
"Kamu nangis Arsen?" tanya Airin.
"Nggak cuma terharu saja," jawab Arsen
Airin nampak tersenyum.
Meraka melihat salah satu film yang berjudul Stand by Me bukan film animasi dari Jepang melainkan film dari Korea Selatan. Film ini menceritakan perjuangan seorang kakek terhadap cucu-cucunya, dia harua merawat cucunya sendiri dan hingga akhirnya dengan nafas yang tersengal-sengal si kakek ingin mempersiapkan masa depan cucunya sebelum dia meninggalkan cucunya.
Melihat film ini Arsen teringat akan opa Ben, kakeknya.
Opa Ben menghembuskan nafas terakhir dengan memeluk Arsen saat itu, Opa dan Oma Arsen sangat menyayangi Arsen. Sebelum meninggal opa Ben berpesan pada Arsen supaya selalu menjaga Oma, namun saat opa Ben meninggal oma juga ikut meninggal karena serangan jantung, mungkin inilah kisah sehidup semati.
Opa Oma Arsen dikubur di German, dengan satu liang lahat.
Oleh sebab itu saat melihat film ini Arsen teringat akan Opa Ben yang telah lama meninggalkannya saat usia Arsen menginjak tiga belas tahun.
Papa Sean sempat terpukul akan meninggalnya kedua orang tuanya terlebih mamanya yang tiba-tiba menyusul Papanya.
Arsen nampak bersandar di bahu Airin, dan itu membuat Airin tersenyum.
"Garang tapi lihat film beginian menangis," ejek Airin
"Aku teringat akan Opa aku yang meninggal saat usiaku sebelas tahun," sahut Arsen
"Oh, maaf Arsen," timpal Airin menyesal.
"Nggak papa," ucap Arsen.
Setelah filmnya selesai, Arsen dan Airin hendak pergi ke taman namun tiba-tiba turunlah hujan badai, sehingga Arsen lebih memilih pulang karena kebetulan rumahnya dekat dengan lokasi dia saat ini.
"Kita pulang saja," kata Arsen
"Iya Arsen," sahut Airin.
Airin mengira kalau akan pulang ke rumahnya namun Arsen malah mengajaknya pulang ke rumahnya.
__ADS_1
"Kita pulang ke rumah kamu?" tanya Airin
"Iya, hujan badai bahaya jika berkendara, kebetulan rumah aku lebih dekat," jawab Arsen.
Kini mobil Arsen memasuki kawasan rumahnya, kemudian Airin dan Arsen turun, baju mereka basah saat turun dari mobil untuk masuk ke rumah.
"Baju aku basah Arsen," kata Airin
"Ayo ke kamar aku, kita ganti baju," ajak Arsen.
Mama Arini dan Papa Sean yang masih di ruang keluarga memanggil Arsen dan juga Airin.
"Kalian sudah pulang?" tanya Mama Arini
"Iya ma, hujan badai. Airin di sini dulu ya nanti baru Arsen bawa pulang kalau hujannya sudah Reda," jawab Arsen
Melihat Airin yang bajunya basah membuat mama Arini beranjak dari tempat duduknya untuk mengambilkan baju untuk Airin.
"Ayo ikut Tante, karena basah pakai baju Tante dulu ya?" kata Mama Arini.
"Nggak apa-apa kok Airin," timpal mama Arini lalu merangkul Airin dan mengajaknya ke atas.
Airin menunggu di depan kamar mama Arini dengan Arsen, tak berselang lama Mama Arini keluar dengan baju di tangannya.
"Ini pake dulu." Mama Arini menyodorkan baju pada Airin.
Setelah mendapatkan baju dari mama Arini, Airin pamit untuk ganti baju.
Arsen lari ke kamar mandi untuk buang air kecil, karena dia belum membawa baju ganti, Arsen keluar dengan bertelanjang dada dan saat hendak mengambil baju gantinya dia melihat Airin melepas bajunya sehingga nampak Airin hanya memakai celana dan kaos dalam tipis dengan sehingga melihatkan bahu Airin yang putih mulus, dan itu tiba-tiba membaut Arsen panas dingin.
Dia mendekat dan memeluk Airin dari belakang sehingga membuat Airin kaget.
"Arsen, aku ganti baju dulu," kata Airin mencoba lari dari Arsen.
Bukannya membiarkan Airin ganti baju, Arsen malah menciumi bahu Airin, tak hanya bahu dia juga menciumi leher Airin.
__ADS_1
"Arsen sudah," pinta Airin dengan nafas tersengal.
Arsen kemudian membawa Airin ke tempat tidurnya, dia menciumi Airin, Airin mencoba berontak namun Aren memegangi tangan Airin.
Kini mereka berdua saling paut dengan nafas yang memburu.
"Sudah Arsen," pinta Airin bukannya sudah Arsen malah menciumi leher Airin.
Arini merasakan ada yang berdenyut di bagian bawah Arsen.
"Arsen, ini apa yang berdenyut," tanya Airin polos
Arsen yang malu beranjak dari tubuh Airin lalu mengambil baju dan segera pergi ke kamar mandi begitu pula dengan Airin segera ganti baju.
Setelah selesai Airin duduk di tepi ranjang Arsen dia mengingat kembali apa yang tadi nyut nyutan, dan Airin membolakan matanya saat dia sadar kalau yang berdenyut adalah bagian bawah Arsen.
"Astaga, aku sudah nggak virgin. Aku sudah merasakan anunya Arsen," gumam Airin
Airin sungguh bingung dan di dalam kamar mandi Arsen juga malu, "Bagiamana ini, aku malu sama Airin," gumam Arsen.
Karena tidak ingin berlama-lama di kamar mandi lalu dia keluar.
Arsen nampak bingung, mau ngapain setelah ini begitu pula dengan Airin.
"Arsen hujannya sudah Reda apa belum?" tanya Airin
Arsen melihat dari jendelanya, dan nampak hujan belum mereda
"Belom sayang," jawab Arsen.
"Ini sudah pukul sepuluh lebih, pasti Bunda khawatir," Sahut Airin.
"Kamu hubungi saja," ide Arsen
"Sudah tapi ponselnya nggak aktif," timpal Airin.
__ADS_1
Airin dan Arsen nampak malu-malu meong, karena Airin sudah mengantuk dia pun merebahkan diri di kasur Arsen, begitu pula dengan Arsen yang ikut merebahkan diri, niatnya sambil nunggu hujan reda tapi malah mereka berdua ketiduran sampai pagi.