia itu pacar aku yang lain," bisik Reza


Arsen menatap pria brengsek di depannya.


"Sudah punya kekasih kenapa memiliki kekasih yang lain juga?" tanya Arsen


Reza tentu tertawa mendengar pertanyaan Arsen dia tak menyangka kalau ketua geng A4 setia sekali dengan kekasihnya.


"Hey Arsen, udah nggak jamannya memiliki satu kekasih saja," kata Reza dengan tertawa

__ADS_1


"Apa maksud kamu?" tanya Arsen


"Halah masak kamu nggak tau," jawab Reza


Arsen mengerutkan alisnya, dia sungguh kesal sekali dengan Reza.


"Aku saja memiliki tiga wanita, apalagi kamu lebih tampan, lebih tajir dari aku tentu bisa mendapatkan lebih," kata Reza


Mendengar perkataan Reza membuat Arsen emosi,


"Hey dengar, aku tidak ingin menghianati Airin," ucap Arsen dengan menarik kerah baju Reza.


"Calm down bro," kata Reza mencoba meredam emosi Arsen.


Arsen akhirnya melepaskan tangannya dari baju Reza.


"Tapi Airin itu nggak terlalu cantik, pasti dia mengerti jika kamu memiliki wanita lain." Reza lagi-lagi menyulut emosi Arsen


Arsen yang kesal membogem Reza dengan membabi buta, "Dengar meskipun dia adalah wanita terjelek di dunia aku tidak akan menduakan cintanya, lama-lama kamu memang keterlaluan Reza," maki Arsen


Banyak orang yang mengerubungi mereka, dan Airin dan Febri yang merasa Arsen dan Reza lama kembali pun menyusul, untung mereka belum pesan makanan.


Dan betapa kagetnya mereka saat melihat Arsen memukul Reza.


"Arseeeen," teriak Airin.


Arsen segera menghentikan pukulannya, Febri segera menolong Reza yang sudah babak belur.


"Kalian semua kenapa nggak ada yang melerai?" teriak Febri dengan marah.


"Jangan ditolong lelaki seperti ini, biar dia rasakan," sahut Arsen.


Febri menatap Arsen dengan tatapan benci, bisa-bisanya dia memukul pacarnya.


Airin yang tidak enak dengan Febri pun memarahi Arsen.


"Mau kamu tu apa sih Arsen? kenapa memukul Reza?" tanya Airin dengan marah


"Dia yang salah kenapa kamu menyalahkan aku?" teriak Arsen sambil menunjuk Reza


"Kamu ini sudah salah masih saja mengelak," sahut Airin dengan nada tak kalah tinggi.


"Kamu memang benar-benar tidak bisa dibela," teriak Arsen

__ADS_1


"Sekarang pergilah, dasar!" usir Airin.


Arsen yang kesal akhirnya meninggalkan Airin, Febri dan juga Reza yang kesakitan.


__ADS_2