
"Arcelo apa kamu ingin pulang?" tanya Febri dengan menatap Arcelo.
"Apa kamu tidak ingin pulang?" tanya Arcelo balik
Febri menggeleng, dia masih ingin bersama Arcelo. Kapan lagi dapat kesempatan emas seperti ini lagi, jadi Febri ingin memanfaatkan sebaik-baiknya.
Bisa dekat dengan A4 adalah impian setiap mahasiswi di kampus, dan kini dia bahkan satu mobil dengan Arcelo.
"Ya sudah mari kita cari tempat untuk mengobrol," kata Arcelo yang membuat Febri nampak senang sekali, bahkan kalau bisa dia ingin memperlambat waktu, sehari bagaikan seabad kalau bisa tapi itu bukan wewenang Febri untuk memperlambat waktu, yang bisa Febri lakukan hanya memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan Arcelo.
Arcelo mengajak Febri ke sebuah danau yang terletak di pinggiran kota.
Rindangnya pohon dan suasana yang tidak terlalu ramai membuat mereka berdua mengobrol dengan asik.
"Sekali lagi terima kasih ya Arcelo karena kamu telah membantuku tadi," kata Febri yang membuat Arcelo mengangguk.
"Ok, lalu apa yang akan kamu lakukan untuk berterima kasih?" tanya Arcelo
Febri menatap Arcelo dengan lekat.
"Apa maksud kamu Arcelo?" tanya Febri yang bingung dengan maksud Arcelo
"Sudah lupakan saja, lagian aku cuma bercanda kok," kata Arcelo dengan tersenyum
Febri lagi-lagi dibuat tersihir dengan senyuman Arcelo, "Kamu tampan sekali sih Arcelo, jika aku sedang mengupas mangga dengan melihat kamu pasti aku tidak sadar kalau tangan yang aku iris," kata Febri bergombal.
Arcelo tertawa mendengar kata-kata Febri, menurutnya lebay sekali.
"Aku memang tampan tapi jangan kamu bandingkan dengan nabi yang tertampan, bukankah kisah mengupas buah mangga itu kisah dari salah satu nabi?" tanya Arcelo
"Iya bagaimana kamu tahu?" jawab dan tanya balik Febri.
"Taulah, aku ini memang bandel tapi bukan bearti tidak pernah mempelajari ilmu agama," jawab Arcelo.
Arcelo dan Febri mengobrol kesana-kemari sehingga Febri semakin suka dengan Arcelo dia pun berharap Arcelo juga menyukainya.
Memang benar apa kata Airin, A4 itu nggak seperti covernya pada dasarnya mereka itu baik, penyayang, setia kawan dan suka menolong tapi memang agak sombong mengingat mereka adalah anak-anak dari pemilik B.A university.
Puas mengobrol lalu mereka memutuskan untuk pulang.
"Sebenarnya aku masih ingin bersama kamu," batin Febri dengan menatap Arcelo yang fokus menyetir.
**********
"Pa, Arsen ijin nggak ngantor ya pa karena hari ini Arsen ada urusan di kampus," kata Arsen saat sarapan bersama orang tuanya.
"Urusan apa?" tanya Papa Sean penasaran
"Audisi pa, tapi papa janji jangan potong gaji. Nggak hanya papa yang memiliki tanggungan sekarang Arsen pun memiliki tanggungan," jawab Arsen.
Mama dan papa saling pandang, heran dengan anaknya yang serius sekali, sok sok an bilang punya tanggungan. Tapi meskipun begitu mereka tetap mendukung Arsen.
__ADS_1
"Audisi apa?" tanya mama Arini
"Sebentar lagi kan B.A university ulang tahun ma, A4 disuruh menyumbang lagu, untuk itu kami butuh teman untuk berduet jadi kami mengadakan audisi untuk memilih pasangan duet kami, tapi kalau Arsen ya tetap bersama Airin," jawab Arsen dengan panjang kali lebar.
"OOO begitu, memangnya kamu bisa bernyanyi?" tanya mam Arini mengejek Arsen
"Nggak bisa ma, nanti lipsing lah ma. kami hanya bernyanyi bak boyband-boyband di atas panggung," jawab Arsen.
