
"Tradisi mereka sayang, dimanapun dan kapanpun selalu membasahi rambut mereka," jawab Arsen yang membuat Airin bingung namun meskipun begitu dia tidak ingin bertanya lebih jauh lagi.
Kini waktunya mereka semua untuk makan, terlebih yang setelah berolahraga pasti lapar.
"Makan yang banyak ma, pa," kata Arthur yang membuat Shane dan Amira menatap anaknya.
"Pasti, nggak kamu suruh papa pasti makan yang banyak Arthur," sahut Papa Shane
"Papa dan mama juga," timpal Arsen
Mama Arini dan Papa Arsen mengacungkan ibu jari mereka berdua.
Airin yang bingung hanya diam saja, satu yang Airin ambil dari keluarga A4 yaitu persahabatan mereka yang kuat, Airin mengira keluarga A4 sombong sombong namun tidak sama sekali malah mereka low profile yang membuat Airin nyaman apalagi mereka suka bercanda yang cukup membuat Airin terhibur meski terkadang sikap mereka membuatnya geleng-geleng kepala.
Seusai makan semua berkumpul untuk membahas acara Ultah Arsen namun karena Airin sungkan untuk bergabung, dia memutuskan memilih jalan-jalan menyusuri vila papa Sean. Ini baru pertama kalinya Airin menginap di sebuah Vila mewah, untuk itu dia ingin menikmatinya meski awalnya dia enggan sekali untuk ikut.
Dari kejauhan nampak Aaron dan Keira sedang berduaan dan itu membuat Arini sakit hati. Dia terus melihat Aaron dan Keira yang bercanda berdua dan bodohnya dia sampai rela bersembunyi di semak-semak untuk mengintai Aaron dan Keira.
"Aaron lebih baik kita gabung dengan mama dan Papa," kata keira
"Nggak aku ingin berdua di sini dengan kamu," sahut Aaron.
Mendengar sahutan Aaron membuat Keira menurut, entah mengapa dia tidak bisa berkata tidak pada Aaron.
"Boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Keira
__ADS_1
"Apa?" tanya Aaron balik
"Apa kamu menyukai Airin?" tanya Keira
"Entahlah aku ragu dengan perasaanku terhadapnya karena dari dulu aku kagum pada sifat keibuan kamu kak, dan aku menyukai kamu," jawab Aaron.
Keira nampak terdiam, dia tidak menyangka sikap hangat Aaron bukan bentuk dari rasa sayang adik terhadap kakaknya melainkan bentuk rasa suka terhadap lawan jenis.
Melihat Keira terdiam membuat Aaron memeluknya bahkan Aaron mengecup bibir Keira, entah mengapa
Keira juga menerima kecupan bibir Aaron.
Apa Keira juga menyukai Aaron, entahlah.
Airin yang melihatnya dari jauh membatu, dua kali dia dibuat patah hati oleh Aaron, dia tersenyum meski hatinya sakit.
Segara dia menghapus air matanya, kemudian Airin berjalan tak tentu arah, dia menjauh dari vila papa Arsen, tanpa disadari dia kini berada di tepi danau yang airnya lumayan bening.
Dia menangis meratapi kisah cintanya yang tragis, lelaki yang dia cintai mencintai orang lain, sedangkan orang yang tidak dia cintai selalu memaksakan kehendak pada dirinya.
"Aarrrrgggg, kenapa jadi begini. Aaron jika kamu tidak ada rasa padaku lalu untuk apa semua kata yang kamu titip di hatiku," teriak Airin frustasi.
Di Vila Arsen mencari Airin, dia mencari kemana-mana namun tidak menemukan wanitanya.
Dengan rasa cemas tingkat dewa dia mencari Airin keluar Vila, dia terus saja memanggil manggil nama Airin, dan dia lega kini karena melihat Airin berdiri sambil menatap indahnya danau.
__ADS_1
Dengan segera Arsen mendatangi Airin dan langsung memeluknya dari belakang.
"Aku mohon jangan pergi seperti ini lagi, kamu nggak tau aku seperti orang bodoh yang bingung mencari kekasihnya," kata Arsen dengan mengecup pucuk kepala Airin. Dia mengendus bau shampo Airin yang menurutnya segar sekali.
Airin yang sedang patah hati mengeratkan pelukan Arsen, dia sungguh tak menyangka Arsen akan mencarinya toh setelah ini dia juga akan kembali ke Vila.
"Karena kamu telah membuat aku cemas jadi aku harus menghukum kamu," kata Arsen
Airin yang tau kalau hukumannya adalah ciuman pun kabur dengan berlari, dan Arsen segera mengejar Airin.
"Woy sayang berhenti," teriak Arsen
Airin terus berlari, dia tidak menggubris teriakan dari Arsen.
Bodoh amat dengan nasibnya nanti yang terpenting sekarang dia kabur dulu.
Setibanya di Vila, Airin segara masuk ke dalam kamarnya, tak lupa dia mengunci pintu kamar supaya Arsen tidak bisa masuk.
"Aku nggak akan membuka pintu, sebaiknya kamu pergi," kata Arini dari balik pintunya.
"Ok," kata Arsen
Airin lega sekarang karena Arsen menyerah. Namun siapa sangka kalau Arsen meminta bantuan para pelayannya untuk mencari kunci serep kamar Airin,"
Setalah mandi Airin mendapati Arsen sudah duduk di sofa dengan tersenyum licik.
__ADS_1
"Mati aku,"