4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Jajan di taman


__ADS_3

Airin sungguh bingung, dia tak enak dengan Aaron.


"Aaron maafkan aku," batin Airin.


Arsen menyetir sambil senyum-senyum sendiri, dunianya kini berubah semenjak ada Airin dalam hidupnya. Dari kecil sampai dewasa ini pertama kalinya Arsen bahagia seperti ini.


Tangan Arsen manarik tangan Airin dan dia berkali-kali mengecupnya.


"Aku sangat mencintai kamu sayang," kata Arsen


Airin hanya tersenyum mendengar perkataan Arsen hingga Arsen protes karena Airin tidak membalas kata cintanya.


"Kenapa kamu hanya tersenyum, apa kamu masih belum bisa mencintai aku?" tanya Arsen


"Maaf Arsen," jawab Airin.


Arsen melepas tangan Airin kemudian menghela nafas, "Bearti aku harus berjuang lebih keras lagi, semoga cintaku cukup untuk kita berdua dan mampu membuatmu cinta padaku," sahut Arsen.


"Terima kasih Arsen," timpal Airin.


Airin meminta Arsen untuk membawanya ke taman kota karena dia ingin jajan di sana.


Tak berapa lama mereka sudah sampai di taman kota, di depan taman kota ada sekolah SD dan SMP dan setiap bubar sekolah banyak sekali penjual makanan mangkal di depan sekolah tersebut kebetulan pas mereka sampai anak-anak SMP bubaran.


"Arsen kita turun sini ya, aku mau berkuliner makanan anak sekolah," kata Airin


"Makanan seperti itu nggak sehat lo," sahut Arsen


"Nggak papa lagian nggak setiap hari Arsen," timpal Airin.


Arsen yang tidak bisa mencegah Airin pun memarkirkan mobilnya lalu mereka berdua berjalan untuk berjalan-jalan dan berwisata kuliner.


"Aku mau beli cilok," kata Airin

__ADS_1


"Apa itu cilok?" tanya Arsen


"Makanan bulat kecil-kecil mirip bakso tapi dia disiram saus kacang," jawab Airin.


"Apa itu," protes Arsen


Airin berdecak kesal, karena percuma dia menjelaskan toh Arsen juga nggak ngerti. Seorang sultan tentu tidak paham makanan kaum jelata begitu pula sebaliknya seorang kaum jelata juga tidak paham makanan sultan.


Airin mendekati penjual cilok kemudian dia memesan cilok setelah selesai Airin segera memakannya.


"Enak?" tanya Arsen penasaran dengan rasa cilok


"Enak lah," jawab Airin, "Mau nyoba?" tanya Airin.


Arsen menggelengkan kepala.


"Ini makanan seperti makanan unggas, nggak sehat," jawab Arsen yang membuat Airin kesal.


"Apa? cih! sombong sekali," sahut Airin kesal


"Makan tuh makanan unggas," ucap Airin kesal lalu meninggalkan Arsen, Airin berjalan mencari tempat duduk untuk menikmati ciloknya.


Perlahan Arsen mengunyah makanannya, dan dia ingin makan lagi karena menurutnya cilok itu enak sekali.


"Hey sayang!" teriaknya


Setelah menemukan tempat untuk makan dia segera duduk karena tidak sabar untuk menikmati makanannya.


Arsen yang melihat Airin makan menelan salivanya.


"Kenapa menatapku inikan makanan unggas," kata Airin


"Enak Lo ternyata," sahut Arsen

__ADS_1


"Tadi bilang makanan unggas, mangknya jangan mengjudge sesuatu yang kamu sendiri belum tau rasanya," maki Airin


Arsen hanya terkekeh mendengar makian Airin kemudian Airin mengambil tiga buah cilok dengan lidi, lalu memasukkannya dalam mulut Arsen.


Arsen ternyata melahap semua bukannya memakan satu-satu. Dia meminta Airin menyuapinya terus hingga tak terasa ciloknya habis.


"Yah habis, cepat sekali padahal aku baru makan dua buah," kata Airin.


"Kita beli lagi," sahut Arsen lalu dia beranjak dan pergi membeli cilok lagi, dan gak tanggung tanggung Arsen membeli banyak sekali dan ini membuat Airin kesal.


"Kamu ini rakus sekali membeli makanan unggas sebanyak ini," kata Airin


"Aku bingung harus beli berapa," sahut Arsen.


"Beli sepuluh ribu saja," timpal Airin


"Apaan beli makanan kok sepuluh ribu, malu dong aku," ucap Arsen


Tak ingin debat, Arsen segera membuka makananya dan gantian menyuapi Airin.


Untung penjualnya menjadikan cilok Arsen beberapa bagian sehingga bisa Airin bawa pulang untuk Bundanya begitu pula Arsen ingin mencobakan makanan unggas tersebut pada kawan-kawannya.


"Seharusnya kamu beli sedikit saja, kalau sudah kenyang begini malas kan kalau mau beli makanan lainnya," kata Airin.


"Iya," sahut Arsen.


Karena haus mereka berdua ingin membeli es untuk membasahi tenggorokan mereka yang kering setelah itu Arsen mengajak Airin ke mall, ingin sekali membelikan barang untuk Airin namun dia malas di sidang papa Sean karena pasti tagihan kartu kredit masuk di laporan papanya.


Untuk makan Arsen menggunakan sisa dari uang saku Arsen, dan itu hanya tinggal dua juta saja.


"Sabar ya sayang, nanti kalau aku udah dapat gaji sendiri mari kita belanja sesuka hati, untuk saat ini uang saku aku masih dua juta," kata Arsen dengan raut wajah sedih.


Airin tak menyangka Arsen memiliki pikiran seperti itu, dia sungguh terharu sekali dengan Arsen.

__ADS_1


"Aku terharu Arsen," batin Airin dengan tersenyum.


__ADS_2