4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Janjian pergi bersama


__ADS_3

Airin langsung saja berjalan tanpa menunggu Arsen dan itu membuat Arsen berteriak


"Sayaaaang tunggu!"


Semua Mahasiswa maupun Mahasiswi melongo mendengar teriakan Arsen untuk Airin.


Ada beberapa yang sampai mengusap telinga mereka siapa tau mereka salah dengar.


"Airin berhenti!" teriak Arsen saat dekat dengan Airin.


Arsen yang kesal menarik tangan Airin, "Kamu budek ya!" maki Arsen


"Iya, aku budek, kenapa?" sahut Airin yang membuat Arsen kesal.


"Pagi-pagi jangan membuat mood aku buruk Airin," ucap Arsen dengan tatapan mautnya sehingga membuat Airin takut kalau Arsen nekat dan menciumnya lagi.


Airin menghela nafas, "Ada apa sih Arsen," kata Airin lebih lembut sehingga membuat Arsen tersenyum manis.


Entah mengapa melihat Arsen tersenyum seperti ini membuat Airin bahagia.


"Senyum kamu Arsen," batin Airin.


Lalu Arsen merangkul Airin dan melewati Mahasiswa yang sedari tadi melihati mereka.


Arsen mengantar Airin ke loker bukunya dan mereka duduk di sebuah bangku.


"Kamu nggak cari geng kamu?" tanya Airin


"Aku selama dua puluh tahun selalu dengan mereka, kini aku mau selalu dengan kamu," jawab Arsen


"Jangan gitu, aku nggak mau penyebab perusahaan kalian renggang," sahut Airin


"Nggak lah, nanti saat jam kuliah kami pasti ketemu cuma saat ini aku masih ingin bersama kamu," timpal Arsen.


Dari kejauhan nampak tiga A4 lainnya yang datang mendekat.


"Enak ya pagi-pagi sudah berduaan," goda Arthur


"Iya, kelihatannya kita kalah nih," sahut Arcelo.


"Airin Arsen, kalian jadian?" tanya Aaron dengan menatap Arsen dan Airin bergantian.


"Nggak Aaron," sahut Airin


"Pasti dong Aaron, kami kan saling mencintai," timpal Arsen dengan merangkul Airin.

__ADS_1


Aaron yang melihatnya nampak sedikit kecewa, tapi dia masih ragu dengan perasaannya terhadap Airin,


Karena ada jam Airin harus masuk begitu pula dengan A4, Arsen sangat gembira sekali.


"Oh ya Arsen, acara ultah kamu diadakan di villa papa kamu ya?" tanya Aaron


"iya, padahal aku pengen ngerayain dengan kalian saja bukan dengan mama papa kalian juga," jawab Arsen kesal.


"Biar rame Arsen," sahut Arcelo


"Iya sih nurut saja ma orang tua asal Airin ikut saja," timpal Arsen.


Arcelo, Arthur dan Aaron saling pandang, kelihatannya Arsen benar-benar serius dengan Airin.


Selepas pergantian jam, Aaron mendatangi rooftop dia melamun di sana, tanpa di sengaja Airin juga datang dan dia berdiri di samping Aaron.


"Aaron," sapa Airin


"Airin," sapa Aaron balik


"Selingkuh lah dengan aku," kata Aaron


Mendengar kata-kata Aaron membuat Airin membatu, dia bingung harus menjawab apa.


"Kamu nggak mau ya," kata Aaron lagi.


"Untuk apa minta maaf, kamu nggak salah," sahut Aaron.


Tak hanya memeluk Airin, Aaron juga mengecup kening Airin, tak hanya kening dia juga mengecup pipi kanan kiri Airin.


Berbeda dengan Arsen, Aaron masih belum berani mencium bibir Airin.


"Aku ingin bersama kamu Airin?" kata Aaron


"Aku juga, tapi aku harus turun karena ada jam setelah ini," sahut Airin.


Aaron nampak terdiam,


"Setelah pulang dari kampus kita jalan-jalan bisa?" tanya Aaron


"Bisa bisa akan aku usahakan, kebetulan aku tidak bekerja hari ini," jawab Airin


"Bagus, tapi bagaimana dengan Arsen?" tanya Aaron


"Aku dah Arsen tidak ada hubungan apa-apa tapi Arsen lah yang seenaknya sendiri," jawab Airin.

__ADS_1


Aaron nampak tersenyum, dia tidak kaget dengan sikap Arsen. Memang begitulah selalu memaksakan kehendak pada orang lain.


Jam pulang telah datang, Airin bergegas ke luar kelas namun betapa kagetnya dia Arsen sudah menunggu di depan kelasnya.


"OMG Arsen, apaan dia," batin Airin


"Sayang," panggil Arsen.


"Pulang yuk, kangen masakan bunda," ajak Arsen


Airin bingung sekarang, padahal tadi dia ada janji dengan Aaron. Alasan apa supaya Arsen tidak mengantarnya pulang.


Melihat Airin terdiam, Arsen langsung saja merangkul wanita yang telah dia klaim sebagai kekasihnya meski Airin belum bilang setuju.


Arsen dan Airin berjalan menuju depan kampus, kebetulan mereka berpapasan dengan A4 lainnya.


Raut wajah Aaron berubah saat melihat Arsen merangkul Airin.


"Arsen kamu nggak pulang bareng kami?' tanya Arcelo


"Nggak, aku ngantar cinta aku dulu," jawab Arsen dengan terkekeh


Artur dan Arcelo membolakan matanya, bagaimana bisa Arsen seperti ini.


"Apa aku bilang, Astrazeneca bukan untuk virus cinta," ucap Arcelo


"Betul," sahut Arthur.


Arsen dan Airin berjalan melewati A3, Airin menoleh dan menatap Aaron, nampak Aaron mengangguk dan tersenyum yang tandanya tidak apa-apa Airin pulang dengan Arsen.


Arsen membukakan pintu mobilnya untuk Airin, lalu dia memutar dan ikut masuk.


Dia juga memakaikan sabuk pengaman untuk Airin setelah itu sabuk pengamannya.


"Arsen, bisa nggak aku pulang sendiri. Aku ada janji dengan teman," kata Airin


"Teman siapa wanita apa laki-laki?" tanya Arsen


"Wanita lah Arsen," jawab Airin berbohong.


Arsen nampak terdiam, "Memangnya mau pergi kemana?" tanya Arsen


"Muter-muter lah Arsen. Taman, mall dan lain-lain," jawab Airin dengan senyuman yang dipaksakan.


"Ok kita kesana," sahut Arsen lalu melajukan mobilnya.

__ADS_1


Airin sungguh bingung, dia tak enak dengan Aaron.


"Aaron maafkan aku,"


__ADS_2