
"Papa mau tanya pada kalian, Plan ke depan kalian itu apa? maksudnya apa kalian ingin bersama selamanya dan pelaminan adalah akhir dari kisah kalian atau hubungan ini hanya sebatas main-main saja," tanya papa Sean
"Ya jelas pelaminan pa, tapi bukan untuk saat ini," jawab Arsen
"Iya om, saya juga belum siap om," sahut Airin.
"Bagaimana menurutmu sayang?" Papa Sean meminta pendapat mama Arini.
"Kalau aku sih mereka segera menikah setuju menikah nanti juga setuju, aku kembalikan pada yang menjalaninya saja," kata mama Arini.
"Kalau kalian A4?" tanya papa Sean
"Kalau kami ya setuju menikah nanti om, karena orang setelah menikah itu akan berbeda, Arsen harus bertanggung jawab akan istrinya, begitu pula sebaliknya Airin harus melakukan kewajibannya yang dimana bisa menganggu konsentrasi belajarnya dan pastinya waktu Arsen akan berkurang untuk kita, sekarang saja ngilang melulu," jawab Aaron.
"Betul om, jangan deh om. mereka sama-sama bocil apa jadinya kalau menikah di usia yang dini. Sekarang saja mereka sering bertengkar apalagi klo menikah, bisa-bisa om darah tinggi," sahut Arcelo
"Kita awasi saja mereka, kami siap jadi CCTV 24 jam nonstop, bila perlu dalam mimpi kami siap mengawasi Arsen siapa tau macem-macemnya pindah ke alam mimpi," timpal Arthur
Papa Sean nampak menimbang saran A4, kelihatannya memang benar apa yang dikatakan A4, Arsen dan Airin sama-sama bocil. Bisa dibilang mereka belum matang, belum bisa menekan ego masing-masing, mereka juga masih bergantung dengan orang tua.
Banyak kasus mereka yang menikah muda harus berakhir dengan kata talak.
"Arsen adalah penerus om, apalagi dia akan memiliki adik yang kelak pasti membutuhkan Arsen juga," ucap Aaron. "Mama Putri juga menikah di usia muda tapi kan papa sudah matang sehingga papa bisa mengimbangi mama Putri, saat mama jadi api papa jadi air begitu sebaliknya hingga mama berada di titik dimana mama benar-benar matang," imbuh Aaron.
Papa Sean kini semakin yakin dengan tidak menikahkan Arsen terlebih dahulu begitu pula mama Arini.
"Ya sudah, kalian sarapan lalu antar Airin pulang pasti orang tua Arini mencarinya," kata papa Sean lalu dia menggandeng mama Arini dan mengajaknya untuk sarapan.
Pagi-pagi berceramah membuat tenggorokannya kering dan perutnya lapar.
"Terima kasih ya guys kalian telah menolong aku," ucap Arsen lalu memeluk A4 satu persatu.
"Sama-sama bestie," sahut A4 barengan.
Kini Arsen menatap Airin, "Maafkan aku sayang, aku belum bisa menekan nafsuku, soalnya saat dekat dengan kamu bawaannya ingin manja-manja terus," ujar Arsen.
"Iya, maafkan aku juga yang kurang galak dan lemah sehingga kamu bisa seenaknya padaku," sahut Airin.
"Kok gitu sayang," protes Arsen
"La sudah begini saja kalau begitu," timpal Airin.
__ADS_1
A4 dan Airin turun ke bawah, mereka ikut bergabung dengan Papa Sean dan mama Arini.
Bola mata Arini membulat karena melihat aneka makanan yang tersaji di meja makan.
"Makanannya banyak sekali Arsen," kata Airin yang bisa didengar oleh semuanya yang ada di ruang makan.
Mama Arini tersenyum, sama sepertinya dulu yang heran saat dia baru pertama jadi istri Papa Sean.
"Memangnya ibu kamu nggak masak seperti ini?" tanya mama Arini
"Nggak Tante, bunda masak satu jenis masakan saja," jawab Airin.
