
"Iya, lebih baik kini kamu bersiap. Ambil baju kamu. Untuk sementara kamu tinggal di apartemen aku," kata Arsen yang membuat Airin kaget.
"Tunggu, tunggu! apa-apaan kamu main nyuruh aku pindah," protes Airin.
"Apa kamu ingin selalu takut petir, minimal kalau kamu di apartemen aku, kamu nggak akan mendengarkan petir lagi," sahut Arsen
"Tapi aku aku belum bilang bunda," kata Airin
"Kamu jangan menambah beban bunda," ucap Arsen.
Airin menimbang-nimbang sejenak, apa dia tetap bertahan di rumahnya atau ikut Arsen.
Arsen yang kesal karena Airin terlalu lama berfikir pun mengambil tas Airin,
"Ini cepat, masukkan baju kamu," titah Arsen
Arsen terus saja memaksa hingga mau nggak mau Airin menuruti keinginannya.
Arcelo yang menunggu diluar mulai boring karena Arsen dan Airin lama sekali.
Arcelo mengirim pesan, menyuruh Arthur dan Aaron menyusul ke apartemen Arsen.
Setelah siap kini mereka berangkat ke apartemen Arsen.
Di sana ternyata sudah ada Arthur dan Aaron yang sudah menunggu.
Arsen segera membukakan pintu dan semua masuk.
Mata Airin menatap takjub akan isi dalam apartemen Arsen, sungguh mewah sekali.
"Arsen kamu yakin meminta aku tinggal di sini?" tanya Airin
"Yakinlah, memangnya kenapa?' tanya Arsen
"Ini mewah sekali Arsen," jawab Airin.
"Nanti kalau kita sudah menikah, kita berdua pasti tinggal di sini," ucap Arsen.
"Bun, kebaikan apa yang Airin lakukan hingga kini Airin mendapatkan kenikmatan yang sungguh luar biasa," gumam Airin yang membuat A4 tertawa.
"Ada-ada saja si pesek," kata Arthur.
Arsen menunjukkan kamar Airin dan A3 mengekor sehingga membuat Arsen kesal.
"Hey, kalian ini ngapain ikut aku?" tanya Arsen
"Kami ingin menjadi orang ketiga Arsen daripada orang ketiga kalian setan," jawab Arthur
"Tapi kalian mengganggu nanti," sahut Arsen
"Memangnya kamu mau ngapain? apa kamu lupa kalau kami mendapatkan mandat dari om Sean untuk mengawasi kalian," timpal Arcelo
"Astaga, baiklah baiklah," ucap Arsen pasrah.
Kini mereka sudah sampai di kamar Arsen yang nantinya akan ditempati Airin.
Arsen membuka pintu dan menyuruh mereka semua masuk, lagi-lagi mata Airin dimanjakan dengan kemewahan apartemen Arsen.
"Sama seperti kamar kamu Arsen," kata Airin.
"Aku bisa bangun nggak ya tidur di sini," gumam Airin yang lagi-lagi membuat A4 tertawa.
__ADS_1
"Memangnya kamu Putri tidur, yang harus ada pangeran yang mencium kamu terlebih dahulu baru bisa bangun. Mengada-ngada sekali," sahut Arthur
"Rasanya ingin sekali aku menambal mulutmu dengan semen," maki Airin.
"Bagaimana kalau kami duduk manis melihat pertengkaran kalian," sahut Arcelo.
Seusai meletakkan baju serta melihat kamarnya kini Airin dan A4 mengobrol di ruang tengah.
Mereka semua nampak tertawa dengan lelucon Arthur.
Tak terasa waktu menunjukkan pukul sembilan malam, keasikan bercanda sehingga mereka lupa belum makan.
"Kita delivery order ya," kata Aaron
"Iya," sahut Arsen.
Menunggu beberapa menit, akhirnya makanan mereka datang. Mereka yang sudah lapar langsung saja melahap makanan mereka sampai habis, setelahnya mereka memutuskan untuk istirahat.
Semenjak bekerja A4 memang tidak kuat melek malam, jam sepuluh jam sebelas mereka sudah mengantuk berbeda dengan sebelumnya.
Pagi menyapa dengan cepat, Airin bangun terlebih dahulu, dia keluar dari kamarnya dan melihat A4.
