
Tiga episode terakhir
"Betul, aku juga gitu kalau pengen ya aku gituan saja sama Febri, tinggal booking hotel," sahut Arcelo
Arcelo keceplosan mengenai hubungannya dengan Febri, dan kini dia seperti tersangka.
Semua mata menatap Arcelo,
"Febri itu siapa Arcelo?" tanya mama Vani
"Temannya si pesek Tante," jawab Arthur
"Pesek itu siapa Arthur?" tanya Mama Amira
"Airin," jawab Arthur dengan terkekeh.
Mama Arini melemparkan tatapan mautnya pada Shane, dia teringat kembali saat Shane menyebutnya kaki bebek
"Lihatlah Shane anak kamu," kata mama Arini
"Kenapa dengan Arthur Arini?" tanya papa Shane dengan tertawa.
"Persis kamu," jawab mama Arini.
Mereka semua mengobrol kesana kemari dan memutuskan untuk pergi ke Bali semua termasuk mama dan papa mereka.
"Telah dicapai mufakat kalau kami mama dan papa ikut kalian semua," kata Papa Nick
"Keira juga ikut mas," sahut mama Vani
"Kak Keira datang ma?" tanya Arcelo
"Iya, katanya mau pulang katanya," jawab mama Vani
Meski para A4 nggak setuju tapi apa dikata, mama dan papa mereka sudah berkehendak seperti itu.
"Ya sudah, kita nurut saja. Sultan mah bebas guys termasuk mengatur tuan muda seperti kita," kata Arsen.
*********
Arsen, Arcelo, Arthur merayu para betina mereka supaya ikut liburan ke Bali, awalnya mereka nggak setuju namun karena bujukan maut para pejantan akhirnya mereka mau juga.
Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, kini Mereka semua sudah berkumpul di Bandara.
"What! kami naik kelas ekonomi sedangkan kalian para mama dan papa naik kelas bisnis, ini nggak fair ma dan pa," protes Arsen
"Kasian mama kamu Arsen, lihatlah perutnya sudah membesar. Kalian kan anak muda asal ada pasangan kan nggak masalah lagian cuma sebentar Arsen," bujuk papa Sean
"Ya udah ya udah," sahut Arsen pasrah.
Dari kecil Arsen nggak pernah naik pesawat umum, kemana-mana papa Sean selalu menggunakan jet pribadinya. Karena ini banyak orang jadi papa Sean naik pesawat umum, dengan kelas bisnis namun karena penuh, akhirnya mereka naik yang kelas ekonomi.
Beberapa saat kemudian mereka sampai di Bali, mama dan papa A4 meminta sopir untuk segera ke kamar.
Mereka kini membooking hotel sekitar Pantai Kuta, Arsen yang memintanya karena dia ingin bersantai di pantai Kuta.
__ADS_1
"Lihatlah dua jam kemudian mereka semua pasti keluar dengan rambut basah," kata Arsen
"Sudah tau, memang seperti itu mereka," sahut Arthur
"Memangnya kenapa dengan kepala mereka?" tanya Febri yang nggak tau.
"Kamu penghuni baru nggak usah kepo," sahut Arsen.
Kini mereka semua masuk dalam kamar masing-masing, satu kamar di isi dua manusia, Arsen dengan Arcelo, Arthur dengan Aaron, Airin dengan Febri, Raisa dengan kak Keira.
"Arcelo bagaimana kalau nanti malam kita tukar posisi," ajak Arsen
"Maksudnya?" tanya Arcelo
"Kamu sama Febri, aku sama Airin," jawab Arsen
Arcelo nampak riang gembira mendengar ide Arsen
"Bagus tu Arsen, tapi para ladies mau apa nggak," sahut Arcelo
"Tenang bisa diatur," timpal Arsen dengan tersenyum licik.
Waktu makan malam telah tiba, para A4 dan para ladies saling pandang.
"Bener juga, rambut mama papa kalian basah semua," kata Febri dengan keras sehingga mama dan papa A4 mendengar mereka.
"Kalian bocil jangan banyak bicara," kata Papa Shane yang membuat Febri terdiam.
Kini mereka semua makan di restoran yang terletak di bawah hotel mereka. Restoran yang memandang laut untuk viewnya.
