
"Asal kamu tau Raisa meskipun Airin jelek tapi bagiku dia itu terbaik, teristimewa, dia itu anugrah," kata Arsen lalu pergi meninggalkan Raisa di kamarnya.
"Segitu dalamnya cinta kamu sama wanita yang bernama Airin itu Arsen, aku jadi ingin mengenalnya," kata Raisa lalu keluar kamar Arsen.
Arsen yang sudah telat sedikit melajukan mobilnya dengan kencang, hingga tak butuh waktu lama untuk sampai di kantor.
Arsen berjalan dengan langkah panjang menuju ruangannya.
Betapa kagetnya dia saat di ruangannya sudah ada papanya, alasan apa yang akan dia berikan pada si papa, kalau alasannya tidak tepat pasti potong gaji.
"Maaf pa, Arsen telat," kata Arsen meminta maaf pada papanya.
"Oh ya Arcelo, bagaimana laporan yang aku minta tadi, apa sudah siap? kalau belum segera siapkan, lalu cek semua email yang masuk jangan lupa kamu balas email mereka supaya tidak terkesan kita mengabaikan mereka ya dan untuk berkas yang butuh tanda tangan papa, kumpulkan di meja aku, kau akan mengeceknya," imbuh Arsen yang membuat Arcelo menatapnya. Dia sengaja berpura-pura.
"Busyet, anak ini kesambet apa, datang-datang nerocos, gayanya seperti bos besar saja. Laporan apa, email apa, berkas apa. Om Sean hanya menyuruh untuk membuat daftar schedule saja," batin Arcelo yang heran dengan Arsen.
Papa Sean yang melihat Arsen tersenyum, sebenarnya dia ingin menghukum Arsen karena datang telat namun melihat sikapnya yang sok profesional papa Sean jadi mengurungkan niatnya.
"Ya sudah papa keluar dulu," kata papa Arsen dengan tertawa, gemas sekali dengan anaknya.
"Oh ya, untuk hari ini kalian cuma papa suruh buat schedule papa saja, nggak ada cek-cek email, nggak ada buat laporan dan nggak ada berkas yang harus dicek," imbuh papa Sean yang membuat Arsen tertawa karena papanya tau.
Setelah papa Arsen keluar, Arcelo beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri Arsen.
"Hey Arsen gaya kamu sok banget, jadi pengen nabok," kata Arcelo gemes
"Ha ha ha, kalau nggak gitu pasti papa potong gaji aku," sahut Arsen.
Waktu cepat berlalu, selepas jam kantor Arsen pergi ke apartemennya sedangkan Arcelo pulang karena dia ada janji dengan seorang wanita.
Saat membuka pintu apartemennya, terlihat sepi seperti tidak ada kehidupan, tangannya sudah mulai mengepal karena Airin tidak mengindahkan perintahnya. Arsen berjalan menuju kamarnya, sama nampak sepi juga.
__ADS_1
"Rupanya dia ingin bermain-main dengan ku," guman Arsen lalu dia menutup pintu dan duduk di sofa sambil memijat pelipisnya, memikirkan hukuman apa yang akan dia berikan pada Airin.
Sesaat kemudian pintu kamar mandi terbuka dan Airin dengan polos keluar dari sana.
Airin yang tidak tau kalau Arsen datang jadi santai sambil bernyanyi-nyanyi.
Melihat Airin polos membuat Arsen menelan salivanya, "Apa yang dia lakukan, kenapa bisa tidak memakai baju," batin Arsen
Bukannya segera memakai baju, Airin malah berdiri di depan cermin dan melihat buah dadanya.
"Buah dada aku kecil sekali," katanya sambil memegang buah dadanya.
"Dia sungguh membuat jiwa kucing garongku keluar," gumam Arsen
Arsen yang sudah tidak tahan pun mendekati Airin
"Apa yang kamu lakukan sayang, kenapa tidak memakai baju," kata Arsen dengan suara yang berat.
"Arseeeeennnn," kenapa kamu ada di sini?" tanya Airin
"Ini kan kamar aku, apartemen aku jadi wajar lah kalau aku ada di sini," jawab Arsen
"Apa sudah dari tadi?" tanya Airin lagi
"Iya, sebelum kamu keluar dari kamar mandi," jawab Arsen.
"OMG, Arsen kamu telah melihat tubuhku," kata Airin
"Memang kenapa?" tanya Arsen
"Kenapa kenapa, seharusnya itu tidak boleh terjadi, aku kan masih bocil Arsen," jawab Airin dengan menangis.
__ADS_1
Arsen lalu mendekati Airin dan memeluknya.
"Sudah jangan menangis, kan suatu saat kita akan menikah jadi ya nggak papa kan lihat tubuh calon istri aku," hibur Arsen dengan tertawa
"Iya kalau kita menikah kalau nggak gimana rugi banyak dong aku," sahut Airin.
"Hey Airin dengerin aku, kamu itu jodoh aku. Kamu itu milik aku, kamu itu tulang rusuk aku. OK!" ucap Arsen dengan tegas
"Tapi....." belum sempat melanjutkan kata-katanya Arsen melahap bibir Arini dan perlahan menidurkannya hingga selimut yang Airin gunakan untuk menutupi dadanya turun perlahan hingga dadanya hampir saja terekspos sempurna.
"Sudah Arsen," kata Airin
"Kenapa, aku masih ingin berciuman dengan kamu," sahut Arsen dengan suara yang berat
Arsen yang melihat belahan dada Airin semakin bernaf*su. Dia juga merasakan nyut nyutan di bagian bawahnya.
"Arsen itu apa yang nyut nyut di bawah?" tanya Airin
"Oh itu, itu milik aku," jawab Arsen lalu dia beranjak dari tubuh Airin.
"Ya sudah aku mandi dulu," kata Arsen lalu bergegas pergi ke kamar mandi dia sendiri nampak malu.
Arsen melepas semua pakaiannya, dia melihat benda miliknya sudah menegak.
"Ini pasti terjadi saat aku dekat dengannya," kata Arsen lalu mencoba menormalkan rudal Jericho miliknya dengan berendam di bathub.
Beberapa saat kemudian Arsen keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya.
Gantian Airin yang menelan saliva karena melihat tubuh Arsen, tubuh Arsen sangat proporsional mengingat dia gemar berolahraga.
"Kenapa setiap lelaki yang mes*um memiliki tubuh yang bagus, apa memang itu daya tariknya?" gumam Airin.
__ADS_1