Airin yang jahil mengambil gambar saat A4 tidur, empat tuan muda kalau tidur juga sama seperti rakyat jelata.
Airin sebenarnya lapar tapi tidak ada makanan di dapur Arsen.
Waktu sudah menunjukkan pukul enam pagi, Aaron yang bangun terlebih dahulu pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil setelahnya dia keluar kamar.
Aaron melihat Airin duduk di ruang tamu sambil memainkan ponselnya.
"Kamu sudah bangun?" tanya Aaron
"Eh, Aaron. Iya," jawab Airin dengan kaget.
"Kamu lapar?" tanya Aaron
"Iya," jawab Airin
"Kamu mau makan apa?" tanya Aaron
"Makan nasi pecel," jawab Airin
"Kalau itu adanya di pasar Airin," kata Aaron
"Iya," sahut Airin.
Tanpa aba-aba Aaron menarik tangan Airin, dia tau tempat penjual nasi pecel dekat-dekat sini.
"Kita beli nasi pecel," kata Aaron
Mereka menuju basecamp untuk mengambil mobil, dan pergi membeli nasi pecel yang diinginkan Airin.
Tak berselang lama mereka sudah sampai di resto yang menjual nasi pecel.
Airin melihat list harga dan betapa kagetnya Airin kalau harga seporsi nasi pecelnya enam puluh lima ribu.
"Aaron kita balik lagi aja ya, mahal banget. Enam puluh lima ribu seporsi," kata Airin
Aaron hanya tersenyum melihat Airin, enam puluh lima ribu tentu bagi Aaron murah sekali dibanding saat dia makan di restoran yang kadang mencapai angka jutaan.
"Udah nggak apa-apa," kata Aaron
__ADS_1
"Uangku cuma seratus ribu, masa iya kita beli satu," bisik Airin
"Kamu pikir aku nggak punya uang, sehingga minta ditraktir kamu," sahut Aaron.
Airin terkekeh, lalu dia pasrah dengan Aaron.
"Nah gitu nurut ma calon suami," goda Aaron yang membuat Airin kesal.
"Kejadian itu nggak usah diingatkan lagi," kata Airin
"Seharusnya aku pasrah saja waktu itu mungkin kini kamu jadi istri aku, musim ujan gini butuh yang hangat-hangat." Aaron terus saja menggoda Airin.
"Aaron kamu me*sum sekali, Arsen kalah," sahut Airin
Kini tiba giliran Airin dan Aaron, mereka memesan lima nasi pecel, teh hangat dan air mineral.
"Ini Aaron aku sumbang seratus ribu," kata Airin sambil menyerahkan uang seratus ribunya.
"Ada yang lain?" tanya Aaron
"Cuma seratus ribu doang," jawab Airin
"Aku nggak butuh uang kamu," kata Aaron
"Lalu?" tanya Airin
"Nanti di mobil," jawab Aaron yang membuat Airin bingung.
Airin bertanya-tanya apa yang diminta Aaron.
Kini pesanan mereka sudah siap, Aaron memberikan lima lembar uang warna merah, dan dan kembali uang warna biru dan uang warna hijau.
"Sayang sekali, uang liam ratus ribu cuma dapat nasi pecel lima dan minumnya," kata Airin
"Sudahlah Airin jangan dipikirkan, lagian uang bisa dicari," sahut Aaron
Aaron dan Airin kini sudah berada dalam mobil, dan Aaron menagih sumbangan dari Airin.
"Sumbangannya gimana?" tanya Aaron
"Kamu minta apa?" tanya Airin pucat karena Aaron semakin mendekat.
"Menurut kamu aku minta apa?" tanya Aaron
"Aku nggak tau," jawab Airin
"Aaron jangan," pinta Airin
"Kenapa jangan, ini harus," kata Aaron
"Tapi ini tidak dibenarkan," sahut Airin
"Siapa? ini itu perintah Lo," timpal Aaron
"Aaron jangan." Airin berteriak meminta Aaron menjauh dari wajahnya.
Aaron nampak gemas sekali dengan Airin,
"Tapi tetap harus Airin," ucap Aaron yang membuat Airin memucat.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiah ya kak.
__ADS_1
Dan yang belum baca kisah mama dan papa A4 silahkan baca ya kak sambil nunggu up😊😊😊😊😊