4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Cari loker


__ADS_3

Airin membantu bundanya untuk bersiap kemudian dia membooking kan tiket pesawat untuk bunda, untung saja tiket pesawat untuk hari ini masih ada. Seusai membooking pesawat Airin meminta A4 untuk menarik tunai uangnya untuk bekal bundanya.


"Nanti sekalian ngantar bunda ke bandara ya sayang, kita mampir di mini market yang menyediakan fasilitas ATM," kata Arsen


"Iya Arsen," sahut Airin.


Pesawat bunda berangkat pukul dua siang, masih ada waktu untuk Airin bersama bundanya.


"Kamu baik-baik di rumah ya Airin, kalau ayah sudah sembuh bunda akan segera kembali," kata Bunda


"Iya Bunda, jangan mikirin Airin. Bunda fokus saja dengan ayah," sahut Airin.


"Iya betul itu ibu kantin, kan ada kami sekarang yang menjaga si pesek," timpal Arthur lalu dia menutup mulutnya.


"Hehe maaf ibu kantin keceplosan," ucap Arthur dengan terkekeh.


Ibunda Airin ikut tertawa, "Apa Airin benar-benar pesek ya?" tanya bunda


"Eh nggak kok bunda, mancung," sahut Arsen


"Iya ke dalam," timpal Arcelo


"Ejek terus, semoga Arthur dan Arcelo dapat jodoh pesek, amin," doa Airin.


"Eh Airin doa kamu jelek banget nanti jodoh kamu jelek lo," protes Arcelo


"Tapi jodoh Airin cakep," sahut Arsen


"Iya kalau kamu jodohnya kalau nggak," timpal Arthur


"Kalau nggak Arsen bearti aku," ucap Aaron


mendengar ucapan Aaron tentu membuat Arsen kesal.


"Enak saja, bahkan sampai ke ujung dunia Airin akan aku kejar," sahut Arsen.


Bunda hanya geleng-geleng kepala, beliau tidak menyangka kalau para tua mudalah sahabat baik Airin bahkan Arsen yang terkenal arogan, tempramen dan juga angkuh luluh dengan Airin.


Perasaan anaknya nggak memakai ajian jaran goyang tapi entah mengapa Arsen tergila-gila padanya.


"Oh ya Airin, bunda sampai lupa, kamu semalam nggak pulang kan! kemana saja?" tanya Bunda dengan menatap putri semata wayangnya tersebut.


"Ih bunda kok ingat sih," gumam Airin lalu dia terkekeh menatap ibundanya.


"Airin tidur di rumah Arsen bunda," jawab Arsen mewakili Airin.


Mendengar jawaban Arsen membuat bunda memijat pelipisnya.


"Arsen, Airin jaga batasan kalian dong. Kalian ini masih bocil lo, kenapa sudah tidur bersama. Apa kalian juga sudah melakukan hal itu?" tanya Bunda.

__ADS_1


"Eh bunda enggak kok, kami nggak ngapa-ngapain," jawab Airin.


"Iya Bunda, kemarin A4 juga tidur di rumah aku. Airin tidur di kamar terpisah kok," sahut Arsen berbohong.


A4 juga berdrama, mereka juga berbohong untuk menyelamatkan Arsen dan Airin dan tentunya tidak ingin membuat ibunda Airin sedih.


Meraka akhirnya membuat lelucon untuk mengalihkan topik, sebelum mereka berbohong lebih banyak lagi pada ibunda Airin dan ibunda Airin cukup terhibur dengan lelucon yang dibuat A4, beliau cukup bisa menyisihkan sejenak kesedihan hatinya.


Tak sadar kini waktu sudah menunjukkan pukul dua belas dan waktunya untuk ibunda Airin bersiap, karena nanti mampir-mampir jadi mereka berangkat lebih awal.


Untuk transportasi Airin dan bunda, Arsen memesan taxi online mengingat mobil mereka nggak muat untuk kapasitas enam orang.


Airin dan Arsen berhenti sejenak di sebuah mini market untuk mengambil uang.


Setelahnya mereka langsung bergegas ke mobil dan pergi ke Bandara.


Beberapa waktu sampailah di bandara, ibunda Airin nampak bersedih karena tidak tega meninggalkan Airin seorang diri, begitu pula dengan Airin yang bersedih ditinggal ibundanya namun Airin mencoba menunjukkan wajah yang seakan dia baik-baik saja karena dia tidak ingin bundanya sedih dan kepikiran akan dirinya.