Seusai makan mama dan papa A4 memutuskan untuk kembali ke kamar mereka, sedangkan A4 memilih untuk jalan-jalan ke pantai sekalian pacaran.
Arcelo dan Febri memilih tempat mereka sendiri, begitu pula dengan Arsen dan Airin.
Raisa yang melihat Arsen jadi sedih, dia ingin sekali berduaan dengan Arsen.
Arthur yang melihat Raisa jadi ikut bersedih.
"Kenapa kamu masih memikirkan Arsen yang jelas-jelas nggak mencintai kamu, mending kamu bersama orang yang mencintai kamu," kata Arthur
"Memangnya ada orang yang mencintai aku seperti aku mencintai Arsen?" tanya Raisa
"Aku," jawab Arthur
Raisa menoleh dan menatap Arthur
"Apa maksud kamu?" tanya Raisa
"Aku mencintai kamu Raisa, dari dulu aku sudah mencintai kamu," jawab Arthur
"Tapi aku nggak Arthur," sahut Raisa
"Terimalah aku dan beri aku sedikit waktu, agar cinta datang karena terbiasa," timpal Arthur
"Tapi Arthur aku nggak bisa," ucap Raisa
__ADS_1
"Buka hatimu, bukalah sedikit untukku. Sehingga aku bisa membuktikan kalau aku layak untuk kamu," bujuk Arthur
Raisa nampak terdiam, memang selama ini saat dia sedih Arthur lah yang selalu menghibur diantara anggota A4 lainnya.
Selalu Arthur yang selalu ada buat Raisa.
"Bearti selama ini aku buta, buta akan cinta Arsen. Cintaku padanya begitu besar, namun dia tidak merasakan, mungkin ini juga yang Arthur rasakan," batin Raisa.
Dia kini dilema, entah menerima Arthur atau bertahan dengan cinta yang nggak berbalas.
"Kalau memang kamu nggak bisa ya sudah, aku nggak akan memaksa Raisa, mungkin sedikit demi sedikit aku akan melupakan kamu," kata Arthur lalu dia hendak pergi.
"Arthur," panggil Raisa
"Iya," sahut Arthur
"Aku akan coba membuka hatiku untuk kamu," kata Raisa yang membuat Arthur bahagia.
"Benarkah Raisa?" tanya Arthur
"Benar Artur," jawab Raisa.
Arthur yang bahagia langsung saja memeluk Raisa dan Raisa juga menerimanya.
"Terima kasih," ucap Arthur
Di sisi lain Aaron menyendiri sambil melihat ombak, dia melempari batu-batu kecil ke laut.
Aaron nampak tersenyum melihat para sahabatnya memiliki pasangan.
"Boleh aku bergabung?" tanya Keira
"Boleh," jawab Aaron
"Mereka semua memiliki pasangan, hanya kita yang nggak" kata Keira
"Ya sudah kita jadian saja," sahut Aaron enteng
"Nggak bisa Aaron," timpal Keira
"Dari dulu kamu memang mempermainkan perasaanku Keira," ucap Aaron yang memanggil Keira tanpa sebutan kak
"Aku nggak mempermainkan kamu Aaron," kilah Keira
Aaron yang kesal memilih kembali ke kamarnya dan Keira yang nggak enak mengikuti Aaron.
"Aaron tunggu," teriak keira
Aaron terus berjalan tanpa menggubris Keira dan saat tiba di depan kamar Aaron Keira ikut masuk.
"Apa sih mau kamu Keira, dulu aku menyusul kamu ke Luar negeri kamu nggak nganggap aku, teman-teman kamu lebih kamu prioritaskan, aku ngajak jadian kamu nggak mau, dan sekarang kamu ngejar aku kesini," ungkap Aaron
"Aku mau minta maaf," sahut Keira.
Tanpa aba-aba Aaron membawa Keira ke tempat tidur, dia langsung melahap bibir Keira dan lupa membiarkan kamar tak tertutup rapat.
__ADS_1
Saat bersamaan Arthur dan Raisa juga sudah kembali namun karena Aaron sedang latihan panjat memanjat jadi kini Arthur ke kamar Raisa dulu.