4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Ikut Praktek


__ADS_3

Airin perlahan membuka matanya, dia merasakan ada yang berat diperutnya lalu Airin memutar bola matanya dan melihat ternyata kaki Arsen yang menindihnya.


"Arseeeen brengsek kamu," umpat Airin dengan berteriak.


Mendengar teriakan Airin membuta Arsen bangun, dia kesal sekali dengan Airin yang mengganggu tidurnya.


"Ada apa sih pagi-pagi sudah berteriak seperti punya telinga sendiri, ni ada telinga aku," gerutu Arsen.


"Aku berteriak karena kakimu menindih perutku, kamu pikir kakimu nggak berat," sahut Airin.


"Astaga gara-gara hal itu," timpal Arsen


Airin mengambil ponselnya dan melihat jam, dan betapa kagetnya dia saat waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.


"Aaaaaaa aku telat," teriaknya lagi yang membuat Arsen menyumpal mulutnya dengan selimut.


"Kamu ini suka sekali berteriak, kalau telat ya nggak usah ikut praktek temenin aku saja," ucap Arsen dengan terkekeh.


"Enak di kamu nggak enak di aku," sahut Airin kesal.


Kemudian Airin beranjak dan berlari namun karena tersandung selimut dia jadi terjungkal di lantai.


"Aaaa selimut sialan," makinya pada selimut yang tidak tau apa-apa


Arsen hanya tertawa melihat Airin sehingga membuat Airin marah, dengan rasa sakit Airin keluar dari kamar Arsen dan berlari menuju kamarnya lalu mandi dan bersiap.


Beberapa saat kemudian Airin sampai di tempat prakteknya dosen pembimbingnya marah karena Airin terlambat.


Dosen tersebut memarahi Airin dan besok kalau Airin terlambat lagi dia akan menghukum Airin.


Setalah mendapat kotbah dari dosennya Airin ikut bergabung dengan temanya dan mulai praktek.


Wanda yang dari dulu tak suka dengan Airin mendekati Airin


"Ada hubungan apa dirimu dengan A4, kenapa saat itu Aaron menolong kamu," kata Wanda


"Memangnya kenapa kalau Aaron menolong aku, kamu cemburu?" tanya Airin


"Untuk apa cemburu dengan kamu, dilihat dari segi manapun aku jauh lebih unggul dari kamu. Tidakkah kamu lihat betapa menyedihkannya dirimu," kata Wanda yang membuat Airin kesal.


"Eits, jangan salah. Aku jauh lebih unggul dari kamu buktinya orang no satu B.A university mengejar-ngejar aku," sahut Airin.


Wanda nampak kesal, "Jangan berbohong kamu Airin mana mungkin Arsen dan Aaron menyukai wanita yang menyedihkan seperti dirimu," timpal Wanda dengan tertawa kecil mengejek Airin.


Airin hanya tersenyum sinis, dia berencana membalas Wanda selepas ujian praktek.


"Katai lah aku sesuka kamu, tapi setelah jam praktek selesai habis kamu Wanda," batin Airin dengan tersenyum licik.

__ADS_1


Arsen yang ditinggal Airin ujian praktek merasa Klimpungan, dia sudah tidak bisa menahan rindunya. Kemudian dia pergi ke tempat Airin praktek.


Dia bilang pada dosen mau ijin ikut praktek karena dia ingin belajar tentang akuntan di kapal pesiar.


Setelah mendapatkan ijin Arsen masuk tentu hal ini membuat Mahasiswa yang praktek jadi ricuh, mereka berusaha dekat-dekat dengan Arsen namun Arsen dengan angkuhnya mengabaikan mereka semua. Hingga Wanda yang merasa kemarin ikut nongkrong dengan A4 mendekati Arsen.


"Hay Arsen," sapa Wanda dengan cengar-cengir.


"Kalau masih ingin kuliah di B.A university jangan mendekati aku," maki Arsen tanpa menatap Wanda.


Airin yang kebetulan di dekat Wanda menahan tawa.


"Duh, aku ingin tertawa dengan kencang tapi takut dosa," sahut Airin yang membuat Wanda kesal.


