
Tanpa aba-aba Aaron membawa Keira ke tempat tidur, dia langsung melahap bibir Keira dan lupa membiarkan kamar tak tertutup rapat.
Saat bersamaan Arthur dan Raisa juga sudah kembali namun karena Aaron sedang latihan panjat memanjat jadi kini Arthur ke kamar Raisa dulu.
"Aku heran dengan mereka berdua, katanya Aaron kak Keira tidak mencintainya, tapi kini mereka malah bermesraan di kamar, apa sih maunya," gerutu Arthur
"Sudahlah Arthur jangan dipikirkan toh yang jalanin mereka, kita sebagai sahabat support saja," sahut Raisa
"Kamu benar juga sayang," timpal Arthur yang membuat Raisa kikuk dengan cara panggil Arthur
Arthur yang awalnya berdiri ikut duduk samping Raisa.
"Jangan macam-macam Arthur atau aku nggak jadi memberimu kesempatan," ancam Raisa yang membuat Arthur tidak berkutik.
**********
A4 menikmati liburan mereka dengan happy, begitu pula dengan mama dan papa mereka.
Tak terasa sudah tiga hari mereka di kota Dewata, Airin yang berada di kamarnya dengan Febri dikejutkan oleh kedatangan Arsen dan Arcelo.
"Kalian bagaimana bisa masuk?" tanya Airin
"Minta duplikat kunci kamar kalianlah," jawab Arsen dengan terkekeh
Airin dan Febri berdecak kesal, pasti mereka ingin tidur bersama lagi.
"Arsen, aku nggak enak dengan Mama dan papa kamu kalau kita tidur bersama," kata Airin
"Aman-aman," timpal Arsen
Tanpa aba-aba Arsen mengecup Airin, Febri dan Arcelo yang melihatnya jadi ingin menyontoh apa yang dilakukan ketua gengnya.
Arcelo mengkode Febri untuk ke kamarnya, Febri yang nggak enak dengan Mama dan Papa Arcelo menolak namun Arcelo terus memaksa dan mau nggak mau dia dan Febri pindah ke kamar sebelah.
Apa yang selanjutnya mereka lakukan hanya mereka yang tau.
Hari berlalu dengan cepat, kini liburan telah berakhir dan mereka kembali lagi ke kota mereka.
Kini A4 sudah masuk kuliah kembali, hubungan mereka dengan pasangan masing-masing cukup baik dan semakin romantis begitu pula dengan Arthur dan Aaron.
"Aku janji Aaron sebulan lagi aku akan pulang," kata Keira
"Baiklah aku tunggu kepulangan kamu," sahut Aaron
Di bandara yang banyak orang, Aaron berciuman dengan Keira. A3, Airin, Febri dan Raisa melongo melihat mereka, orang-orang juga melemparkan tatapan mereka.
Airin yang melihat Aaron pun tersenyum, "Akhirnya kamu bahagia dengan cinta pertama kamu Aaron," batin Airin lalu menggenggam tangan Arsen
"Apa kamu ingin seperti mereka?" tanya Arsen
"Mau tapi nggak di sini," jawab Airin asal.
Arsen langsung saja menarik tangan Airin, "Hey Kak Keira, Aaron aku balik dulu ada tugas negara yang harus aku kerjakan," kata Arsen
"Halah, paling mau cari tempat untuk ciuman," timpal Arthur
"Bener tu, sok sok an ada tugas negara," sahut Arcelo
Aaron tersenyum lalu mengangkat ibu jarinya yang menandakan Arsen boleh pergi.
Arcelo menunggui kakaknya berangkat, "Hati-hati ya Kak, ingat sebulan lagi kembali kasian Aaron," pesan Arcelo
__ADS_1
"Iya-iya bawel sekali seperti mama," sahut Keira dengan tertawa
Arcelo yang kesal melerai pelukan kakaknya, dan pura-pura merajuk.
Keira yang gemas mencium pipi adiknya, "Ih bekas Aaron," gerutu Arcelo lalu mengusap bekas ciuman Keira
"Brengsek kamu Arcelo kamu pikir aku kena rabies," umpat Aaron yang kesal dengan Arcelo
"Hehe, aku hanya mau bekas kekasihku tercinta Aaron," sahut Arcelo dengan terkekeh.
Keira pun memeluk Febri, "Titip adikku, jika nakal jewer saja," pesan Keira
"Siap kak," ucap Febri dengan tersenyum.
Keira juga memeluk Arthur dan juga Raisa lalu dia berlalu dengan sesekali melambaikan tangan.
Aaron menatap kepergian Keira dengan raut wajah yang berubah.
"Sendiri lagi, seperti dahulu tanpa dirimu di sisiku," Goda Arthur yang menyanyikan sepenggal lagi lawas.
Aaron lalu berbalik lalu meninggalkan teman-temannya
"Brengsek, kita menunggunya kini malah kita yang ditinggal," umpat Arthur lalu keluar Bandara karena mereka harus pulang.
Waktu cepat berlalu tak terasa usia kehamilan mama Arini menginjak sembilan bulan.