"Tau hanya lipsing kenapa repot mencari teman duet," sahut mama Arini
"Iya, buang-buang waktu ngapain audisi segala, kalau suara kamu merdu alias merusak dunia," 5
timpal papa Sean dengan tertawa. Tak hanya papa Sean mama Arini juga ikut tertawa, A4 sungguh konyol sekali.
"Nggak usah gitu pa, suara papa juga. Batuk aja papa false apalagi bernyanyi," ejek Arsen balik.
Mama Arini tertawa mendengar anak papa ini saling ejek.
"Sudah-sudah, lagian memang benar apa yang papa katakan kalau Audisi itu membuang waktu," kata papa Sean.
"Iya sih pa, tapi gimana lagi. Arsen kesal pa, masak iya banyak hadiah dan surat permohonan jadi teman duet Arsen yang diletakkan di atas mobil, maka dari itu kami sepakat untuk melakukan audisi, para dosen juga setuju kok," ungkap Arsen.
"Gimana baiknya sajalah Arsen," kata papa Sean pasrah.
Kini A4 sudah disibukkan dengan audisi pertama mereka, hari ini audisi untuk teman duet Arsen, sebenarnya Arsen menolak namun A3 memaksanya karena mereka tidak ingin membuat Fans Arsen kecewa meskipun nanti Arsen tetap bersama Airin.
Airin tau kalau hari ini adalah audisi untuk Arsen untuk itu dia mendatangi gedung yang dipake A4 untuk mengaudisi teman duet mereka.
"Seperti biksu tong yang dikerumuni siluman laba-laba," omel Airin yang kesal melihat Arsen dikerumuni Mahasiswi yang genit.
Airin segera menerobos para mahasiswi yang mengerumuni Arsen, kemudian dia menarik Arsen keluar.
"Aku mau ikut audisi, jadikan aku yang pertama setelah itu pilihlah aku dan sudahi audisi gila ini," kata Airin, nampak sekali kalau Airin cemburu melihat Arsen dengan para mahasiswi.
"Astaga si pesek kalau cemburu menakutkan juga," goda Arthur
"Diam lah Arthur!" seru Airin
'Wao wao wao, aku takut sekali Airin kamu sungguh galak." Arthur semakin menggoda Airin dan Airin kesal sekali dengan Arthur.
Tak ingin berlama-lama, A4 memulai audisinya yang benar saja Airin dipanggil dulu.
"Dari kriteria kami, kamu itu nggak masuk," kata Arthur
"Benar, tinggi kamu juga kurang Airin," sahut Arcelo
"Sudah-sudah kalian apa-apaan sih! dia tetap pasangan duet aku," kata Arsen.
Saat yang lain debat, Aaron meminta Airin menyanyi.
"Menyanyilah jangan hiraukan yang debat," kata Aaron.
__ADS_1
Airin menurut dan memulai bernyanyi
Hidupku tanpamu
tak kan pernah terisi sepenuhnya karena kau
separuhku
berbagi suka suka saling mengisi dan menyempurnakan karena kau, kau separuhku.
Mendengar Airin bernyanyi membuat semua menatapnya.
"Enak juga suaranya," kata Arthur.
"Yang lain lagi Airin," pinta Arcelo
Aaron mengambil gitar dan mendekati Airin, "Maaf Arsen aku pinjam sebentar Airin," kata Aaron.
Arsen tentu kesal tapi dia tetap membiarkan Aaron berduet dengan Airin.
Aaron mulai memainkan gitarnya
Aku inginkan dirimu
datang dan temui aku
kan ku katakan padamu, aku sangat mencintai dirimu....
Aku inginkan dirimu
datang dan temui aku
kan ku katakan padamu,
aku sangat mencinta....
Airin yang tau lagu ini pun menyahut
semoga engkau kan mengerti
tentang perasaan ini
maaf ku telah terbuai akan indahnya cinta....
Maaf sungguh ku tak bisa
untuk kembali padamu karena ku telah terbuai
akan indahnya cinta....
Mendengar Aaron dan Airin berduet, membuat Arthur dan Arcelo membola begitu pula dengan Arsen.
__ADS_1
"Apa ini ungkapan hati mereka????"