
"Kenapa setiap lelaki yang mes*um memiliki tubuh yang bagus, apa memang itu daya tariknya?" gumam Airin dengan menatap Arsen dari tempatnya sekarang.
Arsen yang melihat Airin menatapnya tersenyum, otaknya traveling "Hey sayang, apa kamu ingin aku membuka lilitan handukku?" tanya Arsen menggoda Airin
"Jangan sinting Arsen, kalau kita khilaf gimana?" tanya Airin balik lalu membuat wajahnya sembarang.
"Malah itu yang aku tunggu-tunggu, kita khilaf dan kamu jadi milik aku karena sudah aku bayar kontan," jawab Arsen dengan tertawa
"Arseeeeennnn kamu cabul sekali," teriak Airin yang membuat Arsen tertawa, dia sungguh gemas sekali dengan Airin.
Arsen segera memakai bajunya, lalu mengajak Airin untuk makan malam bersama.
"Arsen, apa boleh aku belajar menyetir?" tanya Airin.
"Untuk apa? kamu kan udah punya aku jadi kalau kemana-mana tinggal bilang aku," jawab Arsen
"Tapi kan...." belum sempat melanjutkan kata-katanya Arsen sudah menyela
"Sudah jangan membantah, kamu yang nggak bisa nyetir saja suka menghilang apalagi kalau bisa nyetir sendiri bisa-bisa kamu ninggalin aku, nggak-nggak aku nggak setuju. Aku nggak mau ambil resiko." Arsen tidak setuju.
Airin menghela nafas dan pasrah.
Di sisi lain, Arcelo sudah bersiap dengan pakaian casualnya.
"Kamu mau kemana dengan pakaian seperti ini?" tanya mama Vani
"Biasa ma, jadwal kencan," jawab Arcelo
"Kamu suka sekali kencan, coba sesekali serius dengan wanita," sahut papa Nick
__ADS_1
"Pa, kan Arcelo ini masih bocil mana boleh serius dengan wanita," timpal Arcelo
"Masih bocil tapi ahli mencium wanita," kata mama Vani dengan tertawa.
Mama Vani dan papa Nick hanya mampu menggelengkan kepala, melebeli dirinya bocil tapi sudah ahli merayu dan mencium wanita.
"Ya udah ma pa, Arcelo berangkat dulu, takut telat," pamit Arcelo lalu mencium mama dan papanya.
"Nggak makan dulu," teriak mama Vani
"Nggak ma, aku makan malam di luar," sahut Arcelo lalu pergi keluar.
Arcelo pergi ke klub Arthur untuk menemui wanitanya, layaknya anak muda yang sedang kencan, Arcelo dan wanitanya saling berciuman seperti yang dia lakukan pada Febri.
Kebetulan Febri juga ada di sana, sebelumnya dia bertanya pada Airin dimana biasanya Arcelo nongkrong dan Airin memberi informasi kalau biasanya Arcelo nongkrong di klub Arthur.
Febri yang sangat rindu dengan Arcelo pergi menyusul Arcelo di sana, setibanya di klub Arthur Febri sangat sakit hati karena melihat Arcelo berciuman dengan seorang wanita. Meski sakit Febri tetap menunggu Arcelo hingga kencan Arcelo selesai.
"Aku nggak janji karena aku terkadang sibuk," sahut Arcelo.
"Ok kalau begitu," timpal si wanita lalu dia pergi.
Arcelo yang acara kencannya selesai ingin menyusul Arthur dan Aaron di ruang private mereka, namun saat berbalik betapa kagetnya dia, saat melihat Febri tak jauh dari tempatnya.
"Hai Feb, ngapain kamu di sini?" tanya Arcelo
"Aku mencari kamu," jawab Febri
"Ngapain cari aku?" tanya Arcelo
__ADS_1
"Aku kangen sama kamu," jawab Febri
"Kangen?" tanya Arcelo lagi
"Iya, kangen," jawab Febri lalu mendekati Arcelo dan memeluknya.
Wajah Arcelo berubah, dia merasakan ada yang tidak beres dengan Febri.
"Ciuman waktu itu membuat kamu baper Feb?" tanya Arcelo
Febri mengangguk, "OMG, Febri Febri kan aku sudah bilang jangan bawa perasaan," kata Arcelo.
"Tapi aku sangat menyukai kamu Arcelo," sahut Febri
Arcelo melerai pelukan Febri dan menatapnya, "Dengarkan aku, buang jauh-jauh perasaan kamu karena aku nggak akan membalasnya," kata Arcelo
"Tapi aku nggak bisa, aku sangat mencintai kamu Arcelo," kata Febri
"Oh sh*it," umpat Arcelo
"Ok, buktikan kalau kamu cinta ma aku," kata Arcelo
"Gimana caranya?" tanya Febri
"Tidur denganku," jawab Arcelo.
Arcelo berfikir Febri akan membencinya dan pergi, namun diluar ekspektasinya Febri malah setuju dan mengajak Arcelo ke hotel.
"Kamu yakin?" tanya Arcelo
__ADS_1
"Yakin 100 persen," jawab Febri
"Tapi aku yang nggak yakin sekarang, OMG gimana nih," batin Arcelo.