"Sayang, perut aku sakit sekali," kata Mama Arini dengan memegangi perutnya
Papa Sean yang panik segera membawa mama Arini ke rumah sakit, "Waktu melahirkannya masih dua Minggu lagi kenapa istri saya sudah merasakan sakit?" tanya papa Sean
"Wajar pak, itu namanya kontraksi," jawab Dokter
"Kalau ibu Arini mau melahirkan sekarang akan saya siapkan operasinya," imbuh Dokter
"Sayang aku takut," kata mama Arini
"Jangan takut aku selalu di samping kamu sayang," hibur Papa Sean.
Setalah menunggu kurang lebih satu jam, kini ruangan operasi sudah siap, semua dipersiapkan bahkan semua dokter obgyn terbaik dikerahkan untuk mengoperasi mama Arini.
Papa Sean yang tidak bisa ke kantor menghubungi papa Nick supaya menghandle pekerjaannya karena mama Arini melahirkan.
Nick yang mendapatkan kabar dari Papa Sean ikut senang, sekian tahun akhirnya Papa Sean memiliki bayi lagi meski usianya kini tidak muda.
Papa Nick memberitahukan kabar gembira ini pada mama Vani dan juga kawan-kawannya dan mereka sehabis pulang kantor janjian ketemu di rumah sakit.
Saat pergantian kelas, Arsen membuka ponselnya dan melihat pesan dari papanya kalau adiknya telah lahir.
Arsen yang senang segera datang ke rumah sakit dan meninggalkan kelas berikutnya, dia juga tidak memberitahu Airin maupun A4 yang lain.
Setibanya sampai di rumah sakit, Arsen langsung masuk ruang perawatan mama Arini dan dia melihat bayi mungil di samping mamanya.
"Ini adik Arsen ma?" tanya Arsen
"Iya sayang," jawab mama Arini
"Siapa namanya?" tanya Arsen
"Entahlah sayang, papa kamu masih memikirkannya, dulu saat kamu lahir dia juga belum siap nama. (sehingga tanya para reader.😁✌️)
"Papa ini payah," ejek Arsen yang mendapatkan tatapan tajam dari papanya.
__ADS_1
Tiba-tiba bayinya menangis dengan keras dan ini membuat Arsen kaget.
Mama Arini yang tau kalau dia haus membuka kancing bajunya dan membuka penutup dadanya, sehingga dadanya terekspos sempurna, dia meminta Arsen untuk meletakkan adiknya di atas dadanya.
"Sayang, kamu itu apa-apaan, malu dilihat Arsen," kata papa Sean lalu menutup kembali dada Mama Arini.
"Jangan sembarangan membuka, Arsen lihat lagi. Lagian tau mama membuka baju kenapa tidak membalikan badan," omel papa Sean
Arsen yang serba bingung, bingung mau ngomong apa.
"Astaaga sama anak sendiri cemburu, jangan-jangan aku tidak boleh menyusui baby nya," gumam mama Arini.
Karena bingung dan ASI-nya tidak keluar papa sean memanggil suster supaya membuatkan susu formula untuk adik bayi.
Daripada bolak balik suster membawa bayi kecilnya sekalian.
"Aku rangsang ya biar keluar ASI-nya?" tanya papa Sean
"Gimana cara merangsangnya pa?" tanya Arsen
"Ya seperti adik bayi," jawab papa Sean dengan terkekeh. Arsen menunggui mamanya karena papa Sean tiba-tiba dapat panggilan video dari kantor cabang lain.
Waktu kini susah menunjukkan pukul dua belas siang, waktunya bagi Arsen untuk bekerja.
"Ma, Arsen tinggal dulu ya," pamit Arsen
"Iya sayang hati-hati," sahut mama Arini
Sebelum pergi Arsen mengecup kening mamanya lalu keluar, setelah di luar kamar Arsen pamit pada papanya.
"Arsen kerja dulu pa, papa lebih baik masuk sambil nunggu mama," pamit dan pesan Arsen
Sore hari pun datang, mama dan papa A3 datang untuk menjenguk.
"Duh gantengnya," puji Mama Putri saat melihat baby mama Arini
"Persis aku ya," goda papa Daffa
"Nggak usah fitnah Daffa, memangnya kamu ikut menyumbang?" sahut papa Sean
"Ikutlah, benarkan Arini?" seloroh papa Daffa
Mama Putri, mama Arini dan papa Sean melemparkan tatapan matanya pada papa Daffa.
"Jangan macam-macam kamu Daffa," omel papa Sean, papa Daffa hanya tersenyum dia suka sekali menggoda sahabatnya tersebut.
"Siapa namanya pak Sean?" tanya papa Nick
"Ini dalam proses mikir," jawab papa Sean
"Selalu belum siap dengan nama," sahut mama Amira
"Bagaimana kalau aku saja yang memberi nama," kata papa Shane
"Nggak, pasti kamu merekomendasikan nama Parto seperti dulu," sahut Papa Sean yang masih ingat.
Semua tertawa tak di sangka selera nama papa Shane rendah juga.
"Iya, betul dulu saja dia mau menamai Arthur Paijo, la namannya saja gaul masa nama anaknya Paijo," timpal mama Amira.
Semua tertawa mendengar kata Mama Amira dan ini membuat papa Shane malu.
__ADS_1
Meraka kini mengobrol kesana kemari hingga lupa waktu, A4 juga kesana namun karena para papa lagi asik jadi mereka memutuskan untuk pulang dan menjenguk adik bayinya besok.