
Airin menoleh dan menjulurkan lidahnya, Arsen yang gemas berlari dengan kencang dan hampir saja menangkap Airin.
Airin dan Arsen sedang dilanda asmara yang menggebu, terlebih Arsen beberapa hari mendiamkan kekasihnya tersebut karena salah paham yang dibuat oleh Wanda cs.
Arsen berlari semakin kencang lalu dia dapat menangkap Airin.
"Mau kabur lagi, hah!" kata Arsen
"Ampun Arsen," ucap Airin.
Arsen menidurkan Airin di pasir kemudian dia mengungkung Airin di bawahnya.
"Arsen nggak enak lo dilihatin orang, nanti kita dilaporkan atas tuduhan melakukan por*no* aksi di depan umum, kamu nggak tau sedikit-sedikit dilaporin," kata Airin memucat
"Emang aku pikirin, kalau aku dilaporin aku akan sewa pengacara yang hebat," sahut Arsen.
Arsen sungguh nekat, dia mencium Airin dia nggak perduli dengan kata orang, bahkan ada beberapa orang sampe mengambil gambar Arsen dan Airin katanya buat status.
Puas mencium Airin Arsen beranjak, dan kebetulan ada orang yang berdiri di samping Arsen.
"Anak muda jaman sekarang semua urat malunya putus sehingga mengumbar kemesraan di depan umum," kata orang tersebut.
"Halah, kalau iri ngomong saja," sahut Arsen
Orang tersebut hanya menggelengkan kepala sedangkan Airin mencubit perut Arsen supaya Arsen tidak sembarangan ngomong.
Tak ingin kena masalah, Airin mengajak Arsen pergi dari tempat itu, mereka berjalan kembali menuju tempat awal mereka sampai karena sudah malam Airin meminta Arsen untuk mengantarnya pulang.
**********
"Astaga Arsen, aku hari ini lo harus masuk kerja, aku kok lupa ya," kata Airin dengan panik.
"Mau berangkat sekarang?" tanya Arsen
"Udah telat Arsen," jawab Airin.
"Tapi mending telat sih daripada nggak masuk, aku bisa dipecat kalau sering ijin," imbuh Airin.
__ADS_1
Airin meminta Arsen untuk langsung mengantarnya ke kafe, kebetulan seragam Airin sudah ada di lokernya.
"Nggak mandi dulu?" tanya Arsen karena nggak yakin Airin berangkat dengan pakaian yang seperti ini.
"Nggak usah," jawab Airin.
Tak berselang lama mobil Arsen tiba di kafe tempat Airin bekerja, Airin segera turun dan berlari masuk, sebelumnya dia bilang Arsen untuk tidak menunggunya, namun Arsen juga ikut turun, dia ingin makan di sana sambil menunggu Airin kerja.
Memang ya kalau udah terkena virus cinta, rasanya nggak mau pisah meski hanya sedetik saja.
Saat Airin memakai seragamnya manager kafe menghampirinya.
"Ini jam berapa?" tanya sang manager
"Maaf pak, saya telat," jawab Airin dengan menunduk.
Airin pun dimarahi oleh sang manager, bahkan sang manager memecat Airin tanpa pesangon.
"Setidaknya berilah bayaran kerja saya untuk separuh bulan ini pak," protes Airin
"Dasar manager brengsek, bilang saja kalau mau makan hak aku, aku sumpahi anda pak, semoga rejeki anda lancar dan anda juga mendapatkan kehidupan yang layak sehingga anda bisa terus berwisata kuliner yang akhirnya berbagai penyakit datang menghampiri anda," sumpah Airin lalu pergi meninggalkan manager yang memaku mendengar sumpah serapah Airin.
"Dasar pelayan laknat," umpat sang manager.
Arsen yang tau Airin keluar lagi segera mengejar Airin,
"Sayang," panggil Arsen
Airin tak menggubris panggilan Arsen, karena
Airin mengira Arsen sudah pulang.
Arsen menarik tangan Airin, "Kalau dipanggil itu berhenti jangan main nyelonong saja," omel Arsen
"Aku kira kamu pulang," sahut Airin.
Arsen menghela nafas, lalu dia bertanya kenapa Airin keluar
__ADS_1
"Kamu kenapa keluar lagi?" tanya Arsen
"Aku dipecat dan parahnya aku tidak dikasih uang gaji separuh bulan ini, dan juga uang pesangon," jawab Airin.
"Kok begitu?" tanya Arsen lagi
Ekspresi Arsen jadi kesal kini, dia tidak terima Airin diperlakukan tidak adil.
"Entah mungkin managernya ingin memakan hak aku," jawab Airin.
Arsen yang kesal ingin mendatangi manager namun dicegah oleh Airin.
Airin menggelengkan kepala mengkode Arsen supaya tidak melakukan hal itu dan Arsen menurut.
Kini Arsen membawa Airin ke mobil, dia akan mengantar Airin untuk pulang.
Sepanjang perjalan Airin hanya terdiam, satu masalah selesai satu tumbuh. Kini dia bingung bagaimana lagi mendapat pekerjaan part time.
"Memangnya berapa gaji kamu selama separuh bulan?" tanya Arsen.
"Sekitar 750 ribu," jawab Airin
"What! 750 ribu? sedikit sekali, uang 750 kalau aku untuk beli camilan saja," sahut Arsen.
Airin berdecak kesal, "Hello Arsen kamu siapa dan aku siapa, kamu sultan dan aku rakyat jelata, uang 750 itu bagi aku udah banyak," oceh Airin dengan kesal.
Arsen hanya terkekeh mendengar ocehan Airin, dia sebenarnya sungguh bingung dengan kehidupan rakyat biasa yang menurutnya gimana gitu, harus bertahan dengan uang seadanya.
"Sekali-kali bantulah orang-orang yang tak punya, kan banyak tu para anak sultan membuat konten bagi-bagi uang dan makanan," kata Airin
"Kalau mau bagi-bagi ya bagi-bagi saja sayang, untuk apa dibuat konten, kalau dibuat konten akhirnya bingung itu asli bagi-bagi atau pencitraan," sahut Airin.
Airin terlihat kagum dengan perkataan Arsen, memang benar sih kalau dibuat konten akhirnya jadi sebuah pencitraan.
"Mamaku setiap bulan juga bagi-bagi, tapi mama nggak buat konten. Mama menyumbangkan uang papa untuk anak-anak Yatim, orang lansia di panti jompo dan lain-lain lagi sayang," imbuh Arsen.
Ternyata Airin salah menduga, dia mengira orang kaya seperti keluarga Arsen tidak akan mungkin memikirkan nasib kaum bawah ternyata dia salah, bisa jadi ini apa yang dilakukan keluarga Arsen adalah lancarnya rejeki mereka.
__ADS_1