
"Dapatkah aku memelukmu, menjadikan kamu bintang di surgaku? aku janji akan memberimu warna yang bisa menjadikan kamu indah," kata Arthur tanpa menatap Raisa
Raisa melongo, bingung dan heran, kenapa Arthur tiba-tiba bicara seperti itu.
"Kamu kesambet ya Arthur?" tanya Raisa
Mendengar pertanyaan Raisa membuat Arthur ingin rasanya menjedokkan kepalanya di tembok.
"Iya, aku kesambet. Kesambet wanita yang paling sempurna di dunia ini," jawab Arthur
"Siapa?" tanya Raisa
"Raisa, mama dan papa kamu ngasih kamu makan apa sih, kok rada-rada susah gitu ya," ejek Arthur
Raisa menatap Arthur dengan kesal
"Susah gimana maksud kamu Arthur, jangan ngeledek ya, dari dulu mulut lemes banget, nggak pernah ditabok ya tu mulut," sahut Raisa.
"Hehe maaf Raisa," timpal Arthur dengan terkekeh.
Nyali Arthur menciut lagi, Raisa yang nggak peka dengan kata-kata Arthur memilih untuk pergi meninggalkan Arthur.
"Gagal," ucapnya lalu pergi mencari Aaron.
*************
Hari semakin cepat berlalu, seusai ujian semester para Mahasiswa mendapatkan liburannya.
Airin yang mendapatkan nilai bagus, kini mendapatkan beasiswa penuh dari pihak kampus jadi Airin bebas biaya kuliah, namun tentu ini ada syaratnya, jika nilai ujian semester depan turun otomatis beasiswa penuhnya dicabut.
Para A4 yang nilai ujiannya juga bagus mendapatkan hadiah dari orang tua masing-masing, Seperti biasa mereka kali ini mendapatkan liburan ke luar negeri dan Eropa adalah destinasi utama liburan mereka.
"Papa nggak setuju kalian liburan ke Eropa," kata papa Shane
"Kenapa pa? Eropa tu banyak wisatanya," Protes Arthur
"Betul tuh om," sahut Arcelo
"Kalian nggak lihat berita ya, kalau Eropa kini lagi ada perang," timpal Papa Nick
"Kan wilayah Eropa itu luas Om, kita bisa ke Prancis, Italia, Yunani, dan lain-lain," kata Arsen
"Papa tetap nggak setuju Arsen," timpal Papa Sean.
"Ah, kalian para orang tua nggak asik," sahut Arcelo
"Lalu kalian para papa ingin kami liburan kemana?" tanya Aaron
"Sebentar kami rundingkan dulu," jawab Papa Daffa
Para mama dan para Papa nampak berfikir, mereka mulai berbisik-bisik.
"Demi melindungi anak-anak kita dari virus yang lagi viral bagaimana kalau mereka liburan dalam negeri saja, toh destinasi wisata dalam negeri juga banyak dan indah," ide Papa Shane
__ADS_1
"Betul sih, tapi mereka setuju apa nggak mas," sahut mama Amira
"Harus setuju, kan kita yang punya uang. Kalau kita nggak memberi mereka uang, mereka mau apa," timpal mama Arini
"Benar juga, masuk tu Rin," sahut mama Vani
"Ya sudah, bagaimana kalau liburan mereka ke Bali saja, biar mereka senang-senang di sana," timpal Mama Putri
"Atau mereka bisa ke puncak," ucap papa Nick.
Para A4 yang mendengar pun membolakan matanya, mereka kaget karena liburan mereka hanya di Bali atau puncak.
"What! kalian para mama dan papa lagi bercanda kan, astaga nggak etis banget A4 liburan ke puncak, atau Bali" kata Arthur
"Betul tu pa, apa-apaan sih papa. Kami itu maunya ke luar negeri bukan dalam negeri," sahut Arsen
"Nanti kalau ketemu dengan teman sekampus malu ma pa, kalau cuma liburan ke puncak," timpal Arcelo
Mama Arini yang kesal berdiri sambil meletakkan tangannya di pinggang.
"Kalian berempat ini memang nggak bersyukur,..." belum sempat melanjutkan kata-katanya Aaron memotong
"Saya nggak ikut Tante," protes Aaron
"Iya kecuali kamu Aaron, Tante salut ma kamu nggak seperti teman-teman kamu yang sok sok an ini," ucap Mama Arini.
