4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Pergi


__ADS_3

Meraka kini mengobrol kesana kemari hingga lupa waktu, A4 juga kesana namun karena para papa lagi asik jadi mereka memutuskan untuk pulang dan menjenguk adik bayinya besok.


A3 yang sejatinya hanya anak tunggal merasa bahagia saat ketiga geng mereka memiliki adik, mereka menganggap adik Arsen juga adiknya.


"Namanya siapa sih om?" tanya Arcelo


"Belum ketemu," jawab papa sean


"Bagaimana kalau Arkhan Om, kan besok kita buat geng A5," sahut Arthur


"Bagus juga tidak seperti papa kamu saat memberi nama," timpal papa Sean.


"Gimana sayang, setuju kalau namanya Arkhan Kyle Bryan?" tanya Papa Sean kemudian.


"Setuju mas," jawab mama Arini setuju.


Satu bulan telah berlalu, hari ini adalah hari dimana Keira pulang, Aaron yang sangat senang menunggu di Bandara.


Seharusnya keira sudah mendarat namun lama menunggu Keira tak kunjung datang dan ini membuat Aaron kesal.


"Selalu, selalu dan selalu aku kamu bohongi," kata Aaron lalu pergi.


Hatinya sudah cukup sakit dengan Keira kini, dia bertekad mengeluarkan Keira dalam hatinya, dia kini memutuskan untuk tidak memikirkan wanita dulu.


************


Tiga tahun kemudian


Waktu terus berlalu, kini saatnya A4 lulus kuliah. Mereka kini nampak dewasa dan cakep


"Arsen papa ingin bicara sama kamu," kata papa Sean


"Gini, papa ingin kamu melanjutkan S2 kamu di German, sekalian kamu urusi perusahaan opa yang berada di sana, karena paman Mark memutuskan untuk resign, Sekalian kamu bantu Kian, anak paman Mark di sana," imbuh Papa Sean yang membuat Arsen shock


"Lalu bagaimana dengan Airin pa?" tanya Arsen


"Kamu kan bisa pulang Arsen, seperti kamu ini sekolah di Alam lain sehingga tidak bisa ketemu Airin, lagipula dunia semakin canggih, kamu setiap hari bisa video call dengan Airin," jawab papa


Papa dan mama Arini memohon pada Arsen, jika dia yang mengurusi perusahan German yang di sini bagaimana? lagian papa Sean sudah tua, kasian jika harus bolak balik.


Arsen mau nggak mau mengikuti kemauan papanya,


"Baiklah pa," ucap Arsen pasrah.


Tak hanya Arsen, Arcelo juga harus berpisah dengan Febri karena Febri ikut orang tuanya ke luar pulau, dia keluar dari B.A university dan melanjutkan kuliah di luar pulau.


"Kenapa harus pergi sih sayang?" tanya Arcelo


"Maaf Arcelo tapi bagaimana lagi, ayahku ditugaskan di sana," jawab Febri yang membuat Arcelo sedih, dia akan ditinggal Arsen dan sekarang Febri.


Malam ini mereka semua, ngumpul di club' Arthur, termasuk Airin, Febri dan Raisa.


"Aku masih punya waktu dua minggu bersama kalian," kata Arsen


Airin yang sudah sangat mencintai Arsen jadi bersedih.


"Kalau aku merindukan kamu gimana Arsen?" tanya Airin


"Aku akan pulang sayang," jawab Arsen lalu memeluk kekasihnya tersebut.


"Aku tidak bisa menolak keinginan papa," imbuh Arsen mencoba menghibur Airin.


"Baiklah Arsen, gapai lah cita-cita kamu, aku akan selalu menanti kepulangan kamu," sahut Airin


"Dan tenanglah ada kami yang akan selalu menjaga Airin untuk kamu," timpal Arthur


"Makasih ya guys," kata Arsen

__ADS_1


Selain sedih karena Arsen, mereka juga sedih karena Febri yang harus ke luar pulau.


A3 mengejar master mereka di B.A university, begitu pula dengan Raisa sedangkan Airin masih semester 7.


Arsen disibukkan dengan persiapannya ke German, sehingga dia jarang menemui Airin ketemu A3 saja untuk urusan pekerjaan, Febri juga sama, dia yang sibuk mencari universitas di tempat tinggalnya yang baru sehingga jarang bertemu Arcelo.


"Sayang," panggil Arcelo


"Maaf Arcelo aku sangat sibuk," kata Febri


"Kita hanya memiliki waktu tiga hari, apa kamu tidak ingin menghabiskan waktu denganku?" tanya Arcelo


Febri nampak berfikir, lalu dia mengangguk dan mengajak Arcelo ke danau tempat mereka jadian. Dia ingin bernostalgia dengan Arcelo, karena sudah lama mereka tidak kesana. Sesampainya di sana Arcelo lalu duduk di tepi jembatan yang diikuti oleh Febri.


"Kamu mau janji sama aku nggak?" tanya Arcelo


"Janji apa?" tanya Febri


"Janji tidak akan mendua," jawab Arcelo


Mendengar jawaban Arcelo membuat Febri tertawa, "Aku justru mengkhawatirkan kamu," sahut Febri.


"Tidak, bukankah selama ini aku setia?" tanya Arcelo dengan penuh penekanan.


"Iya, kuncinya kita harus saling percaya," jawab Febri


"Aku sangat mencintai kamu," imbuh Febri lalu mencium bibir Arcelo, tak hanya bibir dia juga menciumi leher Arcelo sehingga membuat Arcelo menjadi naf su.


