
Sore mereka sudah sampai di rumah Airin, dan betapa kagetnya Airin karena motornya keadaannya jauh lebih baik dari sebelumnya.
Tak hanya itu ternyata Papa Sean mengirim motor baru untuk Airin.
"Arsen ini perbuatan siapa?" tanya Airin
"Mungkin papa, kemarin aku memintanya untuk membelikan kamu motor," jawab Arsen
"Tapi itu semata-mata karena kamu murid B.A university bukan kekasihku," imbuh Arsen.
Airin nampak tersenyum, keluarga Arsen sudah baik sekali dengan dirinya bahkan memberikan motor baru, kini dia semakin masuk dalam dunia Arsen dan mungkin tidak bisa keluar lagi mengingat keluarga Arsen sangat baik padanya.
Arsen tidak bisa lama-lama karena dia harus segera pulang, dia tidak sabar untuk mengucapkan terima kasih pada papanya.
"Aku balik ya Airin," kata Arsen
"Iya, sekali lagi terima kasih Arsen," ucap Airin.
"Arsen pamit bunda," pamit Arsen lalu mengecup punggung tangan bunda.
"Hati-hati ya Arsen dan terima kasih, tolong sampaikan rasa terima kasih bunda untuk kedua orang tua kamu," kata Bunda.
"Pasti bunda," sahut Arsen lalu keluar rumah Airin
Setibanya Arsen di rumah, Arsen segera mencari mamanya, kebetulan semua berkumpul di ruang keluarga.
"Ma pa," panggil Arsen lalu memeluk mama dan papanya.
Mama Arini heran kenapa tiba-tiba Arsen memeluk dirinya dan juga papanya.
"Ada apa ini Arsen kelihatannya kamu happy sekali?" tanya mama Arini
"Terima kasih Ma, pa karena mama dan papa telah membelikan Airin motor," jawan Arsen
Papa Sean mengangguk, dia juga sangat bahagia karena anaknya juga bahagia.
"Sama-sama sayang, cium juga dong mama dan papa," pinta mama Arini dengan menunjuk pipinya. Setelah Arsen mencium pipinya dia menunjuk kening, dan akhirnya Arsen mencium semua setiap jengkal wajah Mamanya namun sekarang bibirnya dia tidak berani mengecup takut papanya cemburu dulu saat Arsen masih kecil dia selalu dimarahi oleh papanya saat mengecup bibir mamanya kata Papa Sean itu miliknya.
Mata mama Arini tertuju pada bungkusan yang dibawa Arsen, "Apa itu Arsen?" tanya mama
"Cilok ma," jawab Arsen
__ADS_1
Mata mama Arini berbinar pasalnya sudah lama sekali dia tidak memakan cilok.
Papa Sean yang mendengarnya bertanya, "Apa? colok?"
"Cilok sayang," jawab mama Arini
"Makanan apa itu, mirip sekali dengan makanan ternak," sahut papa Arsen
Mama Arini membuka cilok yang dibawa Arsen aku menuangkan bumbunya.
"Ternyata enak lo ma, meski tampilannya seperti makanan unggas tapi enak juga kok," kata Arsen yang membuat papa Sean melirik
"Masak iya enak," sahut papa Sean
"Iya pa," timpal Arsen.
Mama Arini terlihat menikmati ciloknya dan papa Sean menelan salivanya.
"Jangan minta, ini makanan ternak," kata mama Arini
"Pelitnya," sahut papa Sean.
"Wah kebetulan kalian kesini, ini ada cilok," kata mama Arini
"Cilok tu apaan Tante?" tanya Arcelo
"Jajan anak sekolah," jawab Arsen.
Mereka bertiga mencoba satu dan ternyata enak, papa Sean akhirnya ikut mencoba.
"Enak ya," katanya
"Dari dulu kamu kan gitu, ingat nggak nasi kuning dibilang makanan ternak yang akhirnya menyuruh sopir untuk beli dua bungkus, dan makan di ruang kerja karena takut ketahuan," ucap mama Arini
Mendengar cerita mama Arini membuat semua tertawa.
"Om Sean munafik juga ya," ucap Arthur
************
Hari semakin berlalu, hari ulang tahun Arsen semakin dekat.
__ADS_1
Kebetulan Keira juga pulang dan dia ikut acara ulang tahun Arsen yang ke dua puluh.
"Aaron aku ikut acara ulang tahun Arsen," kata Keira
"Bagus tu kak Keira," sahut Aaron.
"Airin juga ikut," timpal Arsen
"Airin itu siapa Arsen?" tanya mama Vani
"Kekasih Arsen ma," jawab Arcelo
"Tante kira kamu nggak suka wanita," ucap Mama Vani dengan tertawa.
"Tante sama dengan Om Nick," sahut Arsen.
Nick yang sudah selesai dari ruang kerjanya ikut bergabung dengan anak-anak mereka kemudian dia pamit undur diri karena sudah mengantuk.
"Kami pamit dulu ya, besok harus bangun pagi," pamit papa Nick
"Jangan menyusul mama Lo om," goda Arsen
"Nggak lah om pake pengaman kalau papamu kan enggak," sahut papa Nick dengan tertawa.
Papa Nick dan mama Vani masuk kamar mereka.
"Mereka semua, tua-tua semakin menjadi. Tiap hari aktif panjat memanjat, kok masih kuat gitu tulang punggungnya," ucap Arthur heran.
"Betul, kelihatannya mereka selalu mengkonsumsi vitamin D," sahut Aaron.
"Tapi itu Lo yang membuat mereka harmonis dan jarang bertengkar," timpal Keira.
"Mungkin besok kita juga begitu," kata Arcelo
Aaron pamit keluar sebentar untuk mencari angin, dan Keira ikut menemani Aaron.
"Bagaimana di sana?" tanya Aaron
"Baik," jawab Keira.
Karana rindu Aaron memeluk Keira, "Aku kangen kak Keira," bisik Aaron.
__ADS_1