
"Ga sabar aku menunggu Airin meminta maaf," gumam Arsen
Aaron yang mendengar gumaman Arsen jadi tersenyum.
"Dasar bucin,"
Arsen memejamkan matanya, beberapa menit ke depan dia sudah terlelap.
Keesokan harinya, Aaron merasakan berat di perutnya dan saat di membuka mata dia melihat Arsen memeluknya dengab erat.
"Ih, aku memangnya cowok apaan, enak saja main peluk-peluk," umpat Aaron mencoba menyingkirkan tangan Arsen dari perutnya.
"Sayang biarkan tetap seperti ini, aku ingin memeluk kamu dengan erat," ucap Arsen dengan mata yang terpejam.
Aaron menggeliat, dia sungguh jijay dipeluk Arsen.
"Woy Arsen," teriak Aaron.
"Sayang jangan teriak-teriak dong," sahut Arsen
Aaron melempar tangan Arsen dan segera beranjak.
"Woy Arsen, wake up! ayo kita mandi," kata Aaron sambil menggoyang tubuh Arsen.
__ADS_1
Perlahan Arsen membuka matanya, dia sungguh kaget saat melihat Aaron sudah berdiri ditepi ranjang.
"Aaron kamu kok ada dikamar aku? mana Airin?" tanya Arsen
"Bangun, bangun! udah siang. Kamu itu ada di kamar aku jadi wajar aku berada di sini, Airin ya di rumahnya," jawab Aaron
Arsen mengingat ingat, dan setelah ingat dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian terkekeh.
Arsen pamit pulang, karena dia juga tidak membawa pakaian ganti.
"Aku pulang ya Aaron," kata Arsen lalu mengambil kunci mobilnya
"Ok, nggak mandi dulu?" tanya Aaron
"Nggak usah," jawab Arsen lalu dia keluar kamar Aaron.
Dan beberapa waktu kemudian A4 sudah sampai di kampus.
Dari jauh nampak Airin menatap Arsen, dia mendekati Arsen namun entah mengapa Arsen sok jual mahal dengan Airin padahal semalam dia seperti ayam yang ingin bertelur.
"Arsen," panggil Airin
"Ada apa?" tanya Arsen ketus
__ADS_1
"Aku mau minta maaf soal kemarin," sahut Airin
"Nggak perlu minta maaf, lagian kan aku yang salah memukul seseorang tanpa alasan," timpal Arsen.
Airin nampak terdiam, dia bingung mau jawab apa. Karena Airin terdiam, Arsen dan A4 lainnya berjalan meninggalkan Airin.
"Bagus bro, cewek sekali-kali harus dibegitukan biar nggak ngelunjak, biar nggak seenaknya sendiri, jangan dikira kita bucin terus bisa bersikap seenaknya," kata Arthur.
Sebenarnya tadi saat di mobil Arsen mendapatkan pencerahan dari ahlinya cinta Arthur dan Arcelo, mereka ingin Arsen sekali-kali memberi shock terapi pada Airin supaya tidak ngelunjak.
Sebenarnya Arsen tidak tega tapi dia ingin melihat sampai mana cinta Airin dan sampai mana Airin berusaha untuk mendapatkan maaf dari Arsen.
Saat Arsen sudah menjauh Airin berlari mengejar Arsen dan dia langsung memeluk Arsen dari belakang sehingga membuat Arsen dan A4 lain terdiam bahkan semua mahasiswa menonton adegan Airin dan juga Arsen.
Adegan mereka seperti yang di film film, banyak dari Mahasiswa yang mengabadikan momen mereka.
"Arsen maafkan aku, aku tau aku salah," kata Airin
"Lepas, apa kamu nggak malu dilihat mereka semua," sahut Arsen
Bukannya melepas pelukannya, tapi Airin semakin erat memeluk Arsen.
"Biarin saja mereka melihat kita," timpal Airin
__ADS_1
A4 lain pun pamit pergi, mereka satu per satu menepuk bahu Arsen, meski Arsen sempat meminta mereka untuk tidak pergi namun mereka tidak menggubris Arsen.
"Good luck Arsen," ucap Aaron lalu dia melihat Airin sejenak, nampak raut wajah Aaron berubah.