"Bun, hati-hati ya. Kabari Airin bila bunda sudah sampai di sana," kata Airin lalu memeluk ibundanya


"Pasti itu, kamu juga jaga diri ya, maafkan bunda ya karena meninggalkan kamu sendirian Airin. Bunda janji akan segera pulang," sahut bunda dengan menangis.


Ingin Airin menangis namun dia tidak ingin membuat bundanya lebih sedih lagi.


"Airin bisa jaga diri baik-baik kok Bun, bunda ingat nggak kalau dulu saat di SMA Airin ikut extra kurikuler pencak silat," hibur Airin dengan senyum yang dipaksakan.


"Iya Airin tapi kan itu saja nggak cukup," sahut bunda.


"Ada saya bunda yang akan selalu menjaganya, saya mencintai Airin dengan segenap jiwa saya jadi saya akan menjaganya selama bunda tidak ada,"


Bunda sungguh tersentuh dengan perkataan Arsen, dan kini bunda lega meninggalkan Airin.


"Kami juga akan jadi bodyguard Airin bunda," sahut Aaron.


"Terima kasih tuan muda A4 karena telah mau menjaga Airin.


Bunda pun berjalan dengan menenteng tas bajunya, beliau sesekali membalik lalu melambaikan tangan pada Airin dan A4 seperti adegan dalam film-film.


Setelah bundanya benar-benar tidak terlihat tangis Airin pecah.


Arsen segera memeluknya, "Sudah jangan menangis, kamu kalau menangis itu jelek," kata Arsen


"Kalau aku jelek bearti kamu bodoh, kenapa bisa suka dengan orang jelek," sahut Airin lalu mengusap air mata serta ingusnya dengan baju Arsen.


"Airin kamu apa-apaan, di mobil ada tisu," ucap Arsen


"Kelamaan kalau ambil tisu di mobil," kata Airin sambil melerai pelukannya.


A4 lainnya hanya geleng-geleng melihat Arsen dan Airin.

__ADS_1


Kini mereka semua berjalan meninggalkan bandara Internasional, A4 mengantar Airin pulang lalu mereka pamit pulang juga.


"Sayang nggak apa-apa kan aku tinggal," kata Arsen


"Nggak apa-apa kok Arsen, terima kasih ya, sudah membantu aku dan bunda," ucap Airin.


"Iya sama-sama Airin," sahut A4.


A4 berjalan keluar dari rumah Airin menuju mobil mereka, saat hendak masuk mobil mata Arsen tertuju pada rumah sebelah Arsen yang bertuliskan dijual. Otak Arsen bereaksi dengan cepat.


"Hey guys, rumah itu dijual," kata Arsen


Arcelo, Arthur dan juga Aaron yang sudah masuk mobil kembali keluar.


"Jangan bilang kamu mau membelinya Arsen," tebak Arthur


Arthur seolah tau apa yang dipikirkan oleh Arsen,


"Jangan aneh-aneh Arsen, papa kamu nggak akan setuju kamu membeli rumah di kompleks ini," ucap Arcelo


"Masih ada jalan lain untuk menjaga Airin nggak harus hidup bertetanggaan dengannya, kalau pak RT/RW tau kalian bisa digrebek dan dinikahkan paksa, jadi jangan buat masalah, ingat bunda dan ayah Airin tidak dalam keadaan yang baik-baik saja," saran Aaron lalu mereka masuk ke dalam mobil dan berlalu dari rumah Airin.


*********


Keesokannya, Airin berangkat lebih pagi. Hari ini dia seperti hidup sebatang kara yang apa-apa harus dikerjakan sendiri.


Sesampainya di kampus dia bertemu dengan Febri dan mereka mengobrol bersama.


"Reza gimana Feb?" tanya Airin


"Nggak tau Rin, lagian kenapa sih kamu tanya lelaki edan itu," jawab Febri.


"Ya kan siapa tau menghubungi kamu," sahut Airin


"Malasnya, nomernya saja sudah aku blokir. Dasar buaya got, gemes aku," umpat Febri.


"Kamu nggak ada info loker?" tanya Airin


"Kamu mau kerja?" tanya Febri


"Iya, ayah aku koma saat ini, dan Bunda menyusul ayah sekarang. Aku butuh biaya untuk hidup, masih ada sih simpanan sedikit, itu saja pemberian dari A4," jawab Airin


"Astaga Rin, lalu gimana kabar ayah kamu sekarang?" tanya Febri


"Masih koma," jawab Airin


"Nanti aku bantu cari lowongan pekerjaan deh tapi untuk saat ini belum ada," ujar Febri.


Tiba-tiba suara Arsen mengagetkan Airin dan Febri.

__ADS_1


"Siapa yang menyuruh kamu kerja,"


__ADS_2