4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Suka olahraga


__ADS_3

Mau nggak mau Airin turun mobil Arsen, saat dia turun nampak semua mata menatapnya.


Aaron juga menatap Airin dengan tersenyum, begitu pula dengan Keira. Airin yang malu dan minder dengan keluarga A4 hanya menunduk dan bersembunyi di belakang Arsen.


Cemen memang cemen hilang Airin yang pemberani kalau dia dihadapkan dengan orang-orang pemilik kampus tempatnya belajar.


"Karena yang ditunggu sudah datang, ayo kita berangkat," ucap mama Amira


"Ayo," sahut mama Vani.


Airin menatap satu persatu mama dan papa A4, diantara semua Mata Airin menjatuhkan pandangannya pada papa Daffa sangat terlihat lemah lembut apalagi senyumnya sangat mirip dengan Aaron.


"Tampan sekali, sama seperti Aaron," batin Airin.


Mereka semua naik mobil masing-masing, kemudian berangkat ke Vila Sean.


Setiap keluarga memakai jenis mobil MPV premium, karena tidak mungkin memakai mobil sport untuk ke Vila papa Sean.


Arsen dan Airin duduk di mobil bagian belakang sedangkan papa dan mamanya duduk pas di jok depannya sedangkan paling depan adalah supir.


"My Love, kamu senang?" tanya Arsen yang membuat mama papanya menoleh.


"Hey Arsen, papa yang pakarnya cinta nggak lebay seperti kamu," omel papa Sean


"Papa ini iri aja sama Arsen," sahut Arsen


"Astaga anak ini, siapa yang iri?" timpal papa Sean dengan kesal.


"Tu papa," kata Arsen yang membuat papa Sean menghela nafas.


Mama Arini mengelus dada suaminya, mencoba menenangkannya.


"Jangan berdebat dengan Arsen jika tidak ingin darah tinggi kamu kumat," bisik mama Arini


"Iya kamu betul, dia persis sekali dengan dirimu," sahut papa Sean.


"Persis dirimu lah," timpal Mama Arini tak mau kalah.


Dan terjadilah debat antara Papa Sean dan mama Arini hingga Arsen yang mendengarnya berteriak


"Suuuudaaah," teriak Arsen, "Kenapa sih mama dan papa debat selalu nggak malu dengan calon mantu," imbuh Arsen.

__ADS_1


"Kami debat juga karena kamu," omel papa dan mama Arsen secara bersamaan.


Mendengar omelan papa mamanya membuat Arsen terkekeh sedangkan Airin hanya menggelengkan kepala.


Akhirnya mama Arini dan papa Arsen terdiam begitu pula dengan Arsen. karena pusing Airin lebih memilih memejamkan matanya.


Arsen yang melihat Airin inisiatif membawa Airin dalam pelukannya.


"Arsen jangan mengganggu tidur aku," kata Airin


"Nggak kok sayang, aku cuma ingin kamu nyaman saja," sahut Arsen


Mama dan papa hanya bisa menggelengkan kepala dengan sikap Arsen yang menurutnya sungguh lebay.


"Arsen sayang, Airin jangan diganggu tidurnya," kata Mama


"Nggak ma, Arsen cuma memindahkan kepala Airin supaya bersandar di bahu Arsen," sahut Arsen.


Mama Arini hanya tersenyum melihat sikap Arsen.


Beberapa jam kemudian mereka sampai di Vila milik Papa Sean.


Meski tidak dikunjungi dua puluh tahun namun keadaannya masih sama.


"Sama gimana sih sayang," sahut Papa Shane


"Jangan pura-pura lupa deh mas," timpal Mama Amira.


"Memangnya kami kenapa sih Amira?" tanya papa Daffa


"Kan kalian para lelaki takut semua mas," jawab Mama Putri


Kemudian mereka semua tertawa, dan ini membuat para junior meninggalkan para mama papa mereka yang asik mengobrol di halaman.


"Arsen asik juga vila nya," kata Arthur


"Iya, yuk kita renang," ajak Arcelo


"Ayok," sahut Aaron.


"Kalian ladies nggak ikut?" tanya Arsen

__ADS_1


"Ikut tapi kami nggak ikut berenang," jawab Keira


"Ok," sahut Aaron.


Mereka berenam menuju halaman belakang Vila papa Sean, sedangkan pelayan yang bekerja di villa papa Sean mengambil barang-barang di depan, mereka juga akan menyiapkan makan siang untuk majikan dan teman-temannya.


Puas mengobrol mama papa A4 masuk ke dalam, mereka masuk ke dalam kamar masing-masing, kamar mereka sama persis seperti kamar yang mereka gunakan menDP para istri waktu itu.


"Nggak nyangka ya sayang kita datang kesini lagi," kata Daffa sambil memeluk istrinya


"Iya mas, setelah sekian tahun. Saat itu kita belum menikah ya," sahut mama Putri


"Iya, nggak terasa ya sudah dua puluh tahun, perasaan baru kemarin kita menikah," ucap papa Daffa


"Iya mas, Aaron juga sudah besar," ujar mama Putri


Suasana hening menyelimuti mereka berdua hingga papa Daffa membalikkan tubuh mama Putri dan menaikkan bibir istrinya dan tanpa aba-aba papa Daffa segera melahap bibir istrinya kemudian dia membawa mama Putri ke tempat tidur.


"Kita main sebentar ya sayang," bisik papa Daffa


"Siap mas," sahut Mama Putri.


Ternyata tak hanya papa Daffa dan mama Putri yang main panjat panjatan ketiga mama dan papa A4 lainnya juga sama.


Mereka menamai serangan selamat datang, mereka sungguh ahlinya panjat memanjat, kapan dan dimanapun mereka berada tak lupa menyempatkan panjat memanjat.


Sungguh keluarga yang suka berolahraga, para junior berenang sedangkan senior mereka panjat memanjat.


Berapa saat kemudian mereka sudah selesai dengan aktivitas mereka masing-masing.


A4 yang habis berenang tentu keluar dengan rambut basah mereka, hanya Airin saja yang tidak basah mengingat dia tidak bisa berenang, Keira karena desakan Aaron akhirnya ikut berenang.


Melihat semua orang rambutnya basah membuat Airin bingung.


"Arsen kenapa rambut orang tua A4 basah semua?" tanya Airin


"Tradisi mereka sayang, dimanapun dan kapanpun selalu membasahi rambut mereka," jawab Arsen yang membuat Airin bingung namun meskipun begitu dia tidak ingin bertanya lebih jauh lagi.


Kini waktunya mereka semua untuk makan, terlebih yang setelah berolahraga pasti lapar.


Ikutin terus ceritanya ya kak. Jangan lupa komen, like dan juga vote karena karena komen terbaik akan aku pilih juga😊😊😊😊

__ADS_1


Ada dua pembagian hadiah, top fans dan top koment dengan total 300 ribu yang akan aku bagi di akhir cerita. Makasih 😘😘😘😘


__ADS_2