4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Menyesal


__ADS_3

Arsen yang kesal melajukan mobilnya dengan kencang, sepanjang perjalanan dia terus saja mengumpat, karena saking kesalnya dengan Airin.


"Dasar ga punya otak, aku tu belain dia, tapi aku malah disalahkan, is fuc"king Airin," umpat Arsen sambil memukul-mukul setir mobilnya.


Arsen menuju club' Arthur, karena kebetulan A4 lainnya di sana.


Arsen langsung menuju base camp mereka, dia duduk dan langsung menyambar minuman Aaron yang baru diminum sedikit.


"Kamu kenapa Arsen?" tanya Aaron


"Aku kesel sekali dengan wanita otak jongkok itu, bisa-bisanya malah membela orang yang menghinanya daripada aku kekasihnya, parah nggak si Airin," maki Arsen.


A4 lainnya hanya tersenyum memang nampak Arsen sungguh kesal, "Arthur pesankan Vodka alkohol lima persen saja, aku ingin menenangkan diri," titah Arsen


Artur segera menghubungi pelayannya supaya mengantar Vodka ke room pribadinya.


A4 akhirnya mengalihkan pembicaraan mereka supaya Arsen tidak kesal, akhirnya Arsen bisa melupakan kekesalannya juga, kini A4 bercerita banyak hal.


Di sisi lain Airin dan Febri membawa Reza ke klinik terdekat untuk mengobati lukanya, Airin yang belum tau yang sebenarnya merutuki Arsen


"Memang dia sungguh keterlaluan," ucap Airin dengan kesal.


Febri yang awalnya kesal dan marah dengan Arsen sekarang sedikit bisa berfikir jernih, aneh juga kalau nggak ada apa-apa Arsen memukulnya.

__ADS_1


"Memangnya kenapa Arsen memukul kamu?" tanya Febri


Reza nampak bingung sekarang, entah alasan apa yang akan diberikan pada Febri.


"Entahlah, dia tempramen sekali. Aku hanya tidak mau dia mengganti uangku untuk beli es krim tadi," alasan Reza.


"Lalu dia menghajar kamu?" tanya Febri


"Iya," jawab Reza berbohong


"Arsen benar-benar keterlaluan," sahut Airin yang kesal sekali dengan Arsen.


Sesudah mendapatkan perawatan, Reza kini boleh pulang. dokter hanya memberikan obat anti nyeri dan antibiotik saja.


*********


Keesokan harinya, sepulang kampus A4 segera menuju ke kampus, Arsen yang masih kesal dengan Airin tidak menemuinya sama sekali.


Airin akhirnya pulang dengan Febri, namun sebelum pulang, Airin mengajak Febri nongkrong dulu di Kafe, kebetulan di sana menjual makanan rakyat jelata jadi harganya masih bisa dijangkau kantung Airin.


"Arsen nggak nemuin kamu?" tanya Febri


"Enggak tapi biarin saja, memang Arsen seperti itu," jawab Airin

__ADS_1


"Tapi aku nggak enak Rin dengan Arsen," sahut Febri tidak enak.


"Alah cuek aja," timpal Airin.


Kemudian makanan dan minuman mereka datang, dan saat bersamaan datanglah Reza dengan wanitanya dan ini membuat Airin dan Febri kaget namun mereka mencoba tenang.


Reza duduk tak jauh dari meja Airin dan Febri, sehingga samar-samar Febri dan Airin bisa mendengar obrolan Reza dengan cewek yang dibawanya.


"Jadi yang mukulin kamu itu Arsen?" tanya Wanita yang bersama Reza


"Iya, brengsek emang tu anak," jawab Reza dengan mengumpat.


"Memangnya apa yang kamu katakan padanya sehingga dia memukul kamu?" tanya kekasihnya


"Aku cuma menyarankan dia supaya selingkuh karena ceweknya dia itu wajahnya pas pasan banget, pesek lagi, tapi Arsen malah marah dia tidak suka jika wanitanya dihina," jawab Reza.


Airin dan Febri yang mendengarnya menjadi bersalah pada Arsen.


Ternyata benar dugaan Febri karena nggak mungkin Arsen memukul tanpa alasan, Airin kini menyesal karena lebih percaya pada orang lain daripada kekasihnya.


Febri dan Airin yang kesal dengan Reza pun mendekati Reza, mereka berdua main sandiwara.


"Lo sayang kamu kok ada di sini?" tanya Febri sambil bergelayut manja pada Reza.

__ADS_1


"Ini siapa Reza?" tanya kekasihnya.


__ADS_2