
"Anu-anu apa maksud kamu?" tanya Arsen
"Itu Arsen, itu anu.... Kamu dan Airin anu anu an," jawab Arthur ambigu
"Apaan sih, ona anu. Ngomong tu yang jelas!" seru Arsen yang kesal dengan Arthur
"Tadi Aaron ke kamar kamu, katanya kamu anu anu an ma Airin," sahut Arcelo
"Anu anu tu apa?" tanya Arsen
"Ya enak enakan Arsen, kamu ini IQ rendah sekali anu-anu saja nggak tau," protes Arthur
"Lagian ona anu, la aku sama Arini cuma proses DP bukannya enak-enakkan," kata Arsen
Arcelo dan Arthur melemparkan tatapan mautnya pada Aaron karena ngasih informasi nggak jelas dan nggak terpercaya.
"Kan dipeluk juga enak-enakkan kan?" kata Aaron dengan mengangkat kedua jari telunjuknya.
"Nggak pantas sama sekali jadi wartawan," sahut Arthur
"Lagian siapa juga yang mau jadi wartawan," timpal Aaron.
A4, Airin dan Febri mengobrol asik, Febri yang pertama kali nampak senang sekali, ini pertama kalinya dia bercanda dan mengobrol dengan A4. Tiba-tiba Arcelo mengajak Febri ngobrol berdua dan ini membuat Febri gugup.
"Mau ngapain kita berdua di balkon Arcelo?" tanya Febri
"Anu-anu," jawab Arcelo
"Arcelo! kamu nggak boleh gitu. Febri itu teman aku kalau ingin merusak wanita jangan Febri," maki Airin
"Aku hanya ingin melihatnya bernyanyi saja," sahut Arcelo.
"Yang jelas kek dari awal, ngapain bilang anu anu segala," timpal Arsen.
Kini Febri dan Arcelo berada di balkon berdua.
Febri menyanyikan sebuah lagu untuk Arcelo dan ternyata suara Febri lumayan enak.
"Ok kalau gitu besok temenin aku nyanyi," kata Arcelo
"Maksih ya Arcelo," sahut Febri dengan senang, saking senangnya dia sampai memeluk Arcelo.
Arcelo tersenyum saat Febri memeluknya
Setelah sadar Febri melepas pelukannya, "Maaf aku nggak kontrol," kata Febri
"Nggak papa kadang memang aku suka cewek yang nggak kontrol," sahut Arcelo
Wajah Febri seketika memerah, dia menyalahartikan maksud Arcelo.
Selama mengobrol dengan Arcelo Febri selalu menatapnya, dia sungguh bahagia namun Arcelo nampak biasa saja, meskipun dia tau kalau Febri selalu menatapnya.
Hari semakin larut, Airin yang sudah sangat mengantuk pamit untuk tidur, Arsen pun cari alasan untuk mendapatkan vitamin dari Airin.
"Aku antar sayang," kata Arsen
"Halah, tidur saja pake diantar segala," sahut Arthur dengan sewot
__ADS_1
"Sewot sekali, tuh Aaron antar tidur," timpal Arsen
"Ogah, masak iya jeruk minum jeruk nggak seger dong," ucap Arthur yang membuat Arsen dan Aaron tertawa
"Pengen seger makan es batu," kata Aaron.
Arsen menggandeng Airin untuk meninggalkan temannya yang somplak, kini mereka telah sampai di kamar.
"Udah Arsen aku tidur dulu," kata Airin
"Eh tak secepat itu. Vitamin buat aku mana?" tanya Arsen
"Kamu mau apa?" tanya Airin
"Mau kamu," jawab Arsen lalu mengunci tubuh Airin di dinding.
Bibir Arsen melahap bibir Airin, mereka saling berpaut, dan saling menyesap lidah satu dan lainnya.
Febri dan Arcelo yang kebetulan lewat harus menyaksikan pemandangan indah Arsen dan Airin.
Febri dan Arcelo menelan ludah mereka, "Brengsek Arsen membuat jiwa jombloku meronta," umpat Arcelo
"Iya, aku juga sama," sahut Febri tanpa sadar.
"Apa kamu ingin seperti mereka?"
Febri menatap Arcelo dengan erat, "Apa maksud kamu Arcelo?" tanya nya.
"Maksudku apa kamu ingin berciuman sama seperti mereka?" tanya Arcelo
"OMG, hari gini nggak pernh berciuman, kamu ini jadul sekali. Ciuman itu wajib bukan hanya sunah dan itu diharuskan supaya sebuah hubungan langgeng," sahut Arcelo dengan tersenyum licik.
