4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Airin nggak mau ikut


__ADS_3

Karena hari sudah malam Airin meminta Arsen untuk mengantarnya karena takut kalau ibundanya khawatir.


"Makan dulu sebelum pulang," kata Mama Arini.


"Nggak usah Tante, nanti malam merepotkan biar saya makan di rumah saja," sahut Airin.


"Ya sudah ma, pa, kami pamit dulu," kata Arsen


"Pulang ya, jangan nginep di rumah Airin," sahut Papa Sean


"Wah papa memberi aku ide," timpal Arsen dengan terkekeh.


Airin hanya tersenyum, sedangkan mama Arini dan papa Sean melirik Arsen dengan tatapan maut mereka.


**********


"Arsen aku nggak mau ikut merayakan ulang tahun kamu," kata Airin


"Mana boleh seperti itu sayang, come on. Ah nggak seru," ucap Arsen kecewa.


"Sayang, sayang. Manggilnya yang sopan napa," gerutu Airin


"Itu udah sopan banget lo sayang," sahut Arsen dengan terkekeh.


"up to you lah Arsen," timpal Airin.


"Ikut ya please," pinta Arsen memohon.


"Nggak, Arsen pikir dong aku tu malu kalau ikut kalian, apalagi ada teman-teman mama papa kamu." Airin menolak ajakan Arsen.


"Trus aku harus rayain tanpa kamu gitu," sahut Arsen.


Airin mengangguk,


"Hancur duniaku ultah tanpa kamu Airin," kata Arsen lebay

__ADS_1


"Nggak usah lebay," sahut Airin.


Suasana jadi hening baik Arsen maupun Airin sama-sama diam. Arsen galau karena Airin tidak mau ikut sedangkan Airin juga sama dia juga bingung menghadapi Arsen yang memaksakan kehendaknya padanya. Arsen tidak peduli dengan penolakan Airin bahkan orang tua Arsen mendukung Arsen.


Posisinya yang di bawah tetap kalah dengan Arsen yang memiliki posisi kuat.


Tak berselang lama mobil Arsen sudah memasuki halaman kecil rumah Airin.


"Arsen ini sudah malam lebih baik kamu langsung pulang saja, aku lelah mau istirahat," kata Airin lalu dia turun dan langsung menutup pintu sebelum Arsen menjawab.


"Apa-apaan dia, padahal aku masih ingin bersamanya, tapi ya sudahlah mungkin memang dia lelah," kata Arsen lalu memundurkan mobilnya dan pergi dari rumah Airin.


Airin yang lelah langsung mencari bundanya dan klarifikasi kalau tadi motornya mogok sehingga pulang diantar Arsen.


"La tuan mudanya mana sekarang?" tanya Bunda.


"Udah pulang Bun, mungkin dia lelah," jawab Airin berbohong padahal dialah yang menyuruh Arsen pulang.


"Oh ya Bun, tadi aku mengobrol dengan mama dan papanya Arsen," imbuh Airin


"Mereka gimana Airin, hebat kamu bisa mengobrol dengan mereka," puji ibundanya


"Apanya yang hebat sih Bun, mereka juga sama seperti kita makan nasi dan kentut juga," sahut Airin lalu pamit ke kamarnya.


Saat dia merebahkan dirinya di tempat tidur bau Arsen masih tertinggal bau parfum baju Arsen yang membuat Airin tak sadar mengendusnya.


"Segar sekali," gumamnya dengan mengendus gulingnya.


Asik mengendus tiba-tiba Airin membuang gulingnya, "Ngapain aku cium bau Arsen yang tertinggal," oceh Airin.


************


Keesokannya setelah sarapan Airin pamitan pada bunda untuk segera berangkat karena dia harus jalan kaki sampai depan komplek perumahannya untuk naik angkot.


Saat hendak berangkat mobil Arsen datang, "Pagi sayang," sapa Arsen dengan membuka jendela mobilnya.

__ADS_1


"Orang ini mulutnya, kalau didengar tetangga kanan kiri bisa rusak reputasiku," gerutu Airin.


Bunda yang sibuk di dapur nggak menyadari kalau Airin dijemput Arsen.


"Ayo naik," teriak Arsen


Dengan malas Airin masuk mobil Arsen, lalu Arsen melajukan mobilnya.


Sepanjang perjalanan Airin hanya terdiam, dia serasa masuk dalam hidup Arsen sekarang dan anehnya meskipun tidak suka namun dia tidak bisa menolak.


"Kamu udah sarapan?" tanya Arsen


"Udah," jawab Airin singkat


"Sama apa?" tanya Arsen lagi


"Nasi," jawab Airin


"Nasi saja?" tanyanya lagi


"Iya," jawab Airin berbohong.


"OMG," sahut Arsen percaya.


"Bodoh," batin Airin.


Tak berselang lama mobil Arsen memasuki kawasan kampus, semua mahasiswa termasuk Wanda CS berdiri melihatnya, mereka ingin melihat anak orang no 1 di kampus ini turun dari mobil dan betapa kagetnya yang turun dulu dari mobil Arsen adalah Airin.


"Kok Airin," kata Wanda


"Wah wah, dia pasti menggunakan pelet," sahut teman lainnya.


Airin langsung saja berjalan tanpa menunggu Arsen dan itu membuat Arsen berteriak


"Sayaaaang tunggu!"

__ADS_1


Semua Mahasiswa maupun Mahasiswi melongo mendengar teriakan Arsen untuk Airin.


__ADS_2