"Diam kamu Airin," maki Wanda


"Hey Airin kemarilah," titah Arsen


Dengan malas Airin mendekat ke arah Arsen, "Ada apa?" tanya Airin


"Kerjakan bagianku," jawab Arsen


"Apa-apaan kamu ini, kamu sendiri yang bilang ingin belajar lalu kenapa sekarang malah aku yang kamu suruh mengerjakan bagian kamu," sahut Airin dengan kesal.


"Kerjakan saja aku akan membayar kamu," timpal Arsen.


"Aku akan membayar kamu dua juta," kata Arsen yang membuat Airin membolakan mata.


"Dua juta," katanya


"Iya, lumayan buat uang jajan kamu," sahut Arsen.


"Ok lah kalau begitu," ucap Airin dengan tersenyum.


**********


Anggota A4 lainnya nampak resah karena tidak melihat pimpinan mereka, Aaron mencoba menghubungi Arsen.


"Apa katanya?" tanya Arcelo


"Dia berada di ruang praktek anak perhotelan dan kapal pesiar," jawab Aaron.


"He is crazy, i dont understand jalan pikiran Arsen," sahut Arthur kesal dengan Arsen yang mulia menunjukkan gejala-gejala tak waras.


"Ayo kita kesana," ajak Aaron. Mau nggak mau Arcelo dan Arthur ikut Aaron ke ruang praktek.


Seperti yang dilakukan Arsen, Aaron juga meminta ijin pada dosen. Hal ini membuat Dosen heran bin bingung bin pusing, kenapa tiba-tiba empat penguasa kampus mau ikut praktek padahal ini bukan jurusan mereka.

__ADS_1


Ruang praktek nampak ricuh karena kemunculan anggota A4, mereka semua nggak fokus praktek karena sibuk curi-curi pandang.


Dari tempatnya Arsen nampak kesal dengan A4 yang lain karena kenapa harus ikut dia kesini.


"Kenapa kalian kesini?" tanya Arsen ketus


"Menyusul pimpinan kami lah, A4 tanpa kamu bagai kapal tanpa nahkoda," jawab Arthur dengan lebay.


Airin yang mendengarnya mendengus kesal, "Lebay," sahutnya yang membuat Arthur melemparkan tatapan tajamnya pada Airin.


"Hey pesek dan tinggi semampai, kamu ini sirik sekali padaku," kata Arthur yang membuat Airin marah.


"Dasar mulut bebek." Airin membalas ejekan Arthur, kini Artur dan Airin saling debat sehingga membuat anggota A4 lain geleng-geleng kepala.


"Sudah, sudah! kalian ini seperti tom and Jerry saja." Arsen mencoba menengahi pertengkaran Airin dan Arthur.


Semua mata mengarah pada A4 dan Airin, mereka yang melihat kedekatan Airin dan A4 jadi iri,


"A4 itu rabun ya, ada kita yang cantik dan kaya kenapa malah dekat dengan Airin yang jelas-jelas nggak ok sama sekali dan juga misquin," bisik salah satu yang di sana.


"Betul, kelihatannya mereka nggak suka jus wortel," sahut lainnya.


"Apa hubungannya coba," timpal yang lain


"Iya, kan akhirnya mata mereka kurang bisa membedakan mana yang ok dan juga mana yang di bawah standar," ucapnya dengan tertawa.


Airin dibuat pusing oleh A4, mereka sedikit-sedikit bertanya pada Airin bahkan mereka berempat meminta Airin untuk mengerjakan praktek mereka.


"Kerjakan milikku, aku akan membayar kamu," kata Arcelo


"Aku juga," sahut Arthur


"Aku juga ya Rin," timpal Aaron


Arsen yang tidak terima tentu menjadi kesal,


"Apa-apaan kalian ini, Airin sudah mengerjakan milikku," teriaknya.


"Nggak apa-apa Arsen aku bisa kok, demi uang," sahut Airin


"Dasar mata duitan," timpal Arsen kesal.


Arthur hanya menggelengkan kepala melihat Airin, dia tak hanya jelek tapi mata duitan juga.


"Arsen, Arsen apa yang kamu lihat dari Airin," batin Arthur heran dengan Arsen.


Saat melemparkan tatapannya ke arah Aaron di juga melihat Aaron curi-curi pandang pada Airin yang lagi-lagi membuat Artur geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Semar mesem kamu manjur juga Airin," batin Arthur.


__ADS_2