"OMG, satu makanan saja. Bearti kalau nggak suka nggak bisa memilih makanan dong," sahut Arthur
"Iya, kamu kan sultan Arthur beda dengan rakyat jelata seperti aku," timpal Airin.
"Tante dulu juga rakyat jelata," sahut mama Arini
"Mama aku juga," sahut Aaron
"Mama aku juga," timpal Arcelo
Airin menatap mereka semua, ternyata latar belakang mama A4 juga kaum bawah seperti dirinya. Persis seperti cerita dalam negri dongeng dimana rakyat jelata dinikahi oleh pangeran.
"Sudah-sudah ayo makan, tadi kita sudah over dosis berdrama jadi sekarang jangan buat drama lagi," kata Papa Sean.
Mereka semua diam mengikuti ucapan papa Sean, hanya suara denting sendok dan garpu yang terdengar dan seusai makan A4 mengantar Airin pulang.
"Tante Om, Airin pamit. Maaf merepotkan," kata Airin dengan raut wajah yang tidak enak.
"Nggak apa-apa Airin, maafkan anak Tante yang nakal ya," sahut mama Arini
"Besok tidur lagi ya, langsung nikah pokoknya," ancam papa Sean.
"Nggak kok om," timpal Airin.
Setelah mencium tangan mama Arini dan Papa Sean, Airin naik di mobil. Dia diantar semua A4 karena kini A4 adalah CCTV Arsen.
Arcelo dan Arthur di depan sedangkan Arsen, Aaron dan Airin di belakang.
"Arsen seharusnya Arini di tengah bukannya kamu," ucap Aaron melerai keheningan diantara mereka.
__ADS_1
Arsen memutar bola matanya, "Enak di kamu dong bisa dekat-dekat cewek aku," sahut Arsen tak terima.
"Ya nggak dong Arsen," timpal Aaron.
"Kalian berdua bisa diam nggak, tolong bantu mikir dong, apa yang harus aku katakan sama bunda," Ucap Airin.
"Bilang saja kalau kamu tidur di rumah Arsen karena hujannya lama redanya," saran Arcelo
"Tapi bilangnya jangan sekamar dengan Arsen," timpal Arthur
"Bilang kalau kamu tidur di kamar tamu, nanti kita bantu ngomong deh," kata Aaron.
"Kenapa harus berbohong sih, lagian aku sama Airin nggak ngapa-ngapain juga kan?" protes Arsen
A4 sungguh gemas dengan Arsen, kenapa otaknya tiba-tiba tumpul begini.
Kalau jujur pasti bunda Airin mikir yang gak gak, kan bisa jadi beliau akan menikahkan mereka.
"Kamu bodoh sekali sih Arsen." Aaron sungguh gemas dengan Arsen
"Katakan kejujuran meski itu pahit," sahut Arsen
"Berbohong terkadang perlu Arsen," timpal Arthur dengan memukul setir mobilnya karena gemas tingkat dewa dengan ketua geng mereka.
Otaknya sudah terkontaminasi hal-hal yang berbau ngeres sehingga jadi tumpul sekali.
"kelihatannya kamu ngebet pengen nikah?" tanya Artur
"Nggak kok, aku masih ingin menggapai cita-citaku. Aku tidak mau merenggut masa depan Airin, karena setiap orang itu gampang berubah, dan aku juga belum tau apa aku memperbolehkan dia menggapai cita-citanya atau enggak setelah aku menikah," jawab Arsen
"La ya, tau konsekuensinya jadi tolong bekerja samalah dengan kami. Kamu cukup bilang seperti yang kami sampaikan sebelumnya, understand?" kata Aaron dengan penekanan di akhir kalimat.
"Baik-baik," sahut Arsen.
Tak berselang lama mobil sudah masuk dalam kawasan kompleks Airin, sebelum tiba di rumahnya Airin meminta Arthur untuk menghentikan sejenak mobilnya karena Airin harus menyiapkan diri dulu sebelum bertemu dengan bundanya.
Setelah siap dia meminta Arthur untuk melajukan mobilnya kembali.
Setibanya di rumah Airin, ada beberapa orang yang bertamu di rumah Airin.
"Ada apa ini, siapa mereka?"
__ADS_1