"Gawat mama kamu udah marah," bisik Arcelo
"Iya, daripada kita nggak liburan ya udah nurut aja, asal kita bisa bawa cewek-cewek kita," sahut Arsen
Mama Arini melanjutkan kata-katanya, "Lihatlah anak-anak yang nasibnya kurang beruntung, nggak ada tu yang namanya liburan kalian yang mendapatkan liburan kok malah protes," maki Mama Arini.
"Iya betul apa yang dikatakan mama Arini lebih baik kalian menurut saja, toh lain tahun kalian bisa masih perlu ke Eropa," sahut papa Sean.
"Kalian pilih. Liburan ke Puncak, Bali atau...." Mama Vani nampak berfikir
"Alaska, benar kan Tante Vani?" tebak dan tanya Aaron
"Nggak, salah," jawab mama Vani
"Atau liburan di kota ini saja," sahut mama Putri
"Silahkan A4 kalian pilih mana," sahut mama Amira
Mereka berempat nampak merundingkan mana yang akan mereka pilih, dan akhirnya semua memutuskan untuk ke Bali.
"Baiklah kami memutuskan ke Bali," kata Arthur
"Ok, lusa kalian berangkat. Kalian bisa pakai jet papa, dan untuk kendaraan di sana, nanti akan ada yang jemput kalian," ucap papa Sean.
"Pa, boleh nggak kami ajak cewek-cewek kami," ijin Arsen
"Airin?" tanya mama Arini
__ADS_1
"Iya lah ma, memangnya cewek Arsen siapa lagi," jawab Arsen
"Siapa tau kamu ngajak Raisa," sahut papa Sean
"Kalau Raisa itu bagian Arthur Tante," timpal Aaron keceplosan
"UPS, sorry Arthur," imbuh Aaron
"Tu mulut ember sekali, kalah mamaku," kata Arthur kesal
Arsen dan Arcelo melemparkan tatapan mautnya pada Arthur, "Kamu hutang penjelasan pada kami Arthur," ucap Arcelo
"Astaga, belum juga jadian. Kalian mau penjelasan yang seperti apa?" tanya Arthur dengan menghela nafas.
Arsen dan Arcelo tertawa.
"Jadi gimana ibu-ibu bapak-bapak apa kami boleh mengajak cewek-cewek kami?" tanya Arthur
Mata semua papa dan mama tertuju pada A4
"Nggak boleh!" jawab mereka barengan.
Mendengar jawaban para mama dan papa membuat A4 kecuali Aaron melemas.
"Ya elah, mama dan papa nggak fair banget. Kenapa sih merusak kebahagiaan anak sendiri," kata Arsen
"Apa? merusak kebahagiaan kalian," sahut mama Vani tak terima
"Hey Arsen, kami itu sayang pada kalian jadi nggak membiarkan kalian untuk membawa wanita, karena kalian tau kan, orang ketiga jika kalian berduaan," kata mama Amira
"Memangnya apa ma?" tanya Arthur
"Bayi," jawab papa Shane
A4 memijat pelipis mereka masing-masing, mama dan papa mereka terlalu jauh mikirnya.
"Ah nggak asik blas," kata Arthur
"Ya sudah kita berangkat tanpa wanita," sahut Aaron
"Nggak nggak, kalau tanpa wanita kami nggak jadi liburan," ucap Arcelo
"Ya sudah malah kebetulan, kami nggak perlu mengeluarkan uang untuk kalian," sahut Papa Nick
"Kalian para orang tua memang nggak peka dan nggak Fair ma kita," timpal Arthur
"Lagian kalau Arsen ingin macam-macam udah dari dulu ma pa, ngapain nunggu liburan," ucap Arsen kesal
"Airin Lo tinggal di apartemen Arsen, kalau Arsen pengen gituan tinggal aja ngelakuinnya di kamar," imbuh Arsen
"Betul, aku juga gitu kalau pengen ya aku gituan saja sama Febri, tinggal booking hotel," sahut Arcelo
Arcelo keceplosan mengenai hubungannya dengan Febri, dan kini dia seperti tersangka.
__ADS_1
Semua mata menatap Arcelo,
"Febri itu siapa Arcelo?"