
"Aku semakin sayang padamu Arsen," gumam Airin yang bisa didengar oleh Arsen.
"Harus itu" sahut Arsen yang membuat Airin tersipu malu.
Dosen tersenyum memang anggota A4 tidak hanya ganteng tapi juga pinter. Arcelo, Aaron dan juga Arthur pun sama nilai IP mereka rata-rata 3,70 ke atas. Mungkin karena makanan bergizi yang selalu mereka konsumsi sehingga otak mereka sangat cerdas, namun diantara semua anggota A4 yang paling cerdas adalah Aaron, mungkin gen mama Putri menurun ke Aaron.
"Memang benar penjelasan dari Arsen tadi, kalau novel itu Futility terbit empat belas tahun sebelum Titanic diciptakan, sampai ada yang beranggapan kalau Morgan Robertson adalah seorang peramal, karena novel karangannya waktu itu tepat terjadi empat belas tahun kemudian, yang mana isi dari novel tersebut adalah kesombongan manusia yang mengatakan kalau Titan tidak akan tenggelam sehingga mereka hanya menyediakan 24 sekoci untuk 2000 penumpang, tak jauh berbeda dengan Titanic bahkan hampir mirip," jelas dosen.
Semua mahasiswa antusias dengan penjelasan dosen tersebut, bahkan ada yang bertanya tentang Flying Dutchman yang dia dengar dari serial film anak Spongebob Squarepants.
"Kapal Flying Dutchman berasal dari mitos Belanda yang mana hapal ini adalah kapal hantu yang dikutuk mengarungi tujuh Samudra dan mereka tidak akan berlabuh," kata sang dosen
Para Mahasiswa sangat antusias mempelajari sejarah tentang kapal-kapal hingga ada satu Mahasiswa lagi yang bertanya sambil bernyanyi.
Tampomas sebuah kapal bekas
Tampomas terbakar di laut lepas.
Ya begitulah yang mahasiswa nyanyikan sepenggal lirik dari Iwan fals yang berjudul Tampomas.
Mendengar Mahasiswanya menyanyikan lagu itu membuatnya tersenyum.
__ADS_1
"Tampomas 2 adalah, kapal milik Pelni yang terbakar dan tenggelam di kepulauan Masalembo di laut Jawa," jelas dosen lagi.
Mereka semua akhirnya ricuh dan bertanya tentang kapal-kapal yang tenggelam dan tak lama kemudian jam pun habis, dan dosen mengakhiri belajar mengajarnya hari ini.
Arsen lalu mengajak Airin untuk jajan di kantin khusus, kebetulan A4 sudah ada di sana.
"Arsen kamu nggak ikut jam?" tanya Aaron
"Ikut, tapi ikut jam kuliah Airin," jawab Arsen dengan terkekeh
"OMG, kelihatannya dia sudah tidak waras, apa perlu kita mengadukan pada om Sean dan Tante Arini?" kata Arcelo
"Mangkanya marahi dia saat nggak ikut jam kuliah," timpal Arthur
"Ok ok," ucap Airin.
Arsen mendengus kesal, apaan sih kalian. "Aku hanya ikut sekali ini saja, nanti juga masuk kelas aku," kata Arsen.
Arsen memesan makanan untuknya dan untuk Airin karena tidak ingin diganggu dia memilih makan berdua dengan Airin.
A4 lainnya menatapnya dengan sinis, "Dasar Bucin, mentang-mentang punya pacar lupa dengan kita.
__ADS_1
Aaron yang merasa tidak nyaman memilih pergi lalu Arcelo dan Arthur mengikutinya.
"Sayang," panggil Arsen
"Apa" Sahut Airin
"Kamu bahagia?" tanya Arsen
"Bahagia," jawab Airin
"Oh ya Arsen jam tangan yang aku beri kemana? kenapa nggak di pakai?" tanya Airin
Arsen nampak bingung, entah dimana dia meletakkannya, seingatnya dia melempar jam tangan itu karena kesal dengan Airin.
"Hem, ada di rumah," jawab Arsen berbohong.
"Besok pakai ya, biar kita samaan," sahut Airin.
"Ok sayang," timpal Arsen.
Arsen nampak bingung, dia berharap semoga jam tangannya nggak hilang.
__ADS_1