4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Lebih baik kita putus


__ADS_3

Mendengar jawaban dari Airin membuat Aaron tertawa.


"Kamu ada-ada saja Airin, kita itu sama, sama-sama makan nasi," sahut Aaron dengan menggelengkan kepala.


"Beda dong, kalian kaya aku miskin," timpal Airin.


"Sama Airin, semua hanya titipan," ucap Aaron


Airin menatap Aaron sekilas, dia sungguh kagum dengan Aaron, memang diantara A4, Aaron lah yang paling the best.


"Masuk yuk," ajak Aaron


"Nggak, aku mau pulang," tolak Airin, "Aku mau tidur di rumah aku sendiri, karena aku sangat merindukan bunda dan ayah aku, bunda mengundur kepulangannya karena ayah di sana masih membutuhkan bunda," imbuh Airin.


"O gitu, ya udah nggak papa, kami siap kok jadi bodyguard kamu," kata Aaron dengan tersenyum.


"Merepotkan banget ya," sahut Airin.


"Nggak kok, malah senang aku," timpal Aaron. "Ya udah aku antar pulang ya?" Aaron menawarkan diri


"Jangan, aku takut kalau kena grebek lagi." Airin menolak


"Iya ya, nanti kita disuruh nikah lagi," timpal Aaron dengan tertawa


"Oh ya Airin, sekarang ada hujan meteor lo," kata Aaron.


"Benarkah," sahut Airin


"Coba nanti aku lihat," imbuhnya


"Kalau ingin lihat, kamu harus pergi ke tempat yang tinggi biar lebih jelas," saran Aaron


"Ya udah aku nanti akan lihat di balkon apartemen Arsen.


Karana takut semakin larut, Airin memutuskan untuk pulang, Sebenarnya Aaron masih ingin bersama Airin namun dia tidak ingin mencari masalah dengan Arsen.


Sesampainya di apartemen Arsen, Airin segera ganti baju, lalu pergi ke balkon. Airin pergi ke balkon belakang dan menutup pintu. Suasana benar-benar hening dan Airin menikmati kesendiriannya kini.


Di sisi lain, Arsen yang baru sadar melihat jam tangannya dan betapa kagetnya dia ternyata pesta sudah tiga jam berlalu.


"Airin," katanya lalu meninggalkan Raisa dan mulai mencari Airin, tak hanya Arsen, Arcelo juga mulai sadar kalau dia tidak bertemu Febri sama sekali.

__ADS_1


"Haduh, keasikan dengan mereka aku jadi melupakan Febri," kata Arcelo yang kini juga mencari Febri.


Arcelo menghubungi Febri namun Febri menolak panggilannya dan saat menghubungi lagi ponsel Febri sudah tidak aktif.


Aaron yang tau kalau Arsen mencari Airin hanya tersenyum tanpa bilang apa-apa.


Arsen segera pergi ke apartemennya, dia pergi ke kamar dan melihat dres Airin tergeletak di lantai, dia mencari dan menghubungi Airin tapi nomor Airin tidak aktif.


Airin yang menutup pintu balkon tentu tidak tau kalau ada Arsen, dan memang dia ingin sendiri malam ini.


Arsen segera pergi ke rumah Airin dan lagi-lagi Airin tidak dia temukan.


"Kamu kemana sih sayang," kata Arsen dengan raut wajah yang cemas.


"Aarrggg, bagaimana aku bisa lupa," ucapnya lagi dengan frustasi.


Arsen kembali lagi ke pesta, dia kini meminta bantuan temanya untuk mencari Airin, "Airin hilang ayo bantu aku mencarinya," pinta Arsen


"Airin itu udah gede, mana mungkin hilang," sahut Arthur


"Come on, tadi aku terlalu asik dengan Raisa jadi aku melupakannya," timpal Arsen


"Mangkanya jangan serakah, udah ada Airin juga kenapa malah asik dengan Raisa," ucap Arthur ketus.


"Mungkin dia di rumah Febri," kata Arcelo


Sekali merengkuh dayung dua pulau terlampaui, Arcelo menyarankan untuk ke rumah Febri karena dia ingin bertemu dengan Febri juga.


"Ayo kita cari," ajak Arsen


Kini A4 pergi mencari Airin, Aaron hanya diam saja tanpa komentar bahkan dia tertawa dalam hati.


Sesampainya di rumah Febri nampak Febri berpelukan dengan seorang pria yang tak lain adalah Kakak sepupunya. Febri menumpahkan rasa kecewanya pada Arcelo ke kakak sepupunya.


"Febri," panggil Arsen


Febri segera melepas pelukannya, dan menatap Arsen dan juga A3.


"Ada apa?" tanya Febri


"Kamu tau dimana Airin?" tanya Arsen balik.

__ADS_1


"Sekarang kamu tanya dimana Airin, halo.... Dari tadi kemana saja, kami memang orang miskin tapi setidaknya hargai kami, untuk apa kalian membelikan kami dress mahal jika ujung-ujungnya kalian mengabaikan kami," maki Febri.


Arsen dan A3 hanya terdiam dengan makian Febri, Arcelo paham kalau makian Febri untuk dirinya juga.


"Iya ya, aku tau aku salah tapi dimana Airin?" tanya Arsen


"Aku tidak tau, karena saat aku pulang Airin duduk di depan rumah Raisa," jawab Febri.


"Kalau sudah nggak ada kepentingan, pergilah," usir Febri lalu menarik tangan sepupunya dan masuk ke dalam rumah.


"Aneh tu cewek, seolah dia juga korban padahal kan Airin," kata Arthur


"Mungkin yang dimaksud tak hanya Arsen," tebak Aaron sambil melirik Arcelo


Kini Arsen dan A3 pergi ke apartemen Arsen, dia yang merasa bersalah pada Airin terus saja menghubungi Airin namun masih saja tidak aktif.


Arsen yang kesal membanting ponselnya di sofa.


"Aarrrrggg," teriaknya.


Airin yang lelah menunggu hujan meteor memutusakan untuk masuk, dia lelah dan juga kedinginan. Saat masuk Airin melihat A4 berkumpul dan tidak ada keinginan untuk menyapa mereka.


"Bukannya itu Airin," kata Arthur yang melihat Arini


"Airin apa hantu?" tanya Aaron


"Airin lah, aku lihat dia berjalan tadi," jawab Arthur


Arsen segera berlari ke atas dan masuk kamarnya dan dia benar melihat Airin duduk di sofa.


"Sayang," panggil Airin


Airin yang masih kesal hanya diam tanpa menoleh.


"Sayang tadi aku mencari kamu Lo," kata Arsen lalu mendekati Airin.


"Aku nggak," sahut Airin.


"Kok gitu?" tanya Arsen


"Sudahlah Arsen, aku cukup sadar diri sekarang. Lebih baik kita putus,"

__ADS_1


Gimana kabrnya kak, pasti baik ya, jangan lupa vote, hadiah, like dan komen ya kak.


Aku tu seperti bunga yang nggak di siram tanpa vote, hadiah, like dan koment kalian kak (lebay bagt ya)🤣🤣🤣🤣.


__ADS_2