4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Bingung


__ADS_3

"Mati aku," gumam Airin yang masih bisa didengar oleh Arsen.


Arsen tertawa keras mendengar kata-kata Airin, kemudian dia mendekati Airin yang hanya memakai handuk kimononya.


"Aku tentu nggak akan membiarkan dirimu mati sayang, bagaimana bisa aku membunuh kamu yang amat begitu aku cintai," kata Arsen lalu melingkarkan tangannya pada perut Airin.


Airin nampak gugup, bagaimana supaya lepas dari Arsen.


Tanpa basa-basi lagi dia mencium bibir mungil Airin yang sedari tadi sudah amat sangat menggodanya.


Airin memejamkan matanya dia cukup menikmati bibir Arsen, kali ini tidak ada perlawanan dari Airin sehingga Arsen leluasa memainkan bibir Airin tanpa bersusah payah memegangi tangan Airin.


Beberapa menit kemudian tangan Airin mendorong tubuh Arsen sehingga pautan mereka lepas.


"Aku kehabisan pasokan oksigen," kata Airin dengan nafas yang tersengal


"Kalau begitu ayo kita isi lagi pasokan oksigen setelah itu kita lanjut," sahut Arsen.


"Nggak nggak, udah sampai di sini saja ciumannya. Sana keluar aku mau ganti baju," usir Airin bukan Arsen jika langsung menurut.


Dia bernegosiasi dulu dengan Airin, dia ingin tetap di kamar Airin dan melanjutkan ciumannya.


"Let me in here baby, please!" pinta Arsen dengan tatapan puppy eyes nya.


"No," sahut Airin.


Akhirnya mau nggak mau Arsen keluar, kemudian dia pergi mencari kawan-kawannya.


Setelah selesai memakai baju terdengar suara ketukan, dan Airin membukanya dengan kesal


"Apa lagi sih Arsen?" teriaknya saat membuka pintu dan betapa kagetnya dia yang mengetuk pintu bukannya Arsen melainkan Aaron.

__ADS_1


"Eh Aaron, maaf aku kira Arsen," kata Airin nggak enak


"Maaf kalau kamu berharap Arsen yang datang," kata Aaron


"Eh nggak begitu Aaron," sahut Airin


Aaron tersenyum dan entah mengapa lagi-lagi senyum Aaron membuat Airin senang bahkan dia melupakan kalau tadi sakit hati dengan Aaron.


Aaron mengajak Airin untuk melihat sunset di balkon belakang Vila, tanpa berfikir panjang Airin langsung menerima ajakan Aaron.


Kini mereka berdua menuju balkon belakang Vila, dan memang benar pemandangannya indah sekali.


Airin nampak suka dengan pemandangan bukit dengan matahari yang terbenam.


"Airin sejauh mana hubungan kamu dengan Arsen?" tanya Aaron


"Arsen sangat mencintai aku, tapi aku masih bingung dengan perasaanku padanya," jawab Airin


Aaron nampak menatap Airin, bagaimana Airin tahu hubungannya dengan Keira.


"Bagaimana kamu bisa tau?" tanya Aaron


"Tadi aku melihat kamu mencium kak Keira," jawab Airin.


Aaron tersenyum, "Dari dulu aku sangat mengagumi jiwa keibuannya, sikapnya yang hangat membuat aku menyukainya, tapi di sisi lain aku menemukan sikap kamu yang bertolak belakang dengannya dan aku tertarik juga padamu," Jelas Aaron.


Airin menatap Aaron yang tidak biasa, "Mana bisa seperti itu Aaron, kalau kamu menyukai kak Keira jadi kamu harus mempertahankannya, jangan biarkan hatimu bercabang dengan lainnya," sahut Airin


"Iya Airin, tapi entahlah. Biarkan saja rasa ini mengalir dengan sendirinya," timpal Arsen


"Kalau kamu tidak menentukan pilihan kamu dari awal takutnya kamu akan menyesal Aaron," pesan Airin.

__ADS_1


"Jika aku membunuh rasa sukaku pada Keira dan memupuk rasa sukaku padamu apa kamu akan membalas rasaku? atau tetap memilih Arsen?" tanya Aaron


Airin hanya diam, dia tidak bisa menjawab pertanyaan Aaron.


"Dari diam kamu aku bisa menyimpulkan kalau kamu lebih memilih Arsen daripada aku," kata Aaron


"Bukan begitu Aaron, kalian berdua berteman aku tidak mau hanya gara-gara aku persahabatan kalian retak, aku bukan siapa-siapa di sini. Aku hanya orang luar yang tanpa sengaja masuk dalam kehidupan kalian," sahut Airin.


"Memang terkadang harus begitu Airin, dulu papaku dan papa Arsen juga berebut Tante Arini," timpal Aaron.


Airin terdiam, apa kisah cinta mama,papa Arsen dan Aaron terulang kembali? dan apakah Airin yang akan direbutkan disini? entahlah memang dari dulu beginilah cinta, penderitaannya tiada pernah berakhir, ya seperti itulah kata-kata dari seorang dari panglima kerajaan langit dalam serial film fiksi favorit pada jamannya.


Di sisi lain Arsen mencari Airin di kamarnya namun Airin tidak ada, "Cepat sekali hilangnya," gerutu Arsen.


Arsen bertanya pada pelayan namun mereka pada nggak tau, sehingga Arsen sendiri yang pergi mencari Airin.


Arsen mencari Airin kesana kemari namun tidak ketemu hingga dia kesal dan marah-marah sendiri tak jelas.


Mama dan papanya yang tau hanya bisa menggelengkan kepala


"Lihatlah, persis seperti kamu," kata Mama Arini


"Iya, saat aku jauh dari kamu," sahut papa Sean.


Tak berselang lama, Arsen melihat Airin yang hendak ke kamarnya dan tanpa aba-aba Arsen memeluk Airin meski di tempatnya kini ada banyak mata yang memandangnya.


"Hey Arsen apa kamu tidak malu sama om dan tante yang ada di sini, main peluk saja," omel Papa Sean


Mendengar papanya mengomel membuat Arsen melepas pelukannya.


"Nggak, kalian soalnya juga sama," sahut Arsen

__ADS_1


Karena kata-kata Arsen membuat mereka berdebat, ya begitulah mama dan papa A4 suka mendebatkan sesuatu yang nggak penting yang akhirnya memicu pertengkaran namun selalu berakhir di ranjang.


__ADS_2