4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Pesan papa Sean


__ADS_3

"Arsen apa kamu dengar kabar kalau Aaron mau menyusul Kak Keira, dia juga cuti sebulan," kata Arcelo


"Kenapa begini persahabatan kita, semua retak gara-gara Airin jelek itu," gerutu Arthur.


"Meskipun jelek pesonanya luar biasa, dia mampu membuat Arsen dan Aaron merebutkannya," ucap Arcelo.


Arsen yang kesal tidak mendengar ocehan mereka dia yang bingung kini memilih pergi ke kantor, mungkin dengan menyibukkan diri sedikit dia bisa melupakan permasalahannya.


Namun setelah di kantor Arsen nampak diam saja sambil memainkan bulpen miliknya dan Arsen yang melihatnya mencoba bertanya pada anaknya ada apa sebenarnya.


"Ada apa Arsen?" tanya Papa Sean


"Nggak ada apa-apa kok pa," jawab Arsen berbohong


"Kamu sedang ada apa-apa Arsen, cerita sama papa," sahut papa Sean


"Arsen fine pa, oh ya pa laporannya belum dikerjakan Arcelo, jadi belum Arsen berikan ke om Nick." Arsen mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Arsen, cerita atau potong gaji," ancam papanya.


Arsen menghela nafas, papanya paling ahli soal urusan ancam mengancam


"Sebenarnya Arsen dan Aaron ada masalah pa," kata Arsen


"Maslaah apa? Airin?" terka papa Sean


"Iya, papa kok tau," sahut Arsen


"Tau lah, apa yang terjadi dengan kamu seperti ini pernah papa alami juga, bisa di bilang Dejavu," timpal Papa


"Lalu?" tanya Arsen


"Lalu papa lah yang mendapatkan mama kamu dan akhirnya om Daffa menemukan Tante Putri," jawab papa Sean.


Arsen nampak menghela nafas, meskipun sama namun kisahnya tak serupa, di sini Airin selingkuh dengan Aaron.

__ADS_1


"Tapi Airin selingkuh pa," ucap Arsen


"Kamu melihatnya di rooftop kan, berduaan dengan Aaron, mereka bercanda bersama," terka papa Sean lagi


"Sama seperti mama dan papa dulu ya," sahut Arsen.


Papa Sean memberikan pengertian pada Arsen, jangan mengambil keputusan saat sedang emosi karena akan membawa kita dalam penyesalan terdalam.


"Jangan sampe gara-gara salah paham dan cemburu buta kamu kehilangan cinta serta sahabat kamu," pesan papa Sean.


Arsen yang mendengar pesan dari papa Sean segera pergi, saat di lobi dia bertemu dengan Arcelo yang baru saja datang.


"Kamu mau kemana?" tanya Arcelo,


"Aaron berangkat jam berapa?" tanya Arsen balik


"Dua jam lagi, Arthur ada di rumah Aaron," jawab Arcelo


"Kamu jemput Airin, aku akan ke rumah Aaron." Arsen memberi titah pada Arcelo


"Kerjakan atau potong gaji bulan depan," ancam Arsen


"Astaga beraninya dia ngancam aku, oh papa nasib kita sama," kata Arcelo dengan lebay


Arsen tidak menggubris Arcelo, setelah memberikan alamatnya dia meninggalkan Arcelo yang masih berdiri di loby kantor.


Dia segera ke rumah Aaron, bagaimana pun juga Arsen sangat menyayangi Aaron, dia menyesal membogem sahabatnya tersebut.


Sikap Aaron memang lebih dewasa daripada Arsen, setiap Arsen membuat masalah Aaron lah yang menyelesaikannya.


Arsen mengendari mobilnya dengan lihai bak Dominic Toretto dan Brian O'Conner dalam film aksi The fast n furious.


Tak butuh lama bagi Arsen untuk sampai di rumah Aaron, di depan sudah banyak koper Aaron, mama Putri dan papa Daffa bersiap juga untuk mengantar Aaron ke bandara.


"Aaron," teriak Arsen

__ADS_1


Aaron menatap Arsen dengan lekat, dia nampak tersenyum akhirnya sahabatnya mau menemuinya.


"Kamu sudah tidak marah?" tanya Aaron


"Tidak," jawab Arsen


Arsen segera memeluk temannya, "Maafkan aku," kata Arsen


"Maafkan aku juga," sahut Aaron


Mama dan papa Daffa memberi ruang untuk Aaron dan Arsen mengobrol.


Di sisi lain Arcelo sudah sampai di rumah Airin, dia segera mengetuk pintu


Betapa kagetnya Airin kalau yang datang adalah Arcelo


"Kamu!" teriak Airin


"Iya, ayo ikut aku," sahut Arcelo lalu menarik tangan Airin


"Eh eh Arcelo kamu mau menculik aku ya," ucap Airin dengan keras sehingga bunda Airin keluar.


"Sembarangan, aku disuruh Arsen," sahut Arcelo kesal


"Eh ada tuan muda Arcelo, mari masuk," kata bunda


"Nggak usah ibu kantin, saya buru-buru," sahut Arcelo, "Saya culik Airin sebentar ya," imbuh Arcelo,


Arcelo menarik tangan Airin lalu memasukkannya ke dalam mobil.


"Arcelo aku seharusnya ganti baju dulu," protes Airin


"Halah nggak usah, kamu ganti baju juga sama jeleknya," kata Arcelo


"Brengsek," umpat Airin kesal.

__ADS_1


__ADS_2