Arcelo mulai mengeluarkan jurus mautnya untuk merayu mangsanya. Heran kenapa Arcelo memiliki jiwa play boy, perasaan papa Nick nggak play boy meski dulu saat kuliah pernah celup-celup dengan mama Kinan yang menghasilkan kak Keira.
"Apa memang seperti itu Arcelo?" tanya Febri
"Iya lah, kalau pasangan kamu nggak kamu kasih vitamin dijamin hubungan kalian nggak akan langgeng," jawab Arcelo
"Tapi kan kalau cinta nggak akan merusak Arcelo," sahut Febri
"Febri, Febri polos sekali. Merusak apanya la sama-sama suka dan mau. Lagian heran aku, saat enak-enakan sama-sama suka dan mau, sama merasakan nikmat saat putus si wanita marah-marah katanya sudah dirusak, kami kaum Adam lagi-lagi jadi korban," ucap Arcelo
"Tapi kan memang kalian kaum Adam yang memaksa kami kaum hawa untuk melakukan hal itu," sahut Febri
"Sekarang aku tanya, kalau kamu aku ajak berciuman mau apa nggak?" tanya Arcelo
Febri nampak berfikir, dia menatap Arcelo dengan lekat.
Febri mengangguk dan itu membuat Arcelo tertawa, "Nah kan mau, sama sekali tidak ada pemaksaan namun biasanya kalau saat putus kalian memaki kami kaum Adam, dengan kilah merusak," kata Arcelo
"Eh tunggu tunggu, memangnya kamu mau berciuman dengan aku?" tanya Arcelo
Febri mengangguk untuk kedua kalinya.
"Tapi ada syaratnya," kata Arcelo
"Apa?" tanya Febri
__ADS_1
"Jangan baper," jawab Arcelo
"Aku nggak mau kamu baper, cium ya cium aja jangan berharap lebih," ucap Arcelo yang membuat Febri terdiam, dia sadar diri nggak mungkin Arcelo menyukainya, namun meskipun begitu dia tetap ingin dicium Arcelo.
"Iya aku nggak akan baper," sahut Febri yang membuat Arcelo tersenyum licik.
Arcelo segera mengajak Febri kembali ke balkon supaya nggak ada yang melihat mereka.
"Ready?" tanya Arcelo yang kini mengunci tubuh Febri di dinding
Jantung Febri lagi-lagi berdegup kencang seperti genderang perang yang ditabuh dengan cepat, wajah Febri seketika memucat, tangannya jadi dingin, inilah pengalaman pertamanya dicium oleh seorang pria.
Arcelo mulai mendekatkan bibirnya, dan tiba-tiba Febri menahan Arcelo.
"Bentar Arcelo aku belum berdoa," kata Febri
"Astaga Febri, kita mau melakukan hal yang berbau dosa, kenapa harus berdoa," sahut Arcelo
"Supaya setannya hanya membuat kita melakukan ciuman saja nggak lebih," timpal Febri yang membuat Arcelo menepuk jidatnya.
Febri memejamkan matanya dan mulai berdoa, entah apa saja yang dia baca, "Astaga begini kalau mau berciuman dengan orang jadul, mau berciuman saja bermacam-macam doa dibaca," gerutu Arcelo
Febri masih saja berdoa, sehingga Arcelo mulai kehilangan kesabarannya.
"Kamu ini baca doa apa saja?" tanya Arcelo
"Doa sebelum berciuman," jawab Febri yang selesai berdoa.
"Memang ada?" tanya Arcelo heran
"Ada dong, doa yang aku rangkai sendiri," jawab Febri
"Pantas lama, kiraen doa mau makan, doa mau tidur, doa mau ke WC, doa mau keluar rumah, dan doa-doa yang lain kamu mix jadi satu," sahut Arcelo dengan tertawa.
"Sudah-sudah kapan ini ciumannya?" tanya Febri
"Ayo," jawab Arcelo yang mulai mendekatkan bibirnya.......
Halo kak, gimana kabrnya?
semoga baik ya.
jangan lupa like, koment, vote dan hadiah ya kak.
meskipun hanya komen lanjut, aku tu udah seneng bangt apalagi yang komen panjang dan saling mengobrol sama aku di kolom komentar, malah guling-guling aku.😂😂😂😂😂(lebay ya)
Pengennya sih terjadi komunikasi gitu kak, 😁
karena kembali lagi tanpa kalian apa artinya aku😂😂duh ketularan Arcelo mulai ngegombal.
Ni mau promo lagi kak, ini sama-sama kocaknya meski tak sekocak Mama dan papa A4.
Kisah David Bryan, David Reno dan asisten Mereka Raka dan Chris.
Mampir ya kak😁😁 maksih 😘😘😘😘
__ADS_1