
"Aaron jangan." Airin berteriak meminta Aaron menjauh dari wajahnya.
Aaron nampak gemas sekali dengan Airin,
"Tapi tetap harus Airin," ucap Aaron yang membuat Airin memucat.
Ceklek
Terdengar seatbelt/sabuk pengaman terkunci sehingga indikator seatbelt berhenti berbunyi.
"Nah, sekarang sudah berhenti berbunyi," kata Aaron lalu melirik Airin.
Airin sungguh malu sekali, dia berfikir kalau Aaron akan menciumnya, yang ternyata cuma hanya ingin membantu memakaikan seatbelt.
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Aaron
"Nggak apa-apa kok Aaron," jawab Airin dengan muka seperti kepiting yang direbus.
"Apa kamu menginginkan sebuah ciuman panas dari aku?" tanya Aaron yang semakin membuat Airin malu dan memucat
"Mana boleh seperti itu, aku kan milik Arsen," jawab Airin tanpa menatap Aaron.
Sebisa mungkin dia menghindari bertatap muka dengan Aaron.
"Kita bisa jadi TTM," sahut Aaron
"Apa itu TTM?" tanya Airin
"Teman tapi mesra," jawab Aaron
Airin menjadi kesal mendengar jawaban Aaron bisa-bisanya berkata seperti itu.
"Ogah," sahut Airin.
"Kenapa, kan hanya teman. Kita nggak selingkuh kak," timpal Aaron.
"Aaaaarooon, itu sama saja dengan selingkuh. Bagaimana bisa ada hubungan seperti itu, teman tapi mesra. Dimana-mana teman ya teman, harus pada batasannya," omel Airin.
__ADS_1
Aaron hanya tertawa dia suka sekali menggoda Airin, kepolosan sikap Airin lah yang membuat Aaron suka sekali menggoda Airin. Dia teringat akan mamanya yang sering digoda papanya. Papa Daffa suka sekali menggoda mama Putri karena mama Putri sangat polos.
Tak berselang lama, mereka sampai di apartemen Arsen, Airin berjalan terlebih dahulu meninggalkan Aaron namun tentu dengan segera dia bisa mengejar Airin.
"Jangan cepat-cepat jalannya, seperti orang kebelet saja atau memang kamu kebelet Airin," goda Aaron.
Airin yang kesal ingin sekali menabok Aaron, kini mereka sudah sampai di unit apartemen Arsen,
saat membuka pintu nampak Arcelo, Arsen dan Arthur duduk di sofa.
Mereka cemas, apalagi Arsen yang sedari tadi seperti induk ayam yang kehilangan anaknya.
"Kalian dari mana?" tanya Arsen lalu memeluk Airin
"Drama dimulai," kata Arthur dengan menatap Arcelo.
"Kami dari beli nasi pecel, Airin tadi lapar jadi aku mengantarnya membeli makanan," jawab Aaron santai meski Arsen sudah memerah karena cemburu.
"Kenapa nggak membangunkan aku?" tanya Arsen dengan nada yang sedikit tinggi
"Arsen, hanya membeli sarapan kenapa harus membangunkan kamu," kata Airin dengan mengelus dada Arsen mencoba menenangkan kekasihnya tersebut.
Arcelo menyenggol Arthur, dia mengkode Arthur supaya melerai debat yang nggak penting mereka.
"Sudah! sudah! ayo makan setelah ini kita harus pulang, dan pergi ke kampus," kata Arthur lalu mengambil makanan yang ada di meja.
Kini mereka membuka makananya dan betapa kagetnya A3 tenyata makananya adalah nasi pecel.
"Kenapa kalian membeli makanan yang seperti ini?" tanya Arsen yang malas melihat makananya.
"Airin tadi yang nyidam nasi pecel," jawab Aaron asal lalu dia memakan makanannya.
"Kamu hamil?" tanya Arthur yang membuat Arsen melemparkan tatapan mautnya pada Arthur
"Aku masih ori ya, belum buka segel. Belum diunboxing, perawan ting-ting," jawab Airin tak terima.
Arthur hanya terkekeh, entah mengapa mulutnya tidak bisa kontrol jika berhadapan dengan Airin.
__ADS_1
"Kamu tu yang nggak perjaka lagi." Gantian Airin yang mengatainya nggak perjaka
"Sembarangan, aku masih ori juga. Masih segel, keperjakaanku hanya untuk istriku nanti,"sahut Arthur kesal.
Mereka semua tertawa sambil makan, meskipun tadi sempat dikomplain kenapa beli pecel namun nasi pecelnya habis tak tersisa.
Kini A4 pamit untuk pulang, meraka harus ganti baju, sebelum ke kampus.
Untuk Arini, Arsen memesankannya taxi online karena jika harus bolak balik waktu mereka nggak akan cukup.
***********
Hari berlalu dengan cepat, yang ditunggu-tunggu semua mahasiswa datang juga yaitu perayaaan untuk merayakan ultah kampus ke lima belas tahun, harapannya semoga semakin terkenal dan sukses.
A4 diminta untuk menyumbang pertunjukan, kali ini mereka akan membawakan sebuah lagu.
A4 membutuhkan sedikitnya empat orang untuk mendampingi mereka bernyanyi sesuai judul lagu yang mereka bawakan.
"Kamu membawakan lagu apa?" tanya Aaron
"Aku mau membawakan lagu beautiful in white by Shane Filan dan pasanganku tentu Airin," jawab Arsen
"Boleh nggak pasangan kamu aku pinjam," kata Aaron
"Enak saja," sahut Arsen kesal
"Sungguh Aaron senang sekali membuat Arsen kesal.
Para Mahasiswa ingin sekali menjadi teman duet A4, untuk itu banyak yang menemui A4 guna menawarkan diri menjadi pasangan duet A4.
"Bagaimana ini?" lihatlah sudah ada puluhan mahasiswi yang ingin aku menjadikannya teman duetku," kata Arcelo
"Sama," Sahut Artur.
Hal ini sama juga dengan Aaron maupun Arsen.
Akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan audisi, dengan kriteria yang tentu sedikit sulit.
__ADS_1