"Feb, jangan buat aku khilaf," kata Arcelo dengan diiringi de sa han.


"Khilaf nggak papa," sahut Febri yang meneruskan aksinya.


"DP nya tambah ya," pinta Arcelo


"Iya," sahut Febri


"Oh My God, indah sekali sayang," kata Arcelo dengan menelan salivanya.


"Boleh aku pegang?" tanya Arcelo


"Boleh," jawab Febri


Arcelo mulai memegang dua gunung milik kekasihnya.


"Oh," ucapnya yang terlihat sudah bernaf su.


Arcelo terus me re masnya, bahkan kini dia membuka penutupnya.


Bagian bawah Arcelo nampak nyut nyutan, begitu pula dengan Febri,.


Febri sungguh menyerahkan semua pada Arcelo tapi Arcelo tidak ingin melakukannya, tak perlu pembuktian seperti ini, tapi kalau DP dia mau sekali.


Tak hanya me re mas, Arcelo juga melakukan lebih yang membuat Febri di mabuk kepayang.


Puas kelakuan proses penDP an mereka memutuskan untuk pulang.


Hari ini Febri berangkat, dia menangis sambil memeluk Arcelo, "Aku hanya pergi untuk sementara Arcelo bukan untuk meninggalkan kamu, semoga pertemuan kita nanti, kita bisa meresmikannya dan mengubahnya jadi status halal," kata Febri


"Aku janji kelak kalau kamu kembali, aku akan membawakan mahligai pernikahan untuk kamu," ucap Arcelo lalu mencium Febri.


Setelah kepergian Febri, Arcelo nampak sedih tapi dia mencoba menyembunyikannya.


Tak hanya Arcelo dan Febri, Arsen dan Airin pun juga sama, sore ini Arsen membawa Airin ke apartemennya.


"Aku mau kamu sayang," kata Arsen


"Mau yang bagaimana?" tanya Airin

__ADS_1


"Ayo aku tunjukkan," jawab Arsen lalu membawa, Airin ke kamar.


Mereka melakukan apa yang dilakukan oleh Arcelo dan Febri, Arsen juga mere mas dada Airin dan memainkannya.


"Arsen, jangan," kata Airin


Meski mulut Airin bilang jangan tapi tubuhnya menggeliat seperti cacing.


"Arsen aku takut hamil," kata Airin


"Siapa yang mau menghamili kamu," sahut Arsen


"Jika kita meneruskan apa yang kita lakukan pasti nanti khilaf Arsen," sahut Airin


"Nggak sayang, aku hanya mengupgrate DPnya supaya cicilannya nggak besar," timpal Arsen dengan terkekeh


"Kamu pikir aku sepeda motor," imbuh Airin


Arsene meneruskan aksinya sehingga membuat Airin nyut-nyutan dan basah.


**************


Kini waktunya untuk Arsen pergi, semua mengantar Arsen ke Bandara.


"Segeralah kembali," bisik Aaron


"Pasti," sahut Arsen


Arcelo, Artur, Raisa, juga memeluk Arsen, tak lupa mama dan papanya serta Adiknya Arkhan.


"Kakak pergi dulu ya dik, jaga mama baik-baik," pesan Arsen


"Siap kak," sahut Arkhan


"Hey, ada papa yang menjaga mama kamu, jadi nggak usah meminta anak usia tiga tahun untuk menjaga mama kamu," omel Papa Sean.


Kini Absen menghampiri Airin, selama tiga tahun bersama, mereka hampir tidak pernah pisah lalu kali ini akan berpisah dalam kurun waktu yang lama.


"Hapus air mata kamu sayang, aku janji akan segera kembali," hibur Arsen dengan menghapus air mata Airin.


"Janji ya," sahut Airin


Arsen mengangguk, lalu memeluk Airin.


Kini waktunya Arsen untuk pergi, Airin dan yang lainnya melambaikan tangan.


"Kejarlah cita cita kamu Arsen, aku akan setia menunggu kamu di sini,"


Tamat


Hai hai kak, akhirnya tamat juga, maaf ni aku gantung biar Kakak semua selalu ingat sama aku


(Nggak ada hubungannya sama sekali 🤣🤣)


Meskipun nggak melejit seperti novel sebelumnya namun aku udah sangat bahagia karena kakak semua udah ngikutin ceritanya dari awal sampai akhir apalagi yang udah mau koment atau dukung aku ya Allah rasanya aku terharu banget 😭( lebay nya🤣🤣).


Ini aku ada novel baru ya kak, judulnya "Jebakan Indah my husband, jangan lupa mampir ya kak.


jangan lupa like koment hadiah dan vote biar aku selalu semangat nulisnya


Untuk yang udah dukung aku habis-habisan aku umumkan besok ya, sekalian ni mau lihat-lihat dari awal untuk cari top komen. aku mau cari komen yang buat aku ngakak, terpesona dan lain-lain jadi pantau ya, siapa tau kak yang aku pilih komennya.


Untuk cerita Airin, dan A4 aku lanjut setelah novel "Jebakan Indah my husband ya kak. aku menceritakan kisah setelah Arsen pulang dari German, dimana ini murni cinta segitiga dengan Aaron.😊😊😊😊


Sekali lagi jangan lupa mampir ya kak, di novel selanjutnya juga ada give awainya ya😘


__ADS_